Selasa, 26/5/26 | 08:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KREATIKA

Cerpen “Angkasa” Karya Bramstya Argadewa Bima Ryandie dan Ulasannya oleh Azwar

Minggu, 30/6/24 | 04:50 WIB

Matahari masih belum mulai berbicara, tangannnya malah meraih sesuatu disampingnya. “Lan, ini hadiah buat kamu” Ujarnya sambil memberikan sebuah kotak. Bulan menerima dan membukanya”Kalung?” Ucapnya setelah melihat isinya. Matahari tersenyum “Aku buat sendiri” Ucapnya. Kalungnya terlihat keren, berckilau samar kebiruan. “Bagus, makasih ya” Kata Bulan.

Mereka terdiam beberapa saat, Bulan akhirnya buka suara terlebih dahulu “Ini dalam rangka apa ya kamu ngasih aku hadiah?” Tanyanya. Matahari terdiam sejenak “Sebentar lagi aku pergi, semacam hadiah perpisahan” ucapnya akhirnya. Bulan sedikit terkejut dengan perkataan Matahari “Bumi udah tahu?” Tanyanya lagi “Udah” Sahut Matahari

“Emang kau mau pergi kemana?” Tanya Bulan, “Mbah Yai menawarkanku untuk pergi mengajar ditempat lain” Jawabnya. “Bagus” Komentarnya, Bulan memerhatikan tas disamping Matahari, sepertinya dia pergi hari ini. “Terus emang kenapa kalo begitu, kayaknya nggak ada masalah deh?” Matahari memerhatikan santri-santri yang sedang bermain. “jujur aku nggak yakin aku bisa berpisah dengan kalian berdua, aku udah bilang ke bumi sejak lama, berat sih, tapi lebih berat waktu ngomonginnya ke kamu, apalagi setelah punggungmu masih terluka, jadi aku nunggu beberapa hari sekalian nyiapin hadiah perpisahan” Dia berhenti sejenak.

“Kalian berdua adalah ssehabat terbaik yang pernah kupunya, terutama kamu melihat berusaha keras setiap hari untuk mengalahkanku, itu menambah semangatku” Bulan terdiam mendengar perkataannya, jadi selama ini dia sadar. “Kau mungkin tidak pernah berhasil, tapi percayalah kau sudah berhasil menjadi sahabat terbaikku, sahabat yang diinginkan semua orang, kau lebih hebat dariku” lanjutnya lagi. Matahari berdiridan mengulurkan tangannya, Bulan menyambutnya dan mereka bersalaman untuk terakhir kalinya, salam perpisahan.

BACAJUGA

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara dan Ulasannya oleh Azwar

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara dan Ulasannya oleh Azwar

Minggu, 08/6/25 | 16:36 WIB
Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Minggu, 01/6/25 | 06:46 WIB

“Jaga diri ya Lan, aku berangkat dulu ya, assalamualaikum” Pamitnya, Bulan menjawabnya dan melepas kepergian sehabat sekaligus idolanya itu. Dia melihat kembali hadiah perpisahan dari Matahari, dan mengenakannya. Dia duduk sambil memandangi matahari yang mulai terbenam, seakan mengucap perpisahan padanya.

Halaman 6 dari 9
Prev1...567...9Next
Tags: Azwar Sutan MakalaBramstya Argadewa BRFLP SumbarKreatika
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Puisi-puisi Asyilah Nurhafidza dan Ulasannya oleh Dara Layl

Berita Sesudah

Eksotisme dalam Wacana Pariwisata

Berita Terkait

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara dan Ulasannya oleh Azwar

Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara dan Ulasannya oleh Azwar

Minggu, 08/6/25 | 16:36 WIB

  Puisi-puisi Rifqi Septian Dewantara Alienasi Hidup Kita hanya seorang pelancong Yang mengembara segala tempat Lalu tinggal – termenung Di...

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Minggu, 01/6/25 | 06:46 WIB

Puisi-puisi Puti Fathiya Azzahra Gambar Diri Ini gambar diri. Aku yang berjalan tak selalu lurus, kadang tersandung bayangan sendiri, cerobohku...

Cerpen “Seberkas Titik yang Masih Tertinggal” Karya Arifah Prima Satrianingrum dan Ulasannya oleh Azwar

Cerpen “Seberkas Titik yang Masih Tertinggal” Karya Arifah Prima Satrianingrum dan Ulasannya oleh Azwar

Minggu, 25/5/25 | 09:15 WIB

Seberkas Titik yang Masih Tertinggal Cerpen Oleh: Arifah Prima Satrianingrum   Siang itu, matahari dengan terik mengambang di Padang. Ruas-ruas...

Puisi-puisi Karya Farha Nabila dan Ulasannya Oleh Dara Layl

Puisi-puisi Karya Farha Nabila dan Ulasannya Oleh Dara Layl

Minggu, 11/5/25 | 07:10 WIB

Puisi-puisi Farha Nabila   Kanak-Kanak dalam Diri Tatkala kutemukan diriku dalam relung kesepian Yang disana takkan kutemukan dengungan sumpah serapah...

Cerpen “Sejauh Apapun, Kau Akan Selalu Hebat” karya Balqin Adzra dan Ulasannya oleh M. Adioska

Cerpen “Sejauh Apapun, Kau Akan Selalu Hebat” karya Balqin Adzra dan Ulasannya oleh M. Adioska

Minggu, 04/5/25 | 08:40 WIB

Sejauh Apapun, Kau Akan Selalu Hebat Karya: Balqin Adzra   “Silahkan mampir! Kami mempunyai mochi varian baru!” teriak sang penjual...

Puisi-puisi Feiruzy Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Feiruzy Azzahra dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Minggu, 27/4/25 | 16:31 WIB

Puisi-puisi Feiruzy Azzahra   Merindu Nagari Nan Jauh Tiap langkah yang menapak Meninggalkan rindu yang menjejak Risau nan gulandah memenuhi...

Berita Sesudah
Metafora “Paradise” dalam Wacana Pariwisata

Eksotisme dalam Wacana Pariwisata

Discussion about this post

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa Estetik dalam Luka “Gaza Tak Pernah Sunyi” Karya Hardi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Roni Aprianto Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Dharmasraya Periode 2026-2029

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Duka Cita atau Dukacita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Regulasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Perguruan Tinggi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026