Jumat, 17/7/26 | 05:22 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Adat “Naiak Anak Mudo” Manifestasi Berdemokrasi Anak muda Minangkabau

Minggu, 19/1/25 | 10:13 WIB

Oleh: Metra Wiranda Putra
(Alumni UIN Imam Bonjol Padang dan Aktivis Pemuda Padang Pariaman)

 

Masyarakat Minangkabau memiliki budaya yang kaya dan unik serta dikenal sebagai masyarakat yang hospitable (ramah).  Masyarakat Minangkabau juga dikenal dengan sistem kekerabatan matrilineal di mana sistem sosial dan budaya yang menempatkan perempuan sebagai pusat keluarga yang dikenal dengan garis keturunan ibu.

BACAJUGA

Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

Senin, 13/7/26 | 07:52 WIB
Dominasi Penggunaan Frasa Berdasarkan Tujuan Berbahasa

Dominasi Penggunaan Frasa Berdasarkan Tujuan Berbahasa

Senin, 13/7/26 | 07:38 WIB

Masyarakat Minangkabau juga kaya dengan adat, budaya, suku, dan bahasa merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Mengapa disebut kaya, bayangkan dalam satu wilayah dari nagari satu ke nagari lain sudah memiliki karakteristik logat bahasa, tradisi, suku dan budaya yang berbeda. Istilah ini dikenal dengan “Lain Lubuak lain ikannyo, lain ladang lain ilalang”.

Keanekaragaman ini adalah bentuk keniscayaan dalam kehidupan sosial di Minangkabau. Salah satu contohnya di suatu daerah di Padang Pariaman yang prosesi perhelatannya, menggunakan banyak tradisi dan adat yang akan dilaksanakan oleh tuan rumah dan masyarakat. Salah satunya adat “Naiak Anak Mudo” (naik anak muda) yang merupakan adat turun temurun yang dilakukan setiap acara “baghalek”(perhelatan/pesta perkawinan). “Naiak anak mudo” merupakan suatu wadah proses musyawarah yang diselenggarakan oleh tuan rumah dengan  dihadiri oleh wali korong , kapalo mudo (kepala adat korong), ninik mamak, urang sumando (menantu laki-laki), tokoh adat dan anak muda. Mereka berdiskusi dengan menggunakan bahasa Minangkabau dalam mencari kata sepakat tentang acara perhelatan yang akan dilangsungkan. Tuan rumah meminta pertolongan atau bantuan kepada kepala adat korong dan anak muda korong untuk meringankan beban tuan rumah selama perhelatan, baiksecara materil dan moril. Dengan perumpamaan “Mahampaan sayok nan lamah dan pauah nan landai ka urang korong”

Penyampaian tujuan dilakukan dengan seni lisan literatur bahasa Minangkabau yang dikenal dengan ” Alua Pasambahan”.  Ini adalah alat prasarana komunikasi “Naiak anak Mudo”. Dalam proses musyawarah diskusi mencari kata sepakat bisa berjalan alot. Berawal dari tuan memberikan kabar tentang perhelatan yang akan dilakukan kepala korong setelah itu kepala adat korong melemparkan kabar kepada anak muda, selanjutnya anak muda bermusyawarah tentang tujuan maksud atau kabar yang disampaikan tuan rumah. Kepala adat korong tidak bisa langsung mengambil keputusan atas kabar yang diberikan oleh tuan rumah. Mereka musyawarah dengan anak muda dan masyarakat dalam acara “naiak anak mudo” tersebut.

“Mangawuik indak sakali kameh, mamancuang indak sakali putuih“. Istillah ini  berarti bahwa kepala adat korong tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada dukungan dari anak muda dan masyarakat untuk membantu menyukseskan perhelatan tuan rumah. Ia meminta pendapat  kepada anak muda yang hadir. Setelah diskusi panjang, kata sepakat hasil musyawarah akan didapat dan dikabarkan kembali kepada tuan rumah.

Adat “Naiak Anak Mudo” bentuk manifestasi demokrasi anak muda Minangkabau di daerah Padang Pariaman sebelum pesta perkawinan. Dalam proses kegiatan “Naiak Anak Mudo” terdapat nilai-nilai demokrasi yang dijalankan anak muda, diantaranya musyawarah mencari kata sepakat dan anak muda diberi kebebasan berpendapat dan menghargai pendapat orang lain yang berbeda pandangan. Selain itu, acara ini juga melatih anak muda untuk mengikuti proses pengambilan keputusan yang melibatkan semua orang, mengutamakan kata musyawarah mufakat dalam mengambil Keputusan, berani mengemukakan pendapat, siap menerima kritikan, masukan, membangun semangat kebersamaan, dan kegotongroyongan.

Saat ini banyak anak muda yang tidak tertarik lagi dengan kegiatan-kegiatan adat di daerahnya. Jangankan untuk mempelajari, mengikuti kegiatannya saja mereka tidak mau. Mereka enggan untuk terlibat. Padahal, jika dipelajari “Alua Pasambahan” sangat berguna untuk diri sendiri kelak dalam berumah tangga dan dalam kehidupan sosial.

Banyak manfaat yang diperoleh jika kita pandai dan memahami “Alua Pasambahan”. Selain meningkatkan public speaking, ilmu lobi kita juga terasah, berani tampil di depan orang banyak, dan dibutuhkan oleh masyarakat. Semakin hari semangat anak muda untuk mempelajari sastra lisan ini mulai terkikis oleh arus modernisasi. Jika fenomena ini tidak diperhatikan secara serius, kita menunggu kerusakan budaya dan moral generasi muda ke depannya. Mari galakkan kembali adat dan budaya di tengah masyarakat. Selain sebagai pelaku, kita juga harus menjadi penggerak.

15 Januari 2025

Padang Pariaman

Tags: #Metra Wiranda Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Berbagai Hal yang Berkaitan dengan “-nya”

Berita Sesudah

Harmoni dalam Barisan

Berita Terkait

Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

Senin, 13/7/26 | 07:52 WIB

Oleh: Minas Salihin Iskandar (Mahasiswa Prodi Manajemen FEB Universitas Andalas) Bayangkan toko kelontong kecil di sudut jalan. Dulu, toko itu...

Dominasi Penggunaan Frasa Berdasarkan Tujuan Berbahasa

Dominasi Penggunaan Frasa Berdasarkan Tujuan Berbahasa

Senin, 13/7/26 | 07:38 WIB

Oleh : Hazizah Jafitra (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Penggunaan bahasa bukan hanya sebatas berfungsi...

Kritik Feminis dan Gender dalam Cerpen “Maria” Karya A.A Navis

Mantra Dunia Bocah, Analisis Stilistika Cerita “Ciku Si Penyihir Cilik”

Senin, 13/7/26 | 07:19 WIB

Oleh: Nikicha Myomi Chairanti (Mahasiswa Sastra Indonesia  FIB Universitas Andalas)   Apa jadinya kalau matematika yang rumit harus bertarung melawan...

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Senin, 06/7/26 | 05:56 WIB

Oleh: Abdul Hamid Sajidurrahman (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa FEB Universitas Andalas)   Di era digital seperti sekarang, cara...

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nongender

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nongender

Senin, 06/7/26 | 05:43 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia dan Anggota Aktif UKMF Labor Penulisan Kreatif FIB UNAND)   Bahasa adalah...

Lidah, Logat, dan Tangerang: Cerita Kecil tentang Bunyi

Lidah, Logat, dan Tangerang: Cerita Kecil tentang Bunyi

Minggu, 05/7/26 | 16:04 WIB

Oleh: Mita Handayani (Alumni Magister Linguistik FIB Universitas Andalas)   Beberapa hari yang lalu, saya bersama tim EQUITY dan pimpinan...

Berita Sesudah
Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Harmoni dalam Barisan

POPULER

  • Dugaan Pungutan Parkir di SPBU Dharmasraya Viral, Publik Pertanyakan Dasar Hukumnya

    Dugaan Pungutan Parkir di SPBU Dharmasraya Viral, Publik Pertanyakan Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Hal yang Berkaitan dengan Kata Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pembiaran Bangunan di Lahan PT KAI, Reza Shahab: Telah Diberi Surat Peringatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Ganti Engkau, Kau, Dia, dan Ia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026