Selasa, 26/5/26 | 07:24 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KREATIKA

Cerpen “Angkasa” Karya Bramstya Argadewa Bima Ryandie dan Ulasannya oleh Azwar

Minggu, 30/6/24 | 04:50 WIB

“Itulah kisahnya, Bulan akhirnya mengerti, Matahari akan tetap menjadi idolanya sampai kapanpun. Akhirnya Kyai Langit pun memberikannya tugas mengajar juga, daaaann…… kita sambung kapan-kapan” Tutup si ustadz, anak-anak berseru kecewa. “Yahh… kok udahan sih stad?” Tanya salah satu dari mereka. “Udah mau malem pulang sana, kapan-kapan ustadz lanjutin” jawabnya.

Satu-persatu dari mereka menyalami pria itu dan pulang kerumah masing-masing. Si Ustadz memandangi mereka semua sampai jauh lalu mengalihkan pandangannya ke langit, bulan terlihat menawan “Kau masih pemalu, kadang-kadang kau menyembunyikan diri, iyakan Bulan?” Tanyanya sambil memandangi bulan. Malam ini purnama, cahayanya terlihat indah, cahaya bulan memantul dan berkilau di dada pria itu.

Nampak sebuah kalung tersemat di lehernya, berkilau samar kebiruan. (*)

[1] Surau kecil, biasa dipakai untuk mengaji bagi anak-anak di Jawa

BACAJUGA

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara dan Ulasannya oleh Azwar

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara dan Ulasannya oleh Azwar

Minggu, 08/6/25 | 16:36 WIB
Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Minggu, 01/6/25 | 06:46 WIB

[2] Jawa: Udah nak! Pulang sana, udah mau malem nih, nanti ibumu nyariin loh

[3] Jawa : Cepetan, nanti malah dipukulin lagi sama pak ustadz

[4] Jawa : Sampai tiga kalo belum sampai ustadz pukulin

[5] Jawa : Ada apa toh nak dari tadi kakek perhatikan, kok kaya ada masalah” 6 Gak kenapa-kenapa kok mbah

[6] Jawa : makasih ya.

 

Tentang Penulis:

Bramstya Argadewa Bima Ryandie atau dikenal dengan nama pena Noah, lahir di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Lahir pada 26 Mei 2009, saat ini bersekolah di ICBS Payakumbuh. Pada awalnya ia tertarik pada buku hanya sebagai konsumen saja. Saat kecil kemampuan membacanya lebih baik dari teman-teman. Saat SD ia biasa membaca 3-5 buku setiap hari dan sudah mulai belajar bahasa asing berupa Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Masa SMP, minat baca semakin tinggi, dalam waktu satu setengah tahun hampir seluruh buku di perpustakaan sekolah dengan ragam bacaan seperti novel berbahasa asing dan kitab kuning dan semenjak itu ia jadi sangat berminat dengan menulis karena dari salah-satu buku saya menemukan kata-kata dari Imam Syafi’i yang berbunyi “Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya.”


Pesan Moral dalam Cerpen Angkasa Karya Bramstya Argadewa Bima Ryandie

Oleh: Azwar
Dewan Penasihat Pengurus FLP Wilayah Sumatera Barat.

 

Burhan Nurgiyantoro dalam bukunya Teori Pengkajian Fiksi yang diterbitkan Gajah Mada University Press, Yogyakarta (2012) menyampaikan bahwa moral dalam karya sastra merupakan sesuatu yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya yang merupakan makna yang terkandung dalam cerita. Selain itu, moral merupakan cerminan pandangan hidup pengarang.

Sikap dan tingkah laku tokoh dalam cerita merupakan pandangan mengenai moral yang diterapkan oleh pengarang. Moral dalam cerita merupakan “petunjuk” yang sengaja diberikan oleh pengarang tentang berbagai hal yang berhubungan dengan masalah kehidupan, seperti sikap, tingkah laku, dan sopan santun pergaulan.

Selain itu Burhanudin Salam dalam buku Etika Individual: Pola Dasar Filsafat Moral yang diterbitkan PT. Rineka Cipta (2000) menyampaikan bahwa moral mempunyai pengertian yang sama dengan kesusilaan, memuat ajaran tentang baik buruknya perbuatan. Perbuatan itu dinilai sebagai perbuatan yang baik atau perbuatan yang buruk. Salam juga mengungkapkan bahwa moral langsung mempunyai hubungan dengan perbuatan manusia sehari-hari, mempunyai hubungan langsung bagaimana manusia harus berbuat dalam kehidupannya sehari-hari.

Kreatika edisi minggu ini menayangkan sebuah cerpen berudul Angkasa, karya Bramstya Argadewa Bima Ryandie, seorang siswa SMA ICBS Payakumbuh, Sumatera Barat. Bramstya lahir di Sarolangun, Jambi dan menempuh pendidikan dasar di daerah tersebut. Dari ceritanya terlihat Bramstya lahir dan tumbuh dalam budaya Jawa yang terlihat dari latar ceritanya.

Cerpen Angkasa  menceritakan tentang seorang pemuda bernama Bulan yang menjalani hidupnya di sebuah pondok pesantren bersama dua sahabatnya, Matahari dan Bumi. Bulan merasa rendah diri dan selalu membandingkan dirinya dengan Matahari, sahabatnya yang selalu ceria dan penuh semangat. Matahari sering menjadi pusat perhatian dan kekaguman, sedangkan Bulan merasa dirinya tidak memiliki keistimewaan.

Halaman 7 dari 9
Prev1...6789Next
Tags: Azwar Sutan MakalaBramstya Argadewa BRFLP SumbarKreatika
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Asyilah Nurhafidza dan Ulasannya oleh Dara Layl

Berita Sesudah

Eksotisme dalam Wacana Pariwisata

Berita Terkait

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara dan Ulasannya oleh Azwar

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara dan Ulasannya oleh Azwar

Minggu, 08/6/25 | 16:36 WIB

  Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara Alienasi Hidup Kita hanya seorang pelancong Yang mengembara segala tempat Lalu tinggal – termenung Di...

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Minggu, 01/6/25 | 06:46 WIB

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra Gambar Diri Ini gambar diri. Aku yang berjalan tak selalu lurus, kadang tersandung bayangan sendiri, cerobohku...

Cerpen “Seberkas Titik yang Masih Tertinggal” Karya Arifah Prima Satrianingrum dan Ulasannya oleh Azwar

Cerpen “Seberkas Titik yang Masih Tertinggal” Karya Arifah Prima Satrianingrum dan Ulasannya oleh Azwar

Minggu, 25/5/25 | 09:15 WIB

Seberkas Titik yang Masih Tertinggal Cerpen Oleh: Arifah Prima Satrianingrum   Siang itu, matahari dengan terik mengambang di Padang. Ruas-ruas...

Puisi-puisi Karya Farha Nabila dan Ulasannya Oleh Dara Layl

Puisi-puisi Karya Farha Nabila dan Ulasannya Oleh Dara Layl

Minggu, 11/5/25 | 07:10 WIB

Puisi-puisi Farha Nabila   Kanak-Kanak dalam Diri Tatkala kutemukan diriku dalam relung kesepian Yang disana takkan kutemukan dengungan sumpah serapah...

Cerpen “Sejauh Apapun, Kau Akan Selalu Hebat” karya Balqin Adzra dan Ulasannya oleh M. Adioska

Cerpen “Sejauh Apapun, Kau Akan Selalu Hebat” karya Balqin Adzra dan Ulasannya oleh M. Adioska

Minggu, 04/5/25 | 08:40 WIB

Sejauh Apapun, Kau Akan Selalu Hebat Karya: Balqin Adzra   “Silahkan mampir! Kami mempunyai mochi varian baru!” teriak sang penjual...

Puisi-puisi Feiruzy Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Feiruzy Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Minggu, 27/4/25 | 16:31 WIB

Puisi-puisi Feiruzy Azzahra   Merindu Nagari Nan Jauh Tiap langkah yang menapak Meninggalkan rindu yang menjejak Risau nan gulandah memenuhi...

Berita Sesudah
Metafora “Paradise” dalam Wacana Pariwisata

Eksotisme dalam Wacana Pariwisata

Discussion about this post

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Bahasa Estetik dalam Luka “Gaza Tak Pernah Sunyi” Karya Hardi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Regulasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Perguruan Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Roni Aprianto Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Dharmasraya Periode 2026-2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Duka Cita atau Dukacita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026