Senin, 31/8/26 | 07:32 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Adat “Naiak Anak Mudo” Manifestasi Berdemokrasi Anak muda Minangkabau

Minggu, 19/1/25 | 10:13 WIB

Oleh: Metra Wiranda Putra
(Alumni UIN Imam Bonjol Padang dan Aktivis Pemuda Padang Pariaman)

 

Masyarakat Minangkabau memiliki budaya yang kaya dan unik serta dikenal sebagai masyarakat yang hospitable (ramah).  Masyarakat Minangkabau juga dikenal dengan sistem kekerabatan matrilineal di mana sistem sosial dan budaya yang menempatkan perempuan sebagai pusat keluarga yang dikenal dengan garis keturunan ibu.

BACAJUGA

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB
Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Masyarakat Minangkabau juga kaya dengan adat, budaya, suku, dan bahasa merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Mengapa disebut kaya, bayangkan dalam satu wilayah dari nagari satu ke nagari lain sudah memiliki karakteristik logat bahasa, tradisi, suku dan budaya yang berbeda. Istilah ini dikenal dengan “Lain Lubuak lain ikannyo, lain ladang lain ilalang”.

Keanekaragaman ini adalah bentuk keniscayaan dalam kehidupan sosial di Minangkabau. Salah satu contohnya di suatu daerah di Padang Pariaman yang prosesi perhelatannya, menggunakan banyak tradisi dan adat yang akan dilaksanakan oleh tuan rumah dan masyarakat. Salah satunya adat “Naiak Anak Mudo” (naik anak muda) yang merupakan adat turun temurun yang dilakukan setiap acara “baghalek”(perhelatan/pesta perkawinan). “Naiak anak mudo” merupakan suatu wadah proses musyawarah yang diselenggarakan oleh tuan rumah dengan  dihadiri oleh wali korong , kapalo mudo (kepala adat korong), ninik mamak, urang sumando (menantu laki-laki), tokoh adat dan anak muda. Mereka berdiskusi dengan menggunakan bahasa Minangkabau dalam mencari kata sepakat tentang acara perhelatan yang akan dilangsungkan. Tuan rumah meminta pertolongan atau bantuan kepada kepala adat korong dan anak muda korong untuk meringankan beban tuan rumah selama perhelatan, baiksecara materil dan moril. Dengan perumpamaan “Mahampaan sayok nan lamah dan pauah nan landai ka urang korong”

Penyampaian tujuan dilakukan dengan seni lisan literatur bahasa Minangkabau yang dikenal dengan ” Alua Pasambahan”.  Ini adalah alat prasarana komunikasi “Naiak anak Mudo”. Dalam proses musyawarah diskusi mencari kata sepakat bisa berjalan alot. Berawal dari tuan memberikan kabar tentang perhelatan yang akan dilakukan kepala korong setelah itu kepala adat korong melemparkan kabar kepada anak muda, selanjutnya anak muda bermusyawarah tentang tujuan maksud atau kabar yang disampaikan tuan rumah. Kepala adat korong tidak bisa langsung mengambil keputusan atas kabar yang diberikan oleh tuan rumah. Mereka musyawarah dengan anak muda dan masyarakat dalam acara “naiak anak mudo” tersebut.

“Mangawuik indak sakali kameh, mamancuang indak sakali putuih“. Istillah ini  berarti bahwa kepala adat korong tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada dukungan dari anak muda dan masyarakat untuk membantu menyukseskan perhelatan tuan rumah. Ia meminta pendapat  kepada anak muda yang hadir. Setelah diskusi panjang, kata sepakat hasil musyawarah akan didapat dan dikabarkan kembali kepada tuan rumah.

Adat “Naiak Anak Mudo” bentuk manifestasi demokrasi anak muda Minangkabau di daerah Padang Pariaman sebelum pesta perkawinan. Dalam proses kegiatan “Naiak Anak Mudo” terdapat nilai-nilai demokrasi yang dijalankan anak muda, diantaranya musyawarah mencari kata sepakat dan anak muda diberi kebebasan berpendapat dan menghargai pendapat orang lain yang berbeda pandangan. Selain itu, acara ini juga melatih anak muda untuk mengikuti proses pengambilan keputusan yang melibatkan semua orang, mengutamakan kata musyawarah mufakat dalam mengambil Keputusan, berani mengemukakan pendapat, siap menerima kritikan, masukan, membangun semangat kebersamaan, dan kegotongroyongan.

Saat ini banyak anak muda yang tidak tertarik lagi dengan kegiatan-kegiatan adat di daerahnya. Jangankan untuk mempelajari, mengikuti kegiatannya saja mereka tidak mau. Mereka enggan untuk terlibat. Padahal, jika dipelajari “Alua Pasambahan” sangat berguna untuk diri sendiri kelak dalam berumah tangga dan dalam kehidupan sosial.

Banyak manfaat yang diperoleh jika kita pandai dan memahami “Alua Pasambahan”. Selain meningkatkan public speaking, ilmu lobi kita juga terasah, berani tampil di depan orang banyak, dan dibutuhkan oleh masyarakat. Semakin hari semangat anak muda untuk mempelajari sastra lisan ini mulai terkikis oleh arus modernisasi. Jika fenomena ini tidak diperhatikan secara serius, kita menunggu kerusakan budaya dan moral generasi muda ke depannya. Mari galakkan kembali adat dan budaya di tengah masyarakat. Selain sebagai pelaku, kita juga harus menjadi penggerak.

15 Januari 2025

Padang Pariaman

Tags: #Metra Wiranda Putra
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Berbagai Hal yang Berkaitan dengan “-nya”

Berita Sesudah

Harmoni dalam Barisan

Berita Terkait

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia dan Anggota Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)   Ketika melihat lengkungan warna-warni yang...

Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa Melayu Riau tidak sekadar kumpulan kata yang digunakan...

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Minggu, 23/8/26 | 22:08 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan yang dihadapi anak...

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB

Oleh: Bunga Amelia (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Bagi sebagian orang, mendengar kata sintaksis mungkin terasa menakutkan. Mata...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Minggu, 16/8/26 | 22:50 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Batagak gala mudo menjadi salah satu tradisi penting...

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Berita Sesudah
Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Harmoni dalam Barisan

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ibu Kota Nusantara (IKN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026