Kamis, November 26, 2020

Puisi-puisi Naelus Sya’adah

M e r d e k a   Ka u   S a m s u l ! kau datang dan pergi berkali-kali hayatan rindu tak menyentuhmu bagaimana aku seperti...

Puisi-puisi Adel Yuhendra

Romantika Akhir Zaman Bermacam vaksin terbaiat Di dalam kitab romansa yang ditulis di negeri Cina Tinta darah penuh duka Memenuhi coretan tiap lembar halaman, katanya Laju aliran darah semakin...

Puisi-puisi Apriwanto

RINDU LINGKARAN Saat  semuanya  saling sapa Saling bahagia Berbagi tanpa kenal nama Laksana penyu dengan cangkangnya   Saat semuanya menemukan manisnya ukhuwah Laksana semut dengan gula Saat semuanya telah berubah pada...

Puisi-puisi RM Maulana Khoerun  

Setangkup Penantian tinggal aku di sini; menunggu jawab ombak dari laut pilu jangan hantar luka dahulu sebelum fajar ‘jamah kalbu.   lihatlah aku di sini; menunggu hadir cinta dan kasih putihmu dekap aku dalamdalam dalam dadamu tenggelamkan aku di...

Puisi-puisi Andian Z. Arifin

Masker Demokrasi Kita adalah jelata angka-angka pemilihan Dikebiri oleh kepentingan para penguasa Lalu dibungkam dibalik masker demokrasi Tanpa diberi kebebasan bersuara Ironinya, wakil rakyat hari ini kehilangan jati diri Lupa...

142 Puisi Akan Meriahkan Hari Sumpah Pemuda

Padang, Scientia – 142 video karya peserta akan bertarung memperebutkan juara Lomba Baca dan Musikalisasi Puisi Tingkat Nasional Scientia Indonesia 2020. Peserta tersebar dari...

Puisi-puisi Mhd. Irfan

Penjara Tepian Pit Gempa Izinkan aku memasukimu akan kurenangi segala pilu yang tersemat pada jantung yang kian jingga warnanya mengalir deras pada nadi, melilit sansai itu Meski tak segalanya...

Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

Memasak Kopi Cinta   Pagi-pagi, aku sudah menangis melewati pancuran Memasak air untuk segelas kopi di bola mata yang kantuk Karena cinta yang hitam berujung tragis kepada kepahitan Yang membentur remuk di...

Puisi-puisi Diego Alpadani

Membaca Kenyataan Kita harus membaca kenyataan bukan lagi andai kata atau seakan atau sebangsa itu yang membuatmu mengali tanah sedalam sumur dengan tempurung dan mengubur dua bola matamu itu.   Pada kenyataan...

Puisi-puisi Imam Khoironi

Api di Matamu Kulihat nyala api, di matamu bergelora, membakar tiap-tiap keinginanku untuk berpaling biarkan aku pelihara Daripada percikan-percikan umpama janji kita untuk selalu memelihara api Yang penuh kesunyian suci Lampung, Juni...

Puisi-puisi Randu Sunerta

SURAT MALAM UNTUK KEKASIHKU Betapa ngerinya, betapa ngerinya kerlingan lampu-lampu yang tercekik sengatan arus, betapa ngerinya di pangkal gubuk dan jalan tanpa ada yang lalu-lalang menerobos sepi dalam dinginnya malam tapi...

Puisi-puisi Apriwanto

Berlayarlah Anak Muda   Kutahu ombak begitu besar di lautan Daratan begitu hampa tanpa cobaan Kudayung sampan hingga tujuan Terasa hidup perlu rintangan   Kudatang di Lembah Harau bersama rombongan Daun pegunungan...

Puisi-puisi Mita Handayani

Kau, Aku, dan Semu Di sudut lampu jalanan kota Di tengah hiruk-pikuk manusia Aku berteman dengan nestapa Bermandikan luka dan air mata   Ketika mengingat semua tentang kau Seketika terasa sesak...

Puisi-puisi Lulu Fahkrunisa

SI NONA Saat sunyi menerpa, menyapa Tapak-tapak kecil mulai riuh, menghentak-hentak, mencoba membangunkan dunia Sesekali gelak tawa mengiringi bait-bait debu yang turut menerpa sang gadis-gadis manja Bunyi kerincing pun tak...

Puisi-puisi Tiara Nursyita Sariza

Alkisah  Remaja Belia   Di malam yang sunyi ia berpuisi seperti biasa di balik kelambu malam seorang remaja belia memborong pulpen dan buku cinta ke atas kasurnya jemarinya bergoyang tarian salsa...

Puisi-puisi Zainur Rahman

SEBELUM  SENJA PERGI Engkau masih merangkak dalam silaumu Saat kisah dan kasihku sulam menjadi satu Membekas bayang ilalang Antara taman surga nenek moyang   Doa pengharapan telah berguguran Dalam aroma napas...

Puisi-puisi Indah Wulandari Pulungan

Bingkisan Terindah   Ketika nelangsa menggenangi pelipis belia itu Ingatlah ada pelipis yang sudah berkerut menantikan sebuah kebahagiaan Hanya sekadar menjinakkan terik mentari agar tak lagi membuatnya menumpahkan...

Puisi-puisi Chalvin Pratama Putra

Elegi Kopi   Secangkir kopi menelik kenangan yang kini telah redup seperti sinaran kunang-kunang, dan malam dengan temaram lampu jalan di sudut kota sepi Aku menampung bayang-bayangmu, seolah kakimu masih...

Puisi-puisi Rilen Dicki Agustin

Lebaran Sunyi   Malam tak lagi riuh Gema takbir tak lagi ramai Lengang tanpa ingin sebab Sunyi tanpa harap   Lebaran telah sunyi Anak-anak biasanya main petasan Kini berdiam di rumah Menghabiskan waktu bersama...

Puisi-puisi Tiara Nursyita Sariza

Di Cangkang Pesakitan   Aku adalah kesakitan Dipandang cantik karena kesakitan itu sendiri Berpeluk malam Ombak menghantam geladak kapal Di bawah sini--dalam lambung sang laut aku bersemedi Dan orang-orang berasumsi-- sakitku...