Rabu, 29/4/26 | 17:18 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali Ramadan datang. Ia seolah mengingatkan saya kembali tentang arti sabar. Bukan melalui nasihat yang panjang, melainkan melalui pengalaman yang saya jalani hari demi hari selama berpuasa. Dari pagi hingga menjelang senja, saya belajar menahan lapar dan haus, menahan emosi, juga menahan berbagai keinginan yang biasanya terasa begitu mudah dipenuhi.

Dalam perjalanan waktu itulah saya sering menyadari bahwa sabar bukan sekadar kata yang sering kita dengar, melainkan sebuah latihan batin yang pelan-pelan membentuk cara kita memandang diri sendiri dan kehidupan. Dari pengalaman menjalani hari-hari puasa itu pula saya semakin memahami bahwa sabar sering terdengar sebagai kata yang besar, bahkan terasa berat diucapkan. Namun dalam kenyataannya, sabar justru tumbuh dari hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Ketika saya menapaki waktu dari pagi hingga menjelang senja dengan menahan lapar dan haus, di situlah kesabaran perlahan dilatih. Menjelang magrib, ketika waktu terasa berjalan sedikit lebih panjang dari biasanya, saya belajar bahwa menunggu adalah bagian dari latihan itu. Pada saat-saat seperti itulah saya menyadari bahwa puasa bukan sekadar menahan diri secara fisik, melainkan juga menata hati agar tetap tenang hingga tiba waktunya berbuka.

Puasa, bagi saya, juga menghadirkan ruang untuk merenung tentang banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hari-hari yang dilalui dari sahur hingga menjelang berbuka, ada semacam jeda yang membuat saya lebih peka terhadap diri sendiri, bagaimana menahan keinginan, menjaga emosi, dan menjalani waktu dengan lebih tenang. Dari situ saya sering merasa bahwa puasa bukan hanya urusan menahan lapar dan haus, tetapi juga kesempatan untuk merapikan kembali cara kita menjalani hari-hari.

Tentu saja perjalanan itu memiliki tujuan yang jelas. Ramadan tidak berlangsung tanpa akhir. Setelah hari-hari yang dilalui dengan kesabaran dan pengendalian diri, akan tiba satu hari yang selalu dinanti dengan penuh kegembiraan, Idulfitri. Hari itu terasa seperti sebuah jeda yang hangat, sebuah momen untuk merasakan lega sekaligus syukur setelah menempuh perjalanan puasa selama sebulan penuh.

Idulfitri sering disebut sebagai hari kemenangan. Tapi kemenangan di sini bukan seperti menang lomba lari yang ada medali dan podium. Kemenangan ini lebih bermakna. Ia hadir ketika kita berhasil melewati hari-hari puasa, ketika kita belajar menahan diri, ketika kita menyadari bahwa ternyata kita mampu sedikit lebih sabar daripada biasanya.

Sering kali kemenangan hadir dengan cara yang tenang, tapi penuh kegembiraan. Ia terasa dalam perjalanan Ramadan yang kita lalui dengan sabar menjalankan puasa dan menunaikan berbagai ibadah dengan penuh harap. Kini Ramadan perlahan mendekati ujungnya, sementara Idulfitri menanti dengan suasana yang selalu membawa syukur dan kehangatan. Barangkali di situlah makna kemenangan itu berdiam, pada perjalanan ibadah yang telah dilalui, pada kesabaran yang tumbuh perlahan di dalam diri, dan pada harapan agar segala amal yang kita kerjakan selama Ramadan diterima dengan penuh rahmat.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Viral di Medsos, Pemkab Dharmasraya Serahkan Bantuan Bagi Ernawati

Berita Sesudah

Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Berita Sesudah
Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

Kriteria Pemimpin 3P (Palapau, Pasurau, dan Pagurau) di Minangkabau

POPULER

  • Ketatnya Persaingan CPNS-BUMN, GJCI Tawarkan Jalur Karier Alternatif di Sektor Hijau

    Ketatnya Persaingan CPNS-BUMN, GJCI Tawarkan Jalur Karier Alternatif di Sektor Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Bukittinggi Lahirkan Sejumlah Rekomendasi atas LPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laka Lantas di Sungai Dareh, Pengendara Sepeda Motor Pingsan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelajar SMP di Dharmasraya Diimbau Tidak Membawa Kendaraan Bermotor Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026