Selasa, 18/8/26 | 11:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Dominasi Penggunaan Frasa Berdasarkan Tujuan Berbahasa

Senin, 13/7/26 | 07:38 WIB

Oleh : Hazizah Jafitra
(Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Penggunaan bahasa bukan hanya sebatas berfungsi sebagai alat komunikasi, tapu bahasa dapat berfungsi sebagai sarana dalam menyampaikan dan mencapai tujuan tertentu. Dalam praktiknya, setiap tujuan berbahasa cenderung memperlihatkan pola penggunaan frasa yang khas. Frasa sendiri merupakan gabungan dua kata atau lebih yang membentuk satu kesatuan makna, bersifat nonpredikatif (tidak subjek-predikat), dan menduduki satu fungsi sintaksis (S, P, O, atau K) dalam kalimat. Frasa tidak membentuk makna baru seperti kata majemuk.

BACAJUGA

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB
Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Seperti yang dikemukakan oleh Kridalaksana (2008:59) menyatakan bahwa frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak predikatif; gabungan itu dapat rapat dan renggang misalnya gunung tinggi adalah frasa karena merupakan konstruksi nonpredikatif; konstruksi ini berbeda dengan gunung itu tinggi yang bukan frasa karena bersifat predikatif. Selain itu, Frasa memegang peranan penting dalam membangun nuansa, penekanan, dan arah komunikasi. Oleh karena itu, dominasi jenis frasa tertentu sering kali mencerminkan tujuan utama dari sebuah teks, apakah itu untuk memberi informasi, membujuk, menghibur, atau memengaruhi opini pembaca.

Dalam teks berita, terdapat kecenderungan penggunaan frasa nomina atau frasa benda yang cukup dominan. Frasa seperti “peristiwa kebakaran besar,” “korban jiwa,” atau “tim penyelamat gabungan” sering muncul karena berita berfokus pada penyampaian fakta secara ringkas dan jelas. Frasa nomina juga membantu penulis berita mengemas informasi secara padat tanpa harus menggunakan kalimat yang terlalu panjang. Selain itu, berita juga sering memanfaatkan frasa keterangan waktu dan tempat, seperti “pada pagi hari,” “di wilayah Jakarta Timur,” untuk memberikan konteks yang konkret kepada pembaca. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan informatif dalam berita mendorong penggunaan frasa yang bersifat deskriptif dan faktual. Bahkan dalam kajian jurnalistik, Sumadiria (2016) menegaskan bahwa kejelasan informasi dalam berita sangat bergantung pada ketepatan pemilihan struktur bahasa, termasuk penggunaan frasa yang informatif dan tidak ambigu.

Berbeda dengan teks berita, teks iklan terutama iklan persuasi, justru didominasi oleh frasa adjektival (frasa sifat) dan frasa imperatif. Dalam iklan, kita sering menjumpai ungkapan seperti “kulit lebih cerah,” “harga super hemat,” “rasa yang tak terlupakan,” atau “beli sekarang!”. Frasa-frasa ini dirancang untuk membangkitkan emosi dan menarik perhatian audiens. Frasa dalam iklan juga harus mampu menciptakan daya tarik emosional sekaligus mendorong tindakan, sehingga penggunaan kata-kata yang bersifat persuasif menjadi sangat dominan. Hal ini juga didukung oleh pendapat Cook dalam bukunya yang berjudul “The Discourse of Advertising” (2001) yang menyatakan bahwa iklan cenderung menggunakan struktur bahasa yang singkat, padat, dan berdaya sugesti tinggi untuk memaksimalkan efek persuasi.

Dalam teks akademik atau ilmiah, pola penggunaan frasa juga memiliki ciri khas tersendiri. Frasa nomina kembali mendominasi, tetapi dalam bentuk yang lebih kompleks dan abstrak, seperti “analisis struktural bahasa,” “fenomena sosial budaya,” atau “kajian sintaksis deskriptif”. Selain itu, frasa preposisional seperti “berdasarkan teori,” atau frasa “dalam penelitian ini,” juga sering digunakan untuk menunjukkan hubungan logis dan sistematis antar gagasan. Tujuan berbahasa dalam teks ilmiah adalah menjelaskan dan menganalisis secara objektif, sehingga frasa yang digunakan cenderung formal, teknis, dan terstruktur.

Sementara itu, dalam teks sastra seperti cerpen atau novel, penggunaan frasa jauh lebih variatif dan ekspresif. Frasa metaforis dan imajinatif, seperti “langit menangis sendu,” “tukang punggung,” atau “dewi malam,” sering muncul untuk menciptakan suasana dan memperdalam makna. Artinya pemilihan frasa dalam teks sastra tidak hanya ditentukan oleh tujuan komunikasi, tetapi juga oleh gaya penulis. Tujuan estetis dan emosional dalam sastra mendorong penggunaan frasa yang lebih bebas, kreatif, dan kadang tidak literal.

Dalam komunikasi sehari-hari, terutama di media sosial, kita juga dapat melihat pola penggunaan frasa tertentu yang unik. Frasa singkat seperti “lagi capek banget,” “nggak mood,” atau “best moment hari ini” sering digunakan. Frasa ini sering kali tidak lengkap secara gramatikal, tetapi tetap dapat dipahami. Menurut Crystal (2011), bahasa di media digital cenderung bersifat ekonomis dan kontekstual, sehingga pengguna lebih memilih bentuk-bentuk singkat yang tetap komunikatif. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan berbahasa yang santai dan ekspresif memengaruhi pilihan struktur frasa yang digunakan.

Menariknya, pemilihan penggunaan frasa tertentu juga dapat menjadi alat analisis untuk memahami karakter sebuah teks. Dengan melihat jenis frasa yang paling sering muncul, kita dapat menebak tujuan komunikasi yang ingin dicapai. Misalnya, jika sebuah teks banyak menggunakan frasa imperatif dan adjektival, besar kemungkinan teks tersebut bersifat persuasif. Sebaliknya, jika didominasi oleh frasa nominal yang deskriptif, teks tersebut cenderung informatif.

Selain itu, pemahaman tentang dominasi frasa ini juga memiliki manfaat praktis, terutama dalam pembelajaran bahasa dan penulisan. Seseorang yang ingin menulis berita yang baik perlu memahami bagaimana menggunakan frasa nominal secara efektif. Begitu pula dengan penulis iklan yang harus mahir merangkai frasa adjektival yang menarik. Dengan kata lain, kemampuan memilih dan menggunakan frasa yang tepat dapat meningkatkan kualitas komunikasi secara signifikan.

Dapat disimpulkan, bahwa bahasa bukan hanya tentang apa yang kita katakan, tetapi juga bagaimana cara kita mengatakannya. Frasa, sebagai unit kecil dalam struktur bahasa, ternyata memiliki peran besar dalam menentukan arah dan tujuan komunikasi. Melalui dominasi frasa tertentu, kita dapat melihat bahwa setiap jenis teks memiliki “ciri khas” yang membedakannya dari yang lain. Dengan memahami pola ini, kita tidak hanya menjadi pembaca yang lebih kritis, tetapi juga penulis yang lebih efektif dan sadar akan tujuan berbahasa yang ingin dicapai.

Tags: #Hazizah Jafitra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Mantra Dunia Bocah, Analisis Stilistika Cerita “Ciku Si Penyihir Cilik”

Berita Sesudah

Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

Berita Terkait

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB

Oleh: Bunga Amelia (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Bagi sebagian orang, mendengar kata sintaksis mungkin terasa menakutkan. Mata...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Batagak gala mudo menjadi salah satu tradisi penting...

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Senin, 10/8/26 | 10:24 WIB

Oleh: Kevin Amnur Jonata (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Buka X sekarang dan hampir dapat dipastikan ada...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Hakikat Merantau dalam Tradisi Minangkabau

Senin, 10/8/26 | 08:36 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Minangkabau merupakan sebuah suku bangsa di Sumatera Barat...

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Senin, 03/8/26 | 05:23 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Sastra anak tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga...

Berita Sesudah
Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

POPULER

  • Pemko Padang Apresiasi Pembukaan Festival Kota Tua 2026.

    Pemko Padang Apresiasi Pembukaan Festival Kota Tua 2026.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyusuri Makna Frasa Negasi “Tidak Tahu-Menahu”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Psikologi Bahasa: Kompetisi dan Kolaborasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026