Selasa, 06/10/26 | 10:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI

Berdamai Setengah Hati

Selasa, 19/5/20 | 06:54 WIB

Wizri Yasir

Oleh:
Wizri Yasir
Ketua Umum DPD BKPRMI Lima Puluh Kota

Sikap rendah hati yang dimiliki warga negara, akan mengurangi sikap pro dan kontra yang berlebihan. Namun tidak menghilangkan sikap kritis untuk perbaikan keadaan.

Beberapa hari menjelang Ramadan berakhir, kita disuguhi pemandangan yang kurang sesuai menurut sebagian orang disaat pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masyarakat kembali tumpah memadati pasar, mall dan tempat lainnya yang sudah merupakan tradisi turun temurun untuk menyambut lebaran. Padahal semua orang tahu, pandemi Covid-19 mengharuskan masyarakat untuk tidak berkerumun agar penyebaran Coronavirus bisa dihambat.

BACAJUGA

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Banyak orang khawatir dengan keadaan ini, terutama para tenaga medis dan tim gugus tugas penanganan Covid-19 yang sudah berjibaku berjuang memutus penyebaran virus. Perjuangan mereka seakan tak berarti dengan kembalinya masyarakat berkerumun di pasar yang ditenggarai menjadi tempat penyebaran virus paling cepat.

Bahkan di jagad percuitan, hastag #TerserahIndonesia menjadi trending topik. Para tenaga medis, masyarakat dan tim gugus tugas serasa pasrah dengan keadaan. Mereka kecewa, kesal bercampur aduk dengan kesedihan. Tapi apa daya, dengan alasan menyambut tradisi yang sudah mendarah daging, semua aturan, semua anjuran di abaikan.

Jaga jarak, cuci tangan, pakai masker saat keluar rumah seakan hanya tinggal anjuran. Pakaian baru, perlengkapan rumah yang baru menjadi alasan sebagian masyarakat untuk kembali berkerumun di pasar dan mall.

Apakah ini yang disebut berdamai dengan Coronavirus 2019? Membiarkan masyarakat saling menularkan ditengah kerumunan, menerima masyarakat yang pulang kampung dari daerah terjangkit bebas berkeliaran, Wallahu ‘alam.

Apakah membiarkan diri terjangkit, kemudian meninggal (pilihan jika tak sembuh) atau herd imunity akan menjadi pilihan menjelang akhir perjuangan? Tentu semua kembali kepada diri kita masing-masing.

Pada tulisan sebelumnya saya sudah mengabarkan bagaimana kita bisa belajar dari Taiwan dalam menangani Covid-19 ini. Kunci utama mereka adalah kepatuhan masing-masing pribadi. Karena yang menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran Covid-19 bukanlah tenaga medis melainkan masyarakat.

https://scientia.id/2020/05/06/belajar-dari-taiwan/

Taiwan negara yang paling sedikit terjangkit Coronavirus di dunia, Pasar tetap buka, mall juga begitu, denyut ekonomi terus bergerak, bahkan pertandingan olahraga pun mereka selenggarakan.

Kuncinya, masyarakatnya patuh, jaga jarak aman, saling membantu untuk pakai masker satu sama lain. Dan mereka berhasil sehingga dijuluki Covid-19 Hero. Mereka juga sudah membantu negara lain dalam penanganan covid-19.

Kembali kepada kita, bisa jadi iya bisa jadi tidak. Mungkin saja berdamai dengan Coronavirus seperti yang disampaikan pejabat negeri ini adalah meniru Taiwan. Kita tetap melaksanakan kegiatan dan aktivitas seperti biasa, namun tetap dalam koridor protap kesehatan sesuai anjuran yang ada.

Sepertinya kata berdamai yang disampai pejabat negeri ini, ditangkap dan diterjemahkan sebagian masyarakat dengan kembali ke kehidupan normal seperti biasa. Beraktivitas seperti biasa.

Sejatinya bukan begitu. Sebagai garda terdepan dalam mencegah penyebaran Covid-19, kita tetap harus melaksanakan anjuran pemerintah untuk selalu menjaga jarak, rajin cuci tangan dan memakai masker jika berada di luar rumah, sampai wabah ini benar-benar reda.

Menjelang akhir Ramadan ini mari kita tingkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Jangan sampai perjuangan kita hanya mendapatkan haus dan lapar diakhirnya, karena dipenuhi dengan mencaci dan mengumpat keadaan. Dan itu tak akan membuat kita lebih baik.

Bergembira lah dalam ujian, karena ketakutan berlebihan membuat imun tubuh menurun dan diri mudah terserang virus. Bergembiralah, karena sesungguhnya kualitas iman kita sebagi umat Muhammad SAW, saat ini sedang diuji dengan hadirnya Covid-19. Kepatuhan diri kita untuk tidak menjerumuskan diri kedalam kebinasaan adalah seruan Yang Maha Tahu apa yang ada dalam hati kita.

Mungkin saja ini ujian kita semua untuk berdamai dengan alam sepenuh hati bukan setengah hati.

Tulisan ini bukan untuk menggurui para pejuang Covid-19. Namun memperbanyak sudut pandang terhadap sebuah persoalan yang sedang melanda dunia. Semoga wabah ini cepat berlalu dan kita hidup kembali normal dan berdampingan.

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan.
26 Ramadan 1441 H menjelang Syuruq.(*)

Tags: Berdamai Setengah HatiOpiniWizri Yasir Tan Marajo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mengugah Kesadaran, Sebuah Refleksi

Berita Sesudah

Bonus Demografi dan Peranan Pemuda dalam Pendidikan

Berita Terkait

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB

Oleh: Irfan Pandesta Putra, S.Hum (Sejarawan & Alumni S1 Ilmu Sejarah FIB Universitas Andalas)   Novel Siti Nurbaya: Kasih Tak...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Minggu, 04/10/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Apa yang terjadi ketika perempuan kehilangan pekerjaan, tetapi tetap...

Rocky di Ketinggian 30.000 Kaki

Rocky di Ketinggian 30.000 Kaki

Minggu, 04/10/26 | 12:23 WIB

Oleh: Alfitri (Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas)   Kendati sempat delay sekitar 45 menit dari jadwal take off 16:25, akhirnya...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

Minggu, 27/9/26 | 11:52 WIB

Oleh: Kanaya Putri Sifa (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas)   Perkembangan dunia fashion saat...

Berita Sesudah

Bonus Demografi dan Peranan Pemuda dalam Pendidikan

Discussion about this post

POPULER

  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Lepas Atlet Kota Padang Ikuti Porprov Sumbar  ke-XVI Tahun 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026