Rabu, 14/10/26 | 19:49 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home PARIWARA

Lestarikan Budaya Minangkabau, Festival Sipak Rago Piala Bergilir Evi Yandri Kembali Digelar

Minggu, 12/7/26 | 23:32 WIB

PADANG, Scientia.id — Upaya melestarikan warisan tradisi masyarakat Minangkabau terus digalakkan. Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat yang memperebutkan Piala Bergilir Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman, kembali digelar pada Sabtu–Minggu (11–12/7/2026).

Sebanyak 28 tim dari berbagai daerah turut ambil bagian dalam festival yang mengusung tema “Lestarikan Budaya dengan Permainan Anak Nagari Sipak Rago” ini. Acara dibuka langsung oleh Evi Yandri Rajo Budiman di Gedung Rohana Kudus, Kota Padang, Sabtu (11/7/2026).

Penyelenggaraan tahun 2026 merupakan kali kelima festival ini digelar menggunakan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui dana pokok pikiran (pokir) Evi Yandri.

“Sebenarnya sejak 2015 sudah kita gelar dengan dana seadanya. Namun, dengan sokongan APBD, ini menjadi tahun kelima pelaksanaannya secara resmi,” ujar Evi Yandri saat membuka festival.

BACAJUGA

DPRD Sumbar Jadi Rujukan BK DPRD Riau Soal Tata Beracara

DPRD Sumbar Jadi Rujukan BK DPRD Riau Soal Tata Beracara

Selasa, 15/9/26 | 21:13 WIB
Bentuk Generasi Berkarakter, Ketua DPRD Sumbar Dorong Sekolah Ramah Anak

Bentuk Generasi Berkarakter, Ketua DPRD Sumbar Dorong Sekolah Ramah Anak

Rabu, 09/9/26 | 21:25 WIB

Ia menekankan pentingnya menjaga eksistensi sipak rago yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) secara nasional sejak beberapa tahun lalu agar tidak punah dan tetap diwariskan ke generasi muda.

Evi menjelaskan bahwa sipak rago merupakan cikal bakal sepak takraw, tetapi memiliki filosofi permainan yang sangat berbeda. Berbeda dengan sepak takraw yang mengutamakan kompetisi untuk mengalahkan lawan, sipak rago justru menonjolkan kerja sama dan kolaborasi antarpemain.

“Jika sepak takraw dimainkan berhadapan untuk saling mengalahkan, sipak rago justru menuntut kerja sama agar bola tetap bertahan di udara selama mungkin. Di sini tercermin nilai kekompakan, ketangkasan, gotong royong, dan tidak ada rasa ingin balas dendam,” jelasnya.

Nilai luhur tersebut mengajarkan setiap pemain untuk selalu memberikan umpan terbaik kepada rekannya, meskipun mereka menerima bola dalam posisi yang sulit atau kurang ideal.

Selain nilai budaya, sipak rago memiliki catatan sejarah yang unik. Pada masa penjajahan Belanda, permainan ini menjadi kedok bagi pemuda Minangkabau untuk melatih ketangkasan fisik dan bela diri secara sembunyi-sembunyi.


“Dulu Belanda melarang orang Minang latihan bela diri. Melalui permainan ini mereka terkecoh, dikira kita sekadar bermain bola, padahal sekaligus berlatih bela diri (silat),” ungkap Evi.

Upaya pelestarian ini mendapat apresiasi positif dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar yang diwakili Kepala Museum Adityawarman, Tuti Alawiyah, menyatakan sipak rago bukan sekadar olahraga tradisional, melainkan identitas budaya yang kaya akan nilai sejarah, sportivitas, dan disiplin.

“Penyelenggaraan festival ini sangat penting agar permainan tradisional tetap dikenal dan diminati generasi muda,” tutur Tuti. Pihaknya juga berterima kasih atas komitmen pengalokasian dana pokir dari DPRD untuk pemajuan kebudayaan lokal.

Apresiasi senada disampaikan Camat Kuranji, Rozaldi Rosman. Ia menilai festival ini memberikan ruang representatif bagi anak nagari untuk menjaga nilai-nilai adat Minangkabau di tengah gempuran modernisasi.
Festival Sipak Rago se-Sumatera Barat ini memperebutkan total hadiah uang tunai sebesar Rp29,5 juta.

Prosesi pembukaan acara ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Evi Yandri Rajo Budiman, didampingi oleh unsur Forkopimda, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Babinsa, serta para tamu undangan.(*)

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Makan Dulu, Baca Kemudian

Berita Sesudah

Mantra Dunia Bocah, Analisis Stilistika Cerita “Ciku Si Penyihir Cilik”

Berita Terkait

DPRD Sumbar Jadi Rujukan BK DPRD Riau Soal Tata Beracara

DPRD Sumbar Jadi Rujukan BK DPRD Riau Soal Tata Beracara

Selasa, 15/9/26 | 21:13 WIB

PADANG, Scientia.id — Pimpinan dan anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar),...

Bentuk Generasi Berkarakter, Ketua DPRD Sumbar Dorong Sekolah Ramah Anak

Bentuk Generasi Berkarakter, Ketua DPRD Sumbar Dorong Sekolah Ramah Anak

Rabu, 09/9/26 | 21:25 WIB

PADANG, Scientia.id — Sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk belajar, mengembangkan potensi, serta membentuk karakter. Lingkungan...

Fraksi-Fraksi DPRD Sumbar Soroti Kemandirian Fiskal dan Pemulihan Bencana dalam Perubahan APBD 2026

Fraksi-Fraksi DPRD Sumbar Soroti Kemandirian Fiskal dan Pemulihan Bencana dalam Perubahan APBD 2026

Senin, 07/9/26 | 21:33 WIB

    PADANG, Scientia.id — Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Sumatera Barat memberikan pandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran...

DPRD Sumbar Mulai Bahas Perubahan APBD 2026

DPRD Sumbar Mulai Bahas Perubahan APBD 2026

Jumat, 04/9/26 | 21:38 WIB

 PADANG, Scientia.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mulai membahas Rancangan Peraturan...

Komisi II DPRD Sumbar Matangkan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

Komisi II DPRD Sumbar Matangkan Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani

Jumat, 28/8/26 | 00:12 WIB

  Padang, Scientia.id - Komisi II DPRD Sumatera Barat (Sumbar) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menghimpun masukan dari pemangku kepentingan...

Pengelolaan JDIH DPRD Sumbar Peringkat IV Terbaik Nasional

Pengelolaan JDIH DPRD Sumbar Peringkat IV Terbaik Nasional

Rabu, 19/8/26 | 00:14 WIB

Padang, Scientia.id- Prestasi DPRD Sumatera Barat dalam pengelolaan informasi hukum mendapat pengakuan di tingkat nasional. Melalui Jaringan Dokumentasi dan Informasi...

Berita Sesudah
Kritik Feminis dan Gender dalam Cerpen “Maria” Karya A.A Navis

Mantra Dunia Bocah, Analisis Stilistika Cerita "Ciku Si Penyihir Cilik"

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nurfirmanwansyah Apresiasi Gerakan Literasi Digital bagi Pelajar di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026