Minggu, 08/11/26 | 16:07 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Analisis Wacana Kritis Perang Kata-Kata Trump dan El Sayed

Minggu, 08/11/26 | 15:39 WIB
Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)

Para linguis memandang bahasa bukan hanya sebagai alat komunikasi, melainkan juga sebagai medan pertarungan ideologi dan kekuasaan.

Seperti kalimat pemantik (hook) di atas, baru-baru ini, Donald Trump dan Abdul El Sayed saling melontarkan kata-kata tajam. Perang kata-kata dalam ranah perpolitikan Amerika Serikat tersebut menunjukkan seberapa besar kekuasaan dan kekuatan masing-masing. Trump mengatakan bahwa El Sayed mesti dipindai dengan metal detector sebelum masuk ruang senat. ”He would be the only senator that will have to go through a metal detector before he’s allowed to go into the Senate. I want him to have a metal detector.” (Dia akan menjadi satu-satunya senator yang harus melewati detektor logam sebelum diizinkan masuk ke ruang senat. Saya ingin dia diperiksa dengan detektor logam). El Sayed membalas sindiran tajam Trump dengan kalimat: “But here’s the deal, Donald, listen: I’ll go through a metal detector if you’ll sit for a lie detector.” (Tapi begini kesepakatannya, Donald, dengar ya: Aku rela diperiksa detektor logam asalkan kamu mau tes kejujuran).

Metal detector atau detektor logam merupakan alat pemindai tubuh canggih yang digunakan untuk menyaring senjata api atau benda-benda berbahaya lainnya pada tubuh seseorang yang dapat mengancam keamanan ruang publik. Pernyataan Trump terhadap El Sayed merupakan tudingan bahwa El Sayed merupakan orang yang berbahaya dan patut dipindai. El Sayed menuding balik dengan mengatakan Trump sebagai orang yang berbohong. Perseteruan keduanya telah menyebar di ruang publik dalam bentuk berbagai pemberitaan media massa dan juga potongan-potongan pidato mereka yang tersebar di media sosial.

Kalimat-kalimat tersebut menunjukkan ketegangan politik antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Abdul El Sayed, senator Muslim Amerika Serikat pertama yang baru terpilih pada tanggal 4 November 2026 sebagai perwakilan Partai Demokrat dari Michigan. Perang kata-kata di antara keduanya menunjukkan bahwa kata-kata bukan hanya rangkaian fonem belaka, melainkan juga senjata untuk bertarung dalam menunjukkan kekuasaan dan pengaruh di ruang publik.

Dalam perang verbal yang saling menjatuhkan mental tersebut, kata-kata bahkan bisa sama tajamnya dengan senjata QBZ-95/AR-15, drone pengintai, rudal balistik, dan sejenisnya. Kata-kata dapat membangun, mempertahankan, menggerakkan massa, mengubah persepsi publik, dan menjadi kekuatan yang tak terduga. Sebaliknya, kata-kata juga dapat menghancurkan dan meruntuhkan kekuasaan.  Sementara itu,  kekuasaan dapat memberi bobot dan gema pada setiap kata yang diucapkan.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Bahasa Militer di Kalangan Gen Z

Minggu, 25/10/26 | 22:30 WIB
Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB

Dalam buku Discourse and Social Change, Norman Fairclough, seorang ahli analisis wacana kritis, menyatakan bahwa kata-kata dan kekuasaan memiliki hubungan dialektis, di mana kata-kata dibentuk dan dipengaruhi oleh struktur sosial dan kata-kata membentuk kembali struktur sosial, identitas, dan kekuasaan (Fairclough, 1992).

Ahli wacana kritis yang lain, Teun A. van Dijk menyatakan bahwa kekuasaan bukan hanya milik fisik dan militer, melainkan juga kekuasaan simbolik dan kognisi sosial dari kelompok elite (politisi, akademisi, media massa,  dan lembaga negara) yang memiliki kendali besar untuk mengakses, memproduksi, dan mendistribusikan kata-kata (wacana) kepada masyarakat. Kognisi sosial merujuk pada rangkaian pengetahuan, nilai-nilai dan norma, ideologi, dan prasangka atau pemahaman bersama yang dimiliki oleh anggota suatu kelompok masyarakat. Media massa, media sosial, lembaga negara, dan partai politik adalah jembatan penghubung kognisi sosial tersebut dengan masyarakat.

Tindakan Donald Trump dan Abdul El Sayed yang saling bertarung dalam perang kata-kata di bawah kilatan cahaya fotografer dan sorotan kamera media massa yang menyebar hingga ke media sosial adalah cara untuk mendapatkan kekuasaan melalui simpati publik yang mempercayai kekuatan kata-kata yang dilontarkan. Ruang-ruang tersebut berperan sebagai jembatan untuk menyampaikan pesan-pesan pengetahuan mereka kepada masyarakat sekaligus menanamkan prasangka, pengaruh, dan kekuasaan. Keduanya sedang berupaya memenangkan penilaian publik tentang siapa yang terlihat paling berkuasa dan paling berpengaruh di mata publik Amerika Serikat dan dunia. Trump menggunakan gaya lama dengan menjadikan identitas Muslim El Sayed sebagai cap teroris dan ancaman, sedangkan El Sayed juga mempunyai beberapa “kartu truf” Trump dan informasi lain yang dianggap bohong darinya.

Pada akhirnya, pemenang sejati dari perang kata-kata tersebut adalah penilaian publik. Publik yang berpegang teguh pada nilai-nilai moralitas dan kemanusiaan atau publik yang percaya pada gosip, intrik, dan pencitraan.

Tags: #Elly Delfia
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

APHTN-HAN Sumbar Dorong Reformasi UU Pemilu, Empat Isu Strategis Jadi Sorotan

Berita Sesudah

Perempuan, Hasrat, dan Female Gaze dalam Budaya Populer

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Bahasa Militer di Kalangan Gen Z

Minggu, 25/10/26 | 22:30 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik FIB Universitas Andalas) Di ruang kelas, saya mendapatkan mahasiswa...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Pada kolom Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kemarin pagi, saat matahari masih memproduksi vitamin...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan) Di dalam kehidupan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Berita Sesudah
Batu dan Zaman

Perempuan, Hasrat, dan Female Gaze dalam Budaya Populer

POPULER

  • Isma Yatun Kembali Pimpin BPK, Rangkap Plt Anggota VI Usai Fathan Subchi Wafat

    Isma Yatun Kembali Pimpin BPK, Rangkap Plt Anggota VI Usai Fathan Subchi Wafat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Depan “dari” dan “daripada” yang Tidak Tepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Kesempatan Kedua” oleh Sakura Alvino dan Ulasannya oleh Azwar Sutan Malaka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Smartfren dan Nubia Hadirkan Smartphone 5G dengan Internet Unlimited Dua Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelabuhan Teluk Tapang Ditargetkan Beroperasi 2028

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soal Angkutan Umum Masuk Terminal, Zalmadi Minta Pemko Padang Pastikan Kemudahan Bagi Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026