Kamis, 08/10/26 | 05:54 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Minggu, 23/8/26 | 22:08 WIB

Oleh: Indri Rahmadani
(Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)

 

Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan yang dihadapi anak muda, musik
sering kali menjadi tempat untuk beristirahat sejenak. Banyak orang memilih
mendengarkan lagu ketika merasa sedih, kecewa, atau ketika merasa kehilangan semangat. Menariknya, lagu yang dipilih justru sering kali bukan lagu yang ceria, melainkan lagu dengan nuansa melankolis.

BACAJUGA

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB
Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Minggu, 04/10/26 | 12:42 WIB

Salah satunya lagu yang banyak mendapat perhatian adalah “Seperti Tulang”
karya Nadin Amizah. Lagu ini kerap dibicarakan karena dianggap mampu
menggambarkan pengalaman tentang luka, kehilangan, dan proses menerima diri. Tanpa harus menyampaikan pesan gamblang, lagu tersebut mengajak pendengarnya merenungkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan pulih yang berbeda. Hal inilah yang membuat “Seperti Tulang” tidak hanya dinikmati sebagai karya musik, tetapi juga dipahami sebagai karya yang memiliki nilai sastra dan makna kemanusiaan.

Dalam kajian sastra, sebuah karya tidak hanya dinilai dari keindahan bahasanya, tetapi juga dari kemampuannya merepresentasikan pengalaman hidup manusia. Menurut Nurgiantoro (2019), karya sastra merupakan media yang menyampaikan pengalaman, perasaan, dan pandangan hidup melalui bahasa yang estetis. Meskipun bentuk lagu, lirik tetap dapat dipahami sebagai bagian dari karya sastra karena mengandung unsur makna, simbol, dan emosi yang dapat ditafsirkan oleh pendengar.

Salah satu hal yang menarik dari lagu “Seperti Tulang” adalah penggunaan simbol “tulang”. Secara umum, tulang identik dengan kekuatan dan penopang tubuh manusia. Namun, tulang juga dapat patah dan membutuhkan waktu untuk menyatukan kembali. Simbol tersebut dapat dimaknai sebagai gambaran bahwa manusia pun dapat mengalami luka batin. Proses penyembuhan memang mungkin terjadi, tetapi tidak selalu menghapus bekas yang pernah ada. Simbol seperti ini memperlihatkan bagaimana karya seni mampu menyampaikan gagasan yang kompleks melalui satu citra sederhana.

Penelitian mengenai lagu “Seperti Tulang” juga menunjukkan bahwa simbol dan gaya pengungkapan dalam lagu tersebut menjadi salah satu alasan mengapa karya ini menarik perhatian peneliti bahasa dan sastra (Nugroho, 2022). Makna “pulih” dalam lagu ini juga menarik untuk dipahami. Di media sosial, istilah healing sering digunakan untuk menggambarkan kegiatan yang menyenangkan, seperti berlibur, atau menikmati waktu luang.

Dalam kajian psikologi, proses pulih tidak dipahami sebagai upaya menghapus pengalaman buruk, melainkan sebagai proses membangun resiliensi. Pratiwi dan Yuliandri (2022) menjelaskan bahwa resiliensi merupakan kemampuan individu individu untuk mengatasi, beradaptasi, dan bangkit ketika menghadapi peristiwa sulit. Oleh karena itu, pulih bukan berarti kembali menjadi pribadi yang sama seperti sebelumnya, tetapi belajar menerima perubahan yang terjadi dalam diri serta melanjutkan kehidupan dengan cara yang lebih adaptif.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat membantu seseorang mengelola emosinya. Salah satunya dikemukakan oleh Syarifani (2024) yang menjelaskan bahwa terapi musik berpotensi menjadi media katarsis dan relaksasi emosi sehingga individu lebih mampu mengekspresikan serta mengelola perasaannya secara sehat. Berdasarkan temuan tersebut, tidak mengherankan apabila banyak orang merasa lebih lega setelah mendengarkan lagu sesuai dengan kondisi emosional mereka.

Karya sastra maupun lirik lagu tidak selalu hadir untuk memberikan solusi atas persoalan yang dialami pembaca atau pendengarnya. Sebaliknya, karya tersebut sering kali menjadi ruang bagi seseorang untuk memahami, merenungkan, dan memaknai pengalaman hidupnya sendiri. Ratna (2009) menjelaskan bahwa karya sastra merupakan representasi kehidupan yang memungkinkan pembaca menemukan makna berdasarkan pengalaman dan latar belakang masing-masing. Oleh karena itu, ketika seseorang merasa pengalaman yang tergambar dalam sebuah lagu memiliki kemiripan dengan perjalanan hidupnya, akan terbentuk hubungan emosional antara karya dan pendengarnya

Fenomena tersebut terlihat pada banyak pendengar lagu “Seperti Tulang”. Di berbagai platform digital, lagu ini sering dijadikan latar untuk menceritakan pengalaman kehilangan, kegagalan, maupun proses berdamai dengan diri sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa musik memiliki kekuatan membangun rasa kebersamaan. Perasaan dipahami inilah yang sering menjadi langkah awal dalam proses pemulihan emosional. Namun, penting dipahami bahwa musik bukanlah pengganti profesional ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan mental yang serius. Musik lebih tepat dipandang sebagai media pendukung yang membantu proses refleksi dan pengelolaan emosi. Jika seseorang mengalami tekanan psikologis yang berkepanjangan, dukungan dari keluarga, teman, maupun tenaga profesional tetap menjadi bagian penting dalam proses pemulihan (Syarifani, 2024).

Di tengah kehidupan yang serba cepat, keberadaan lagu “Seperti Tulang” mengingatkan bahwa setiap orang memiliki hak untuk berproses. Tidak semua luka harus segera hilang dan tidak semua orang pulih dengan cara yang sama. Justru melalui karya seni, seseorang dapat belajar menerima bahwa bekas luka bukanlah tanda kelemahan, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang membentuk dirinya. Hal tersebut sejalan dengan pandangan Ratna (2009) yang menyatakan bahwa karya sastra merupakan representasi kehidupan sehingga pembaca atau pendengar dapat menemukan makna berdasarkan pengalaman pribadinya.

Pada akhirnya, musik memiliki kekuatan yang melampai fungsi hiburan. Musik dapat menjadi ruang untuk memahami diri, mengenali emosi, dan menerima pengalaman hidup yang tidak selalu mudah. “Seperti Tulang” menjadi salah satu karya yang mampu mengajak pendengarnya merenungkan makna pulih tanpa harus memberi jawaban yang pasti. Mungkin inilah alasan mengapa lagu tersebut tetap relevan bagi banyak orang, bukan karena mampu menghapus luka, melainkan karena menemani seseorang ketika sedang belajar berdamai dengan luka itu sendiri.

Tags: #Indri Rahmadani
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Reses di Aie Dingin, Warga Minta ASD Kawal Pemekaran dan Pembangunan Nagari Sungai Gando

Berita Sesudah

Sekda Medison Ingatkan ASN Dharmasraya Jaga Disiplin dan Profesionalitas

Berita Terkait

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB

Oleh: Irfan Pandesta Putra, S.Hum (Sejarawan & Alumni S1 Ilmu Sejarah FIB Universitas Andalas)   Novel Siti Nurbaya: Kasih Tak...

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Representasi Perempuan dalam Film “Agensi Rumah Tangga”: Kajian Feminisme Hélène Cixous

Minggu, 04/10/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Apa yang terjadi ketika perempuan kehilangan pekerjaan, tetapi tetap...

Rocky di Ketinggian 30.000 Kaki

Rocky di Ketinggian 30.000 Kaki

Minggu, 04/10/26 | 12:23 WIB

Oleh: Alfitri (Departemen Sosiologi FISIP Universitas Andalas)   Kendati sempat delay sekitar 45 menit dari jadwal take off 16:25, akhirnya...

Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

Peluang Bisnis Fashion Halal bagi Anak Muda dalam Ekonomi Islam

Minggu, 27/9/26 | 11:52 WIB

Oleh: Kanaya Putri Sifa (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas)   Perkembangan dunia fashion saat...

Semburat: Kajian Makna dalam Perspektif Semantik

Semburat: Kajian Makna dalam Perspektif Semantik

Minggu, 27/9/26 | 11:25 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Beberapa waktu lalu, saya sedang melakukan sesuatu yang mungkin cukup...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 20/9/26 | 15:43 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Pernahkah Anda mendengar kalimat "kepala sekolah itu sedang memegang kepalanya...

Berita Sesudah
Sekda Medison Ingatkan ASN Dharmasraya Jaga Disiplin dan Profesionalitas

Sekda Medison Ingatkan ASN Dharmasraya Jaga Disiplin dan Profesionalitas

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Galodo di Arosuka Uji Ketangguhan Kepemimpinan JFP-Candra, Semua Elemen Solid Bergerak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026