Matahari masih belum mulai berbicara, tangannnya malah meraih sesuatu disampingnya. “Lan, ini hadiah buat kamu” Ujarnya sambil memberikan sebuah kotak. Bulan menerima dan membukanya”Kalung?” Ucapnya setelah melihat isinya. Matahari tersenyum “Aku buat sendiri” Ucapnya. Kalungnya terlihat keren, berckilau samar kebiruan. “Bagus, makasih ya” Kata Bulan.
Mereka terdiam beberapa saat, Bulan akhirnya buka suara terlebih dahulu “Ini dalam rangka apa ya kamu ngasih aku hadiah?” Tanyanya. Matahari terdiam sejenak “Sebentar lagi aku pergi, semacam hadiah perpisahan” ucapnya akhirnya. Bulan sedikit terkejut dengan perkataan Matahari “Bumi udah tahu?” Tanyanya lagi “Udah” Sahut Matahari
“Emang kau mau pergi kemana?” Tanya Bulan, “Mbah Yai menawarkanku untuk pergi mengajar ditempat lain” Jawabnya. “Bagus” Komentarnya, Bulan memerhatikan tas disamping Matahari, sepertinya dia pergi hari ini. “Terus emang kenapa kalo begitu, kayaknya nggak ada masalah deh?” Matahari memerhatikan santri-santri yang sedang bermain. “jujur aku nggak yakin aku bisa berpisah dengan kalian berdua, aku udah bilang ke bumi sejak lama, berat sih, tapi lebih berat waktu ngomonginnya ke kamu, apalagi setelah punggungmu masih terluka, jadi aku nunggu beberapa hari sekalian nyiapin hadiah perpisahan” Dia berhenti sejenak.
“Kalian berdua adalah ssehabat terbaik yang pernah kupunya, terutama kamu melihat berusaha keras setiap hari untuk mengalahkanku, itu menambah semangatku” Bulan terdiam mendengar perkataannya, jadi selama ini dia sadar. “Kau mungkin tidak pernah berhasil, tapi percayalah kau sudah berhasil menjadi sahabat terbaikku, sahabat yang diinginkan semua orang, kau lebih hebat dariku” lanjutnya lagi. Matahari berdiridan mengulurkan tangannya, Bulan menyambutnya dan mereka bersalaman untuk terakhir kalinya, salam perpisahan.
“Jaga diri ya Lan, aku berangkat dulu ya, assalamualaikum” Pamitnya, Bulan menjawabnya dan melepas kepergian sehabat sekaligus idolanya itu. Dia melihat kembali hadiah perpisahan dari Matahari, dan mengenakannya. Dia duduk sambil memandangi matahari yang mulai terbenam, seakan mengucap perpisahan padanya.










Discussion about this post