Cerpen: Rilen Dicki Agustin Ibuku ialah seorang petani. Petani yang hanya memiliki sepetak sawah. Sepetak sawah itulah penghidupan bagi keluarga,...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Yuniar Galuh Nur Fatiha “Mama ingin merawat negeri,” jawabnya singkat. “Maksudnya?” tanyaku. Dia terdiam. Bola matanya bergerak mengikuti...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Alviana Mawaddatun Nafi’ah Sayup rendah kicau burung gereja mewarnai damai sore yang ke sekian kali. Kicau berlatar dersik angin...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Rizki Adi Saputra Matahari beranjak naik. Sinarnya tajam menembus atmosfer dan menghunjam lapangan tanah dengan berani. Pantulan yang terasa perih...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Armini Arbain Di tepi Danau Maninjau yang indah dan sejuk, di situlah aku dilahirkan. Tulis Hamka dalam bukunya Kenang-Kenangan...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen : A. Suwistyo Kesunyian malam sangat jelas mengisyaratkan apa pun untuk tidur. Buah kaci mahar untuk ranum dan juga...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Septiani Pasar Beringharjo selalu padat dan ramai. Becak berlalu-lalang, ada juga yang hanya diam. Barangkali, menunggu pengunjung Pasar Beringharjo...
Baca SelanjutnyaDetailsCerpen: Mey Budiartini “Buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Pribahasa termasyhur bahwa sifat anak tidak jauh dari orang tuanya....
Baca SelanjutnyaDetailsGambar : Ilustrasi Cerpen: Farisza Azzahra Aku menatap meja makan kecil yang penuh dengan soal ujian biologi. Dengan tambahan sepiring...
Baca SelanjutnyaDetailsgambar : ilustrasi Cerpen: Bintaran Sukmatama Untaian lirik lagu kebangsaan yang dinyanyikan oleh anak-anak usia SD menggetarkan dinding tripleks dan...
Baca SelanjutnyaDetails