Senin, Maret 1, 2021

Dendam Masa Silam

Cerpen: Nurillah Achmad Mata saya begitu pekat sebab semalam suntuk duduk di depan tungku. Asap masih menguar ketika embu* merambati lincak dapur. Tulang punggungnya melengkung...

Tanah Sangkolan

Cerpen: Helmy Khan Setelah melewati rimbun pohon kelapa, akhirnya lelaki itu sampai di lokasi yang ditentukan oleh Pak Lurah. Lelaki berkepala plontos itu berpandangan dingin...

Tentara

Cerpen: Akhmad Suwistyo Waktu muda Wira dihabiskannya di asrama tentara. Bapaknya tentara berpangkat di sana. Tentu saban hari dilihatnya para tentara berseragam berlari ke sana-kemari. Sorak-sorak yel-yel mereka...
Ilustrasi manisan buah pala (Foto:Wikipedia)

Manisan Pala

Cerpen : Er-Ragel “Mak, sejak puasa pertama hingga kesembilan belas, manisan pala ini melulu yang kemubaziran. Kenapa tidak diganti saja dengan takjil yang lain? Mak...
instagram ibu

Instagram Ibu

Dari yang kuingat, terakhir kali kami bisa berkumpul untuk berbicara secara serius dan lengkap di meja makan adalah setahun yang lalu ketika kami mendadak harus...
penjual karpet

Si Penjual Karpet

Cerpen: Nengsih Sri Rahayu Putri  “Karpet, karpet, karpet….. murah meriah bisa digunakan sesuai kebutuhan,” lantunan suara penjual karpet keliling. Langkah demi langkah, ia kayuhkan untuk mencari rezeki...

Lampu-Lampu Tepi Sungai

Cerpen: Amalia Aris Saraswati  Agaknya kami punya tempat lain yang damai untuk saling mencinta. Indra selalu suka tempat terbuka yang membebaskan angin menerpa tubuhnya serta...

Menunggu

Cerpen: Armini Arbain “Kek, kakek, bantu nenek mengangkat air. Nenek mau menyiram bunga,” teriak nenek dari depan rumah. Melihat kakek diam dan tidak menjawab panggilannya, nenek...

Aroma Hujan dan Ayahku

Cerpen: Amalia Aris Saraswati Kalender masih Agustus, namun dua pekan terakhir hujan tak dapat lagi dibujuk. Mestinya petani kakao masih menghamparkan biji-biji kakaonya di halaman,...

 Palli-Palli

Cerpen: Elly Delfia Di tengah salju halus yang berjatuhan, aku berlari mengikuti Anton dan Rida. Kami menuju kereta bawah tanah yang tidak jauh dari apartemenku. Apartemen yang...

Pertimbangan

Cerpen:M. Adioska Pertanyaan orang tuaku akhir-akhir ini membuatku bosan dan pusing. Bagaimana tidak, setiap aku pulang kampung hal serupa selalu ditanyakan. Bahkan, sering kali dalam...

Ayah, Si Kumbang, dan Pujaanku

Cerpen: Armini Arbain "Bubar! Bubar! Berburu hari ini dibatalkan” kata Mak Sutan. Mendengar seruan Mak Sutan, semua peserta berburu babi pagi itu ternganga. Buyung yang dari...

Tamu di Rumah Sendiri

Cerpen: Davidra Dutu Rumah adalah tempat ternyaman bagi umat manusia. Berbagai cerita hadir dalam nuansa keakraban. Rumah memberikan kesan positif terhadap tali silaturahmi. Walaupun sederhana,...

Tangis Sebatang Pohon

Cerpen: Azwar Sutan Malaka Mak Itam ternganga melihat sesosok tubuh bergelimang darah tak jauh dari batang pohon Surian. Sesaat ia terpaku, dua puluh langkah dari tubuh...

Sepasang Manusia Kesepian

Cerpen: Resti Alya Putri Mataku sering menangkap seorang lelaki tua dari balik kaca jendela. Ia tinggal di sebelah rumahku. Rambutnya memutih, tubuhnya renta dimakan usia....

Ingin Kutemui Dikau

Cepen: Fachri Hamzah Di sebuah pelatihan jurnalistik kampus, aku mengenalmu. Sepasang mata yang menggoda ditutupi sebuah kacamata yang menambah kesan manis di wajahmu. Senyum indahmu membuat jantungku...

Batas Suci

Cerpen: Salmi Ramadhani Adiba Shalimar adalah seorang gadis yang bisa dibilang biasa saja. Dari segi akademis, dia tidak terlalu menonjol. Dari segi penampilan, dia juga...

Saranghae Korea

Cerpen: Tesya Armelia Suara notifikasi chat grup WhatsApp menyadarkanku dari lamunan di sore hari . Aku langsung meraih smartphone yang berada di atas meja belajarku. Segera...

Calon Minantu Abak

Cerpen: Armini Arbain Gebrak, Abak menepuk meja dengan kuat. Sambil berdiri dan pergi Abak  berkata, “Apapun alasannya, Abak ndak setuju kalau Salim menikah dengan perempuan yang...

Aku, Kei, dan Akrofobia

Cerpen: Elly Delfia   Kei, aku rindu. Kau pergi jauh. Pohon jambu air yang ada di belakang rumah makin lebat buahnya. Aku masih ingat saat kau menghujamkan beberapa bilah...