Kamis, 21/5/26 | 17:04 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah dalam jarak dekat, seperti dari rumah ke kedai di ujung gang. Bahkan untuk jarak yang singkat, sepeda motor lebih sering dipilih daripada melangkah kaki. Pandangan ini kemudian berubah ketika saya kembali menjadi mahasiswa lagi di tempat yang jauh dari rumah.

Di kampus baru ini, berjalan kaki menjadi bagian dari keseharian. Saya biasa berpindah dari asrama ke fakultas, dari perpustakaan ke kantin, hingga antar gedung dengan langkah kaki. Jaraknya cukup jauh dan kadang melelahkan. Namun, dari kebiasaan sederhana itu, saya mulai melihat hal-hal yang sebelumnya jarang saya perhatikan. Perlahan, jalan pun terasa seperti ruang belajar yang tenang.

Di sela langkah itu, saya mulai memperhatikan hal-hal sederhana yang dulu sering terlewat. Daun jatuh, perubahan warna langit, dan orang-orang yang berjalan dengan ritmenya masing-masing. Suasananya tenang, tanpa klakson dan tanpa tergesa-gesa. Langkahnya berulang, tetapi selalu terasa berbeda.

BACAJUGA

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Yang berubah bukan hanya jarak, tetapi cara saya memandang waktu. Dulu terasa serba cepat, kini lebih lapang. Berjalan kaki mengingatkan saya bahwa tidak semua hal perlu dipercepat. Ada yang justru lebih baik dijalani pelan agar terasa utuh.

Saya sering teringat kebiasaan di kampung. Untuk jarak sekitar seratus meter, saya biasa memilih kendaraan. Kini saya berjalan lebih jauh setiap hari. Bukan karena terpaksa, melainkan karena sudah terbiasa dan mulai menikmatinya.

Berjalan kaki bukan sekadar cara berpindah tempat. Ia menjadi cara sederhana untuk memberi ruang pada diri sendiri. Tanpa suara mesin dan tanpa banyak gangguan, langkah terasa lebih tenang dan pikiran menjadi lebih jernih. Dari situ saya belajar satu hal sederhana. Perjalanan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Justru dari langkah kecil yang dijalani dengan tenang, arah menjadi lebih jelas dan perjalanan terasa lebih berarti.

Pada akhirnya, berjalan kaki mengajarkan saya untuk berdamai dengan ritme yang tidak selalu cepat. Ia tidak menawarkan hasil yang segera, tetapi menghadirkan kesadaran yang perlahan tumbuh. Di setiap langkah yang tampak biasa, ada kesempatan untuk memahami hidup dengan cara yang lebih tenang dan jernih. Mungkin memang demikian adanya, bahwa dalam kesederhanaan langkah, kita justru menemukan arah yang selama ini kita cari tanpa tergesa.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cetak Generasi Emas Sawit, 114 Pemuda Dharmasraya Ikuti Sosialisasi Beasiswa SDM Perkebunan

Berita Sesudah

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Berita Terkait

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Berita Sesudah
Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Tegaskan Dirut PDAM Bekerja Secara Profesional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Se Indonesia, seIndonesia, atau se-Indonesia?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026