Senin, 15/6/26 | 11:48 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Istilah “Magrib” dan “Orang Gila Mana” di Media Sosial

Minggu, 30/6/24 | 08:30 WIB

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

Minggu, 07/6/26 | 22:48 WIB
Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

Senin, 01/6/26 | 08:57 WIB

Pertama kata magrib. Di berbagai platform media sosial, kata ini ditulis beragam seperti maghrib, magerib, mahrib, dan magrib. Penulisan yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia adalah magrib (tanpa huruf kapital) dan Magrib (ditulis dengan huruf kapital sebagai makna salat wajib bagi umat Muslim). Kata ini memiliki makna ‘1. arah barat matahari terbenam; 2. waktu matahari terbenam; 3. waktu salat wajib menjelang matahari terbenam sampai lenyapnya sinar merah di ufuk barat; 4. Isl (ditulis dengan huruf awal kapital) salat wajib sebanyak tiga rakaat pada waktu menjelang matahari terbenam sampai lenyapnya sinar merah di ufuk barat’. Dari empat makna kata magrib di dalam KBBI, kita bisa membuat beberapa contoh-contoh kalimat yang sering diujarkan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Saya harus pulang sebelum magrib (kata magrib pada kalimat ini sesuai dengan makna nomor 2 berdasarkan KBBI).
  2. Kapan magrib di kota ini? (kata magrib pada kalimat ini sesuai dengan makna nomor 3 berdasarkan KBBI).
  3. Ayo kita salat Magrib! (kata Magrib pada kalimat ini sesuai dengan makna nomor 4 berdasarkan KBBI).

Pada dasarnya, tiga contoh kalimat itu memberi kita dua pemahaman umum tentang magrib yaitu jadwal salat dan nama salat wajib dalam agama Islam. Intinya, empat makna yang tertulis di dalam KBBI saling berkaitan dengan waktu antara salat Magrib dengan jadwalnya yang ditandai dengan terbenamnya matahari. Sejauh ini, kata magrib bermakna positif karena berkaitan dengan ibadah umat Muslim. Kata ini benar-benar bersifat suci bagi pemeluk agama Islam, bahkan umat agama lain pun memahami kata ini sebagai kata yang mulia. Akan tetapi, akhir-akhir ini, di dunia pengguna media sosial masyarakat Indonesia, kata ini memiliki makna lain. Beberapa contoh tuturan atau komentar yang bisa dibaca di media sosial adalah:

  1. Magrib sekali auranya.
  2. Memang magrib.
  3. Wajahnya magrib.
  4. Auranya terlalu magrib.
  5. Kulitnya magrib.

Kata magrib dilekatkan pada sosok manusia. Dari berbagai konteks kalimat yang telah berseliweran, kata magrib tersebut diutarakan dalam konteks negatif untuk seorang tokoh masyarakat (orang yang terkenal) yang dianggap memiliki warna kulit gelap atau wajah yang tidak cerah. Apa kaitannya dengan kata magrib? Tentu saja analogi waktu dan warna gelap. Seperti yang kita ketahui, waktu magrib ditandai dengan terbenamnya matahari. Pada saat yang demikian, bumi belum begitu gelap (karena belum terlalu malam) dan juga tidak terang lagi (karena tidak ada matahari). Artinya, tingkat kecerahan bumi ketika waktu magrib adalah mendekati gelap malam.

Halaman 2 dari 4
Prev1234Next
Tags: #Reno Wulan Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Eksotisme dalam Wacana Pariwisata

Berita Sesudah

Setetes Air dalam Bensin

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

Minggu, 07/6/26 | 22:48 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa waktu lalu, saya menyunting beberapa buku....

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

Senin, 01/6/26 | 08:57 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra (Guru SMA 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan)   Minangkabau memiliki banyak peribahasa. Peribahasa merupakan kelompok...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Bahasa Estetik dalam Luka “Gaza Tak Pernah Sunyi” Karya Hardi

Senin, 25/5/26 | 00:01 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Di tanah ini, sejarah bukan hanya di...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Konteks Kata “Kali” dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 17/5/26 | 13:37 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata kali dikenal...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Cerita Mahasiswa Arab tentang Bahasa Indonesia

Senin, 27/4/26 | 06:18 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat mengawas UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer)...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata ini dan...

Berita Sesudah
Setetes  Air dalam Bensin

Setetes Air dalam Bensin

Discussion about this post

POPULER

  • PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    PKB Umumkan Susunan KSB DPC se-Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Firdaus: Masyarakat Punya Peran Besar Majukan Olahraga di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Annisa Harapkan Sinergi Baru di Pelantikan PC PMII Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Cahaya Cinta di Tanah Palestina” Karya Muttaqin Kholis Ali dan Ulasannya oleh Azwar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pembukaan Jambore Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Sapardi dan Seni Berdamai dengan Kefanaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nasib Mapel Sejarah dalam Kurikulum Merdeka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026