Sabtu, 14/3/26 | 18:32 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI

Berdamai Setengah Hati

Selasa, 19/5/20 | 06:54 WIB

Wizri Yasir

Oleh:
Wizri Yasir
Ketua Umum DPD BKPRMI Lima Puluh Kota

Sikap rendah hati yang dimiliki warga negara, akan mengurangi sikap pro dan kontra yang berlebihan. Namun tidak menghilangkan sikap kritis untuk perbaikan keadaan.

Beberapa hari menjelang Ramadan berakhir, kita disuguhi pemandangan yang kurang sesuai menurut sebagian orang disaat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masyarakat kembali tumpah memadati pasar, mall dan tempat lainnya yang sudah merupakan tradisi turun temurun untuk menyambut lebaran. Padahal semua orang tahu, pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat untuk tidak berkerumun agar penyebaran Coronavirus bisa dihambat.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

Minggu, 08/3/26 | 23:23 WIB
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Banyak orang khawatir dengan keadaan ini, terutama para tenaga medis dan tim gugus tugas penanganan Covid-19 yang sudah berjibaku berjuang memutus penyebaran virus. Perjuangan mereka seakan tak berarti dengan kembalinya masyarakat berkerumun di pasar yang ditenggarai menjadi tempat penyebaran virus paling cepat.

Bahkan di jagad percuitan, hastag #TerserahIndonesia menjadi trending topik. Para tenaga medis, masyarakat dan tim gugus tugas serasa pasrah dengan keadaan. Mereka kecewa, kesal bercampur aduk dengan kesedihan. Tapi apa daya, dengan alasan menyambut tradisi yang sudah mendarah daging, semua aturan, semua anjuran di abaikan.

Jaga jarak, cuci tangan, pakai masker saat keluar rumah seakan hanya tinggal anjuran. Pakaian baru, perlengkapan rumah yang baru menjadi alasan sebagian masyarakat untuk kembali berkerumun di pasar dan mall.

Apakah ini yang disebut berdamai dengan Coronavirus 2019? Membiarkan masyarakat saling menularkan ditengah kerumunan, menerima masyarakat yang pulang kampung dari daerah terjangkit bebas berkeliaran, Wallahu ‘alam.

Apakah membiarkan diri terjangkit, kemudian meninggal (pilihan jika tak sembuh) atau herd imunity akan menjadi pilihan menjelang akhir perjuangan? Tentu semua kembali kepada diri kita masing-masing.

Pada tulisan sebelumnya saya sudah mengabarkan bagaimana kita bisa belajar dari Taiwan dalam menangani Covid-19 ini. Kunci utama mereka adalah kepatuhan masing-masing pribadi. Karena yang menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran Covid-19 bukanlah tenaga medis melainkan masyarakat.

https://scientia.id/2020/05/06/belajar-dari-taiwan/

Taiwan negara yang paling sedikit terjangkit Coronavirus di dunia, Pasar tetap buka, mall juga begitu, denyut ekonomi terus bergerak, bahkan pertandingan olahraga pun mereka selenggarakan.

Kuncinya, masyarakatnya patuh, jaga jarak aman, saling membantu untuk pakai masker satu sama lain. Dan mereka berhasil sehingga dijuluki Covid-19 Hero. Mereka juga sudah membantu negara lain dalam penanganan covid-19.

Kembali kepada kita, bisa jadi iya bisa jadi tidak. Mungkin saja berdamai dengan Coronavirus seperti yang disampaikan pejabat negeri ini adalah meniru Taiwan. Kita tetap melaksanakan kegiatan dan aktivitas seperti biasa, namun tetap dalam koridor protap kesehatan sesuai anjuran yang ada.

Sepertinya kata berdamai yang disampai pejabat negeri ini, ditangkap dan diterjemahkan sebagian masyarakat dengan kembali ke kehidupan normal seperti biasa. Beraktivitas seperti biasa.

Sejatinya bukan begitu. Sebagai garda terdepan dalam mencegah penyebaran Covid-19, kita tetap harus melaksanakan anjuran pemerintah untuk selalu menjaga jarak, rajin cuci tangan dan memakai masker jika berada di luar rumah, sampai wabah ini benar-benar reda.

Menjelang akhir Ramadan ini mari kita tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Jangan sampai perjuangan kita hanya mendapatkan haus dan lapar diakhirnya, karena dipenuhi dengan mencaci dan mengumpat keadaan. Dan itu tak akan membuat kita lebih baik.

Bergembira lah dalam ujian, karena ketakutan berlebihan membuat imun tubuh menurun dan diri mudah terserang virus. Bergembiralah, karena sesungguhnya kualitas iman kita sebagi umat Muhammad SAW, saat ini sedang diuji dengan hadirnya Covid-19. Kepatuhan diri kita untuk tidak menjerumuskan diri kedalam kebinasaan adalah seruan Yang Maha Tahu apa yang ada dalam hati kita.

Mungkin saja ini ujian kita semua untuk berdamai dengan alam sepenuh hati bukan setengah hati.

Tulisan ini bukan untuk menggurui para pejuang Covid-19. Namun memperbanyak sudut pandang terhadap sebuah persoalan yang sedang melanda dunia. Semoga wabah ini cepat berlalu dan kita hidup kembali normal dan berdampingan.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan.
26 Ramadan 1441 H menjelang Syuruq.(*)

Tags: Berdamai Setengah HatiOpiniWizri Yasir Tan Marajo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mengugah Kesadaran, Sebuah Refleksi

Berita Sesudah

Bonus Demografi dan Peranan Pemuda dalam Pendidikan

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

Minggu, 08/3/26 | 23:23 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Prodi S2 & S3 Linguistik Universitas Andalas) Orang Minangkabau...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

Minggu, 08/3/26 | 22:51 WIB

Oleh: Amanda Restia (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Nama Siti Nurbaya sering kali langsung dilibatkan dengan...

Pandangan Khalil Gibran tentang Musik sebagai Bahasa Rohani

Analogi dan Lokalitas Lagu “Rindu Tebal” Karya Iwan Fals

Minggu, 08/3/26 | 18:27 WIB

Oleh: Faathir Tora Ugraha (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Iwan Fals merupakan musisi legendaris Indonesia yang menjadi...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Puisi-puisi M. Subarkah

Pesan Tauhid dan Penyerahan Diri dalamPuisi “Sembahyang Rumputan”

Minggu, 01/3/26 | 15:51 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)   Puisi “Sembahyang Rumputan” karya Ahmadun Yosi Herfanda...

Berita Sesudah

Bonus Demografi dan Peranan Pemuda dalam Pendidikan

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran berbuka puasa bersama, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas PUPR, dan Petugas Lembaga Pengelola Sampah (LPS) se-Kota Padang, di Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).(Foto:Ist)

    Wali Kota Padang Bakal Menggelar Lomba Kebersihan Tingkat RT se Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Bakal Buka Jalur Dua Arah di Depan Plaza Andalas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama Nagari di Sumatera Barat: Dari Sejarah menjadi Sistem Pertahanan Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebanyak 314 KK Korban Terdampak Bencana Hidrometeorologi Terima Bantuan dari PMI Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata ‘cuma’, ‘hanya’ , dan ‘saja’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026