Minggu, 01/11/26 | 17:01 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Setelah Gelas Kosong

Minggu, 01/11/26 | 15:51 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Saya kira wawancara selesai ketika kopi susu di gelas tinggal ampasnya. Begitulah yang saya ceritakan dalam tulisan minggu lalu, “Sepanjang Segelas Kopi Susu”, minuman habis, percakapan pun usai. Namun, cerita para narasumber rupanya ikut pulang bersama saya. Saat rekaman diputar kembali, ada kalimat yang baru saya pahami dan ada pula jawaban yang justru melahirkan pertanyaan baru.

Mendengarkan rekaman memberi saya kesempatan untuk menyimak hal-hal yang mungkin terlewat di kedai. Saat berhadapan dengan narasumber, saya mendengarkan sambil mencatat dan menyiapkan pertanyaan berikutnya. Kini, saya bisa berhenti sejenak, mengulang satu penjelasan, lalu menyesuaikannya dengan catatan. Dari situ, saya mulai menyadari bahwa cerita yang sudah saya dengar belum tentu sepenuhnya saya pahami.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Kadang, perhatian saya justru tertuju pada kalimat yang semula terdengar biasa. Penjelasan singkat tentang siapa yang mengajarkan sebuah tradisi, misalnya, dapat membawa saya memahami bagaimana pengetahuan itu diwariskan. Saya lalu menyimak bagian sebelum dan sesudahnya agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Dengan mendengarkan kembali, saya perlahan memahami hubungan antara potongan-potongan cerita yang sebelumnya terasa terpisah.

Keterkaitan antarcerita itu juga menyadarkan saya akan pentingnya memberi jeda dalam wawancara. Ketika narasumber terdiam, ia mungkin sedang mengingat orang yang dahulu mengajarkan sebuah tradisi atau peristiwa yang menyertai pengalamannya. Jika saya terlalu cepat mengajukan pertanyaan berikutnya, alur ceritanya bisa terputus. Saya pun belajar mengikuti arah percakapan dengan lebih sabar, sebab dari jawaban yang panjang sering muncul penjelasan penting yang belum tercakup dalam daftar pertanyaan.

Kesabaran memahami cerita itu juga diperlukan ketika saya mulai menulis. Tuturan yang menjadi bahan penelitian saya mungkin merangkum pengalaman narasumber selama bertahun-tahun, sehingga tidak bisa diringkas begitu saja. Saya perlu memilih bagian yang relevan sambil menjaga maksud dan hubungan antargagasannya. Saat ragu terhadap sebuah istilah atau penjelasan, saya kembali memeriksa catatan dan rekaman, lalu menandai bagian yang perlu ditanyakan lagi. Proses ini membantu saya menyadari bahwa masih ada hal yang belum sepenuhnya saya pahami.

Karena itu, saya tidak ingin terburu-buru menganggap semua pertanyaan telah terjawab ketika wawancara selesai. Kesediaan narasumber berbagi cerita perlu saya hargai dengan kesungguhan memahami dan menuliskannya secara cermat. Kini, segelas kopi susu mengingatkan saya pada percakapan di kedai sekaligus pekerjaan yang menanti setelahnya, menyimak rekaman, memeriksa catatan, dan menimbang kembali pemahaman saya. Gelas sudah kosong, tetapi tugas saya sebagai pendengar belum selesai.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Segelas kecil kopi susu ternyata bisa habis dalam satu...

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

POPULER

  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Percepat Pembangunan Asam Jujuhan, Infrastruktur Jalan Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Sosialisasikan Perda Koperasi dan Usaha Kecil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026