Minggu, 15/2/26 | 03:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Harmoni dalam Barisan

Minggu, 19/1/25 | 16:58 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Bayangkan jika antre bukan sekadar menunggu giliran, tetapi menjadi simbol kesadaran, penghormatan, dan kemajuan bersama. Sebuah pemandangan yang begitu menenangkan dengan barisan yang tertib, penuh senyum saling menghargai, dan setiap orang merasa dihormati. Bukan lagi sekadar rutinitas, antre menjadi cerminan harmoni yang menghubungkan manusia dalam simpul kebersamaan yang indah.

Di tengah riuhnya era digital yang serba cepat, sikap antre adalah napas santun yang kian langka. Ironisnya, kita kerap mengabaikan keindahan sederhana dari barisan rapi yang menyuarakan keadilan dalam setiap langkahnya. Antre bukan hanya tentang berdiri dalam baris, melainkan tentang melatih kesabaran, menghargai hak orang lain, dan merangkai harmoni dalam keseharian.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Pengalaman mengajarkan saya betapa pentingnya budaya antre dalam kehidupan sehari-hari. Pernah suatu kali, di depan mesin ATM, seseorang dengan santainya menyerobot antrean, padahal masih ada tiga orang lain yang menunggu giliran. Aksinya sontak memicu keributan kecil. Wajah-wajah yang semula tenang berubah kesal, dan suasana menjadi tidak nyaman.

Hal serupa juga pernah saya alami saat mengisi BBM di SPBU. Ada saja pengendara yang tak sabar, menerobos barisan, hingga akhirnya membuat suasana tegang. Di jalan raya, kondisi ini bahkan lebih parah. Saat proyek perbaikan jalan menyebabkan sistem buka-tutup, beberapa pengendara justru nekat menyerobot jalur yang bukan miliknya.

Bukannya mempercepat perjalanan, tindakan seperti ini justru memperparah kemacetan dan menciptakan kekacauan yang sebenarnya bisa dihindari. Dari pengalaman-pengalaman tersebut, terlihat jelas bahwa ketidaksediaan ikut antre tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga memperumit situasi bagi semua pihak. Tentu saja hal itu dapat memperburuk keadaan.

Bagi saya, antre menjadi pembelajaran yang berdampak besar dalam kehidupan. Dengan antre saya dapat menundukkan ego, menghormati hak orang lain, dan menyadari bahwa dunia ini tidak hanya tentang diri sendiri. Sikap sederhana ini mengajarkan saya bahwa keadilan dan ketertiban dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari.

Pada akhirnya, budaya antre menunjukkan sikap disiplin, tetapi juga menciptakan lingkungan yang penuh harmoni, di mana setiap orang merasa dihargai dan diberi tempat yang layak. Ketika kita mampu bersabar dan saling menghormati dalam antrean, kita sejatinya sedang membangun fondasi untuk kehidupan yang lebih damai dan tertib.

Dengan antre, kita tidak hanya Jika perubahan besar bermula dari hal kecil, mungkin budaya antre adalah kunci tersembunyi menuju masyarakat yang lebih beradab. Dengan begitu, tentu tidak akan muncul keributan-keributan kecil yang mungkin berpotensi besar dari sikap-sikap yang tidak mengindahkan budaya antre.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Adat “Naiak Anak Mudo” Manifestasi Berdemokrasi Anak muda Minangkabau

Berita Sesudah

Puisi-puisi Kyenan Rasya dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Kyenan Rasya dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Kyenan Rasya dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

POPULER

  • Pengurus Baru PKB Sumbar Dikukuhkan, Target Menang 2029 dan Tegaskan Politik Harus Jadi Solusi

    Pengurus Baru PKB Sumbar Dikukuhkan, Target Menang 2029 dan Tegaskan Politik Harus Jadi Solusi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Susunan Lengkap DPW PKB Sumbar 2026–2031, Firdaus Bidik Penguatan Kader Muda dan Perempuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dodi Saputra dan Ulasannya oleh Ragdi F. Daye

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus Raih Gelar Doktor Unand, Soroti Tanggung Jawab Negara dalam JKN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024