Kamis, 28/5/26 | 06:33 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun dalam kenyataannya aktivitas ini tidak selalu sesederhana yang terlihat. Ada kalanya seseorang memutuskan untuk memotong rambut bukan hanya karena alasan praktis, melainkan karena dorongan batin yang sulit dijelaskan.

Dalam proses yang singkat itu, terjadi perubahan yang tidak hanya tampak pada penampilan, tetapi juga pada perasaan dan cara seseorang memaknai dirinya sendiri. Di beberapa kesempatan, saya juga berada dalam keadaan yang serupa, di antara keinginan untuk membiarkan semuanya tetap seperti biasa dan dorongan halus untuk melakukan perubahan. Keputusan untuk memotong rambut tidak pernah benar benar datang dengan keyakinan penuh, melainkan melalui kebimbangan yang perlahan menguat.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

Di sisi lain, ada kalanya saya datang ke tempat pangkas rambut tanpa niat yang benar-benar kuat untuk memotong rambut. Alasan yang lebih jujur justru sederhana, yakni keinginan untuk merasakan pijatan di kepala dan bahu yang ditawarkan sebagai bagian dari layanan. Sensasi pijatan itu sering kali menjadi bagian yang paling saya tunggu, karena mampu meredakan lelah yang diam diam menumpuk.

Dalam keadaan seperti itu, potong rambut hanya menjadi pelengkap agar saya memiliki alasan untuk duduk lebih lama. Bahkan terkadang saya lebih memilih pijatnya saja sementara rambut tetap seperti semula. Namun pada akhirnya gunting tetap bekerja dan saya pulang dengan potongan baru yang tidak selalu direncanakan.

Di sisi lain, potong rambut juga menghadirkan pengalaman sosial yang hangat dan bermakna. Percakapan ringan, candaan sederhana, atau bahkan suasana diam yang nyaman menjadi bagian dari proses yang berlangsung alami. Dalam momen tersebut, tukang cukur hadir tidak hanya sebagai profesional yang terampil, tetapi juga sebagai pendengar yang memberi ruang bagi cerita cerita singkat.

Yang jarang disadari, potong rambut menyimpan paradoks tentang kendali dan kepercayaan. Kita terbiasa mengatur banyak hal, tetapi di kursi tukang cukur kita justru menyerahkan sebagian kendali. Kita hanya memberi gambaran singkat, lalu membiarkan hasilnya terbentuk. Dari situ muncul pelajaran sederhana bahwa tidak semua hal harus dipastikan sejak awal. Perubahan sering hadir dari keputusan yang setengah ragu. Dan justru di situlah makna kecil itu ditemukan.

Pada akhirnya, potong rambut tetap menjadi hal sederhana yang menyenangkan. Kita datang dengan berbagai alasan, kadang karena perlu, kadang karena ingin, dan kadang hanya untuk duduk santai sejenak. Kita pulang dengan rambut lebih rapi dan kepala terasa ringan. Ada juga cerita kecil yang ikut terbawa. Dan meskipun awalnya hanya ingin pijat, hasil potongannya tetap kita terima dengan senyum.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Berita Sesudah

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Berita Sesudah
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

POPULER

  • Diksi Cantik sebagai Identitas Perempuan di Instagram

    Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sapi Qurban Bantuan Presiden Jadi Sejarah Baru di Jorong Pasar Lama Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari ‘Rakyat’ ke ‘Masyarakat’: Pergeseran Kata dan Ideologi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HI UNAND dan Muhammadiyah Sumbar Bahas ABS-SBK dan Global Values

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Ke Hadirat” dan “Kehadiran”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026