Sabtu, 26/9/26 | 22:03 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Refleksi Hari Anak Nasional, Lindungi Generasi Bangsa

Minggu, 25/7/21 | 07:28 WIB

Kamelia Sambas
(Ketua Bidang Politik, Hukum, dan HAM Kopri PB PMII)

 

Pandemi Covid-19 melanda dunia dan Indonesia termasuk di dalamnya. Bangsa ini berjuang melawan  Covid-19 dengan mengeluarkan kebijakan karantina wilayah (lockdown) menjadi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kemudian, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga PPKM Darurat. Semua aktivitas dilakukan dari rumah, termasuk pembelajaran di sekolah. Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak.

Pembatasan sosial (sosial distancing) yang berlangsung selama pandemi memberikan tekanan mental atau psikososial terhadap anak. Dari yang tadinya aktivitas mereka di sekolah dan belajar dengan guru serta berinteraksi dengan teman-temannya, sekarang, aktivitas mereka berubah dan dilakukan di rumah. Berkaitan dengan munculnya kebijakan belajar dari rumah yang harus dilakukan anak-anak, hal ini beresiko sangat tinggi bagi anak. Anak-anak bisa mengakses internet lebih lama sehingga berdampak pada kesehatan mental maupun sosialnya.

BACAJUGA

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 20/9/26 | 15:43 WIB
Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Menyusuri Luka Kanak-kanak dalam Kumpulan Puisi “Belajar Menanggalkan Bulan”

Minggu, 13/9/26 | 22:05 WIB

Melihat situasi saat ini, anak akan rentan terpapar konten-konten yang berbau tentang pornografi dan bahkan akan terancam menjadi korban eksploitasi. Ini sangat berdampak buruk bagi anak yang akan membuat mereka kecanduan terhadap pornografi. Pornografi juga bisa merusak tatanan psikososial masyarakat. Orang tua diharapkan peka terhadap situasi di masa pandemi ini. Anak-anak mereka berhak untuk mendapatkan kehidupan yang layak, baik secara materi maupun lingkungan, pergaulan, dan media informasi yang sehat dan layak diberikan kepada anak-anak. Bangsa ini harus serius dalam menjawab tantangan globalisasi yang berpeluang besar memberikan ancaman bagi generasi penerus bangsa. Jika negara tidak dapat menjadi payung pelindung untuk menyelamatkan masa depan anak, negara ini akan sangat sulit melahirkan dan mendidik gerenasi yang cerdas serta berkarakter.

Dengan adanya kebijakan belajar di rumah di masa pandemi, juga meningkatkan kasus kekerasan terhadap anak. Berdasarkan data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak  (SIMFONI PPA) tahun 2020, telah terjadi  3.087 kasus kekerasan terhadap anak, di antaranya 852 kekerasan fisik, 768 psikis, dan 1.848 kasus kekerasan seksual. Angka ini tergolong tinggi. Ini terjadi karena semua aktivitas hampir dilakukan di rumah. Sementara itu, tidak semua anggota keluarga siap menerima kondisi seperti ini. Belum lagi orang tua atau anggota keluarga yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan tekanan ekonomi. Efeknya, pelampiasan terjadi terhadap anak atau anak menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.

Dalam momentum Hari Anak Nasional (HAN) tanggal 23 Juli 2021, mari kita merasa memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk peduli terhadap apa pun yang dapat mengancam masa depan generasi bangsa ini. Hal ini juga dinyatakan dalam Undang-undang (UU) No. 39/1999 tentang HAM dan Undang-undang (UU) Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak. Kebijakan tersebut mengamanatkan kepada negara, peran serta masyarakat dan orang tua  dalam memberikan perlindungan pada anak tanpa membedakan dari suku, agama, ras dan golongan. Oleh karena itu, dukungan dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan untuk memprioritaskan kepentingan bagi anak dalam mendapatkan hak dan perlindungan tanpa adanya kekerasan, khususnya dalam mengkritisi aturan pornografi. Sangat penting memberikan pembatasan akses pada anak terhadap seluruh materi pornografi atau materi pornografi anak yang ditampilkan melalui media.

Perlu adanya kerja sama dari semua pilar bangsa, terutama peran orang tua yang benar-benar menjaga, memberikan dukungan yang baik, dan mengawasi anak dari pihak manapun yang mencoba merusak masa depan anak bangsa. Memberikan hukuman yang setimpal bagi para korban yang sengaja ingin merusak anak bangsa. Indonesia Ramah Anak. Lindungi Anak. Indonesia Maju.

Tags: #Kamelia Sambas
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerpen Karya Najla Anissa Fatin “Bansi Pak Kaharuddin” dan Ulasannya oleh M. Adioska

Berita Sesudah

Puisi-puisi Diego Alpadani

Berita Terkait

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 20/9/26 | 15:43 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Pernahkah Anda mendengar kalimat "kepala sekolah itu sedang memegang kepalanya...

Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Menyusuri Luka Kanak-kanak dalam Kumpulan Puisi “Belajar Menanggalkan Bulan”

Minggu, 13/9/26 | 22:05 WIB

Oleh: Rosidatul Arifah (Alumni S1 Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)  Awal September 2026 ini memberikan angin ceria pada...

Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

Modernisme dan Dunia yang Dinamis dalam Karya Sastra

Minggu, 13/9/26 | 09:35 WIB

Oleh: Maharani Syifa Ramadhan (Alumni Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Magister Sastra Kontemporer, Universitas Padjajaran)   Modernisme...

Benarkah Onomatope Arbitrer?

Benarkah Onomatope Arbitrer?

Minggu, 13/9/26 | 08:48 WIB

Oleh: Ahmad Hamidi dan Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)    Seekor anjing sedang menggonggong di...

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Minggu, 06/9/26 | 11:00 WIB

Oleh: Hasbi Witir (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Kata pulang merupakan kata yang sangat dekat dengan kehidupan...

Puisi-puisi M. Subarkah

Jangan Tunggu Hutan Habis untuk Sadar

Minggu, 06/9/26 | 10:37 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Magister Linguistik FIB Universitas Andalas) Kita sering baru mengingat hutan ketika bencana datang. Ketika hujan turun...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Diego Alpadani

Puisi-puisi Diego Alpadani

Discussion about this post

POPULER

  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dinas Wabup Solok Dibuka untuk Pengungsi, Warga Diminta Hindari Lokasi Rawan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSAM Bukittinggi Butuh 500 Kantong Darah per Bulan, Golongan AB Paling Langka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diskriminasi dan Marginalisasi Tokoh Minke dalam Tetralogi Pulau Buru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penayangan Film Sinematografi Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Andalas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penulisan Gelar dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026