Jumat, 01/5/26 | 20:47 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Layar Sentuh Smartphone

Minggu, 16/10/22 | 12:27 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Saya kira smartphone menjadi kebutuhan bagi berbagai kalangan. Tidak dapat dipungkiri pula, semenjak pandemi Covid-19 beberapa kegiatan beralih menjadi daring. Salah satu perangkat yang mendukung aktivitas itu adalah smartphone. Entah itu kegiatan belajar mengajar, kerja, maupun aktivitas jual beli dilakukan secara daring.

Teknologi layar sentuh yang disediakan sungguh memanjakan pengguna smartphone. Bagi saya itu hal yang menyenangkan. Paling tidak, tampilan layar yang ditawarkan menjadi penuh dan mempengaruhi kenyamanan mata sehingga penggunanya dapat fokus saat membaca.

Ada hal yang selalu mengikat pandangan saya saat menggunakan smartphone. Teknologi ini memberikan kecepatan informasi apa saja yang kita butuhkan. Begitu pun kabar-kabar teraktual, baik dalam negeri maupun mancangera dapat diakses secara cepat. Itu membutuhkan fokus perhatian pengguna saat membacanya.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Sepertinya daya ikat layar sentuh smartphone ini begitu kuat sampai tidak mengenal watu dan tempat. Barangkali, di antara pembaca pernah hampir tersandung saat berjalan sambil menatap layar smartphone atau salah menuju kendaraan yang terparkir. Saya pernah mengalami hal demikian.

Ketika beranda google memuat informasi aktual tentang politik, kriminal, atau selebritas, saat itu pula tangan ini “gatal” untuk mengakses dan membacanya. Tidak mengenal waktu dan tempat, yang penting saya harus membaca beritanya. Entah itu kabar reshuffle kabinet, kasus korupsi, maupun permasalahan artis seperti KDRT, berita tersebut selalu mendapat rating tinggi dari pembacanya.

Bila itu dalam keadaan santai atau rebahan tentu tidak ada kendala. Berbeda bila itu dilakukan saat menunggu antrian, mungkin saja kita bisa dapat teguran karena tidak menyahut saat dipanggil. Mirisnya jika harus mengulang antrian. Begitu kuat daya pikat dari layar smatphone tersebut.

Lain lagi ceritanya bila dilakukan di dalam kendaraan atau di jalanan. Saya termasuk yang tidak kuat untuk membaca di layar smartphone saat menjadi penumpang mobil. Menunduk menatap layar smartphone akan membuat kepala menjadi pusing terkadang juga menyebabkan mual. Tidak pada semua perjalanan pula hal serupa demikian terjadi, yang jelas ketika rute banyak tikungan dan itu sungguh tidak menyenangkan.

Lain pula bila di jalanan, seperti di pedestrian taman kota misalnya. Bukan pemandangan aneh kiranya banyak pejalan kaki yang menunduk menatap layar smartphone. Bermacam pula caranya melihat layar sembari berjalan. Yang jelas, sebagian pejalan kaki menunduk menatap layar smartphone mereka.

Momen itu mengingatkan saya pada peristiwa memilukan sekaligus memalukan. Saat itu, saya dan beberapa rekan berjalan di pedestrian taman kota sambil menunduk menatap layar smartphone. Awalnya, saya berjalan normal saja tanpa ada kendala. Namun, suasana berubah saat saya tidak sadar sudah melangkah di luar pedestrian dan terjatuh.

Memang tidak menyakitkan karena tinggi pedestrian dengan tanah lapangan tidak lebih dari 15 cm. Namun, hal itu memalukan. Beberapa menit kemudian seorang teman memperlihat berita “Ngerinya Main Smartphone Sambil Jalan Kaki” dari layar smartphone yang ia genggam. Sungguh kuat daya pikatnya layar sentuh itu.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Rantau dan Kawin Campur dalam Jalan Sunyi Paling Duri

Berita Sesudah

Bentuk Terikat –anda

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Bentuk Terikat –anda

Bentuk Terikat –anda

Discussion about this post

POPULER

  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Prof. Dr. dr. H. Idris idham SpJP (K), FIHA, FACC, FESC, FAsCC, FSCAI dan kiprahnya pada Pengembangan Kardiologi dan Kedokteran Vascular di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Efektivitas Ribuan Tangga di Universitas Andalas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jenguk Bocah Korban Penganiayaan, Wabup Solok: Perlindungan Anak Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026