Selasa, 27/1/26 | 03:22 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI

Berdamai Setengah Hati

Selasa, 19/5/20 | 06:54 WIB

Wizri Yasir

Oleh:
Wizri Yasir
Ketua Umum DPD BKPRMI Lima Puluh Kota

Sikap rendah hati yang dimiliki warga negara, akan mengurangi sikap pro dan kontra yang berlebihan. Namun tidak menghilangkan sikap kritis untuk perbaikan keadaan.

Beberapa hari menjelang Ramadan berakhir, kita disuguhi pemandangan yang kurang sesuai menurut sebagian orang disaat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masyarakat kembali tumpah memadati pasar, mall dan tempat lainnya yang sudah merupakan tradisi turun temurun untuk menyambut lebaran. Padahal semua orang tahu, pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat untuk tidak berkerumun agar penyebaran Coronavirus bisa dihambat.

BACAJUGA

Sugesti Edward, Motivator Bisnis dan Pengusaha (Foto: Ist)

Peran Perempuan yang Kian Kompleks di 2026, Jadi Harus Bagaimana?

Senin, 26/1/26 | 19:27 WIB
Saatnya Kampus 2 UIN IB Berbenah: Mahasiswa Berhak atas Fasilitas yang Layak

Saatnya Kampus 2 UIN IB Berbenah: Mahasiswa Berhak atas Fasilitas yang Layak

Senin, 17/11/25 | 18:08 WIB

Banyak orang khawatir dengan keadaan ini, terutama para tenaga medis dan tim gugus tugas penanganan Covid-19 yang sudah berjibaku berjuang memutus penyebaran virus. Perjuangan mereka seakan tak berarti dengan kembalinya masyarakat berkerumun di pasar yang ditenggarai menjadi tempat penyebaran virus paling cepat.

Bahkan di jagad percuitan, hastag #TerserahIndonesia menjadi trending topik. Para tenaga medis, masyarakat dan tim gugus tugas serasa pasrah dengan keadaan. Mereka kecewa, kesal bercampur aduk dengan kesedihan. Tapi apa daya, dengan alasan menyambut tradisi yang sudah mendarah daging, semua aturan, semua anjuran di abaikan.

Jaga jarak, cuci tangan, pakai masker saat keluar rumah seakan hanya tinggal anjuran. Pakaian baru, perlengkapan rumah yang baru menjadi alasan sebagian masyarakat untuk kembali berkerumun di pasar dan mall.

Apakah ini yang disebut berdamai dengan Coronavirus 2019? Membiarkan masyarakat saling menularkan ditengah kerumunan, menerima masyarakat yang pulang kampung dari daerah terjangkit bebas berkeliaran, Wallahu ‘alam.

Apakah membiarkan diri terjangkit, kemudian meninggal (pilihan jika tak sembuh) atau herd imunity akan menjadi pilihan menjelang akhir perjuangan? Tentu semua kembali kepada diri kita masing-masing.

Pada tulisan sebelumnya saya sudah mengabarkan bagaimana kita bisa belajar dari Taiwan dalam menangani Covid-19 ini. Kunci utama mereka adalah kepatuhan masing-masing pribadi. Karena yang menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran Covid-19 bukanlah tenaga medis melainkan masyarakat.

https://scientia.id/2020/05/06/belajar-dari-taiwan/

Taiwan negara yang paling sedikit terjangkit Coronavirus di dunia, Pasar tetap buka, mall juga begitu, denyut ekonomi terus bergerak, bahkan pertandingan olahraga pun mereka selenggarakan.

Kuncinya, masyarakatnya patuh, jaga jarak aman, saling membantu untuk pakai masker satu sama lain. Dan mereka berhasil sehingga dijuluki Covid-19 Hero. Mereka juga sudah membantu negara lain dalam penanganan covid-19.

Kembali kepada kita, bisa jadi iya bisa jadi tidak. Mungkin saja berdamai dengan Coronavirus seperti yang disampaikan pejabat negeri ini adalah meniru Taiwan. Kita tetap melaksanakan kegiatan dan aktivitas seperti biasa, namun tetap dalam koridor protap kesehatan sesuai anjuran yang ada.

Sepertinya kata berdamai yang disampai pejabat negeri ini, ditangkap dan diterjemahkan sebagian masyarakat dengan kembali ke kehidupan normal seperti biasa. Beraktivitas seperti biasa.

Sejatinya bukan begitu. Sebagai garda terdepan dalam mencegah penyebaran Covid-19, kita tetap harus melaksanakan anjuran pemerintah untuk selalu menjaga jarak, rajin cuci tangan dan memakai masker jika berada di luar rumah, sampai wabah ini benar-benar reda.

Menjelang akhir Ramadan ini mari kita tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Jangan sampai perjuangan kita hanya mendapatkan haus dan lapar diakhirnya, karena dipenuhi dengan mencaci dan mengumpat keadaan. Dan itu tak akan membuat kita lebih baik.

Bergembira lah dalam ujian, karena ketakutan berlebihan membuat imun tubuh menurun dan diri mudah terserang virus. Bergembiralah, karena sesungguhnya kualitas iman kita sebagi umat Muhammad SAW, saat ini sedang diuji dengan hadirnya Covid-19. Kepatuhan diri kita untuk tidak menjerumuskan diri kedalam kebinasaan adalah seruan Yang Maha Tahu apa yang ada dalam hati kita.

Mungkin saja ini ujian kita semua untuk berdamai dengan alam sepenuh hati bukan setengah hati.

Tulisan ini bukan untuk menggurui para pejuang Covid-19. Namun memperbanyak sudut pandang terhadap sebuah persoalan yang sedang melanda dunia. Semoga wabah ini cepat berlalu dan kita hidup kembali normal dan berdampingan.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan.
26 Ramadan 1441 H menjelang Syuruq.(*)

Tags: Berdamai Setengah HatiOpiniWizri Yasir Tan Marajo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mengugah Kesadaran, Sebuah Refleksi

Berita Sesudah

Bonus Demografi dan Peranan Pemuda dalam Pendidikan

Berita Terkait

Batu dan Zaman

Baju Berani Loppy: Mengelola Kecemasan Melalui Sastra Anak

Senin, 26/1/26 | 06:34 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa  (Dosen Prodi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)  Selama ini, sastra anak kerap diposisikan sebagai...

Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

Berbagai Istilah Tempat Perbelanjaan dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 25/1/26 | 17:00 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Berbelanja merupakan...

Aksen Tailan Sebagai Ruang Bermain Identitas

Aksen Tailan Sebagai Ruang Bermain Identitas

Minggu, 25/1/26 | 15:00 WIB

Oleh: Nurvita Wijayanti (Pemerhati bahasa dari Kepulauan Bangka Belitung) Apakah Anda pernah menemukan postingan di Instagram tentang bahasa lokal yang...

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

Minggu, 25/1/26 | 13:00 WIB

Gambar:GeminiAI Sore di Bulan Juni Aku tidak tahu mengapa semuanya begitu pelan dan bahkan begitu cepat, bulan yang di mana...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Selasa, 20/1/26 | 07:09 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas) Suatu sore, adik perempuan saya mendatangi saya dan berkata “Uni sudah...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Meneroka Sejarah Bahasa Indonesia Hingga Kini

Senin, 19/1/26 | 19:43 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   Tanggal 4 November 2025 menjadi tanggal bersejarah untuk bangsa Indonesia...

Berita Sesudah

Bonus Demografi dan Peranan Pemuda dalam Pendidikan

Discussion about this post

POPULER

  • DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    DPP PKB Tetapkan Kepengurusan DPW PKB Sumbar Periode 2026–2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satu Pelaku Curanmor Ditangkap Polisi Dharmasraya, Dua Lainnya Buron

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Tinjau Bendungan Gunung Nago Percepatan Penanganan Kekeringan Air

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konservasi Penyu Pariaman Terbengkalai, Kolam Kotor hingga Fasilitas Rusak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Awas! Ketergantungan ChatGPT Turunkan Kemampuan Berpikir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peran Perempuan yang Kian Kompleks di 2026, Jadi Harus Bagaimana?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024