Jumat, 14/8/26 | 01:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

Senin, 15/12/25 | 07:14 WIB
Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

Oleh: Ridho Athallah
(Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Andalas)  

 

Perkembangan teknologi digital telah mengakibatkan transformasi signifikan dalam berbagai dimensi kehidupan manusia, termasuk dalam ranah pendidikan. Saat ini, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai memainkan peranan krusial dalam sistem pembelajaran di Indonesia. Ini bukan sekadar fenomena global, melainkan telah menjadi elemen yang integral dalam reformasi pendidikan nasional. Dari ruang kelas hingga ruang virtual, AI berfungsi sebagai alat bantu yang mampu mempersonalisasi proses pembelajaran, menyederhanakan tugas administratif para pendidik, mahasiswa, dan memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat (Kemendikbudristek, 2023).

BACAJUGA

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB
Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Senin, 10/8/26 | 10:24 WIB

Salah satu dampak paling nyata dari penerapan AI adalah munculnya pembelajaran adaptif. Sistem ini memungkinkan setiap siswa dan mahasiswa belajar sesuai dengan kemampuan dan gaya belajarnya masing-masing. Melalui analisis data hasil belajar, AI dapat memberikan rekomendasi materi atau latihan yang sesuai dengan tingkat pemahaman siswa (Rahman & Prasetyo, 2022). Di beberapa sekolah percontohan, teknologi seperti learning analytics dan chatbot pembelajaran sudah mulai diterapkan untuk membantu guru dalam memberikan umpan balik yang cepat dan akurat. Dengan demikian, proses belajar menjadi lebih efisien dan berpusat pada siswa.

Bagi para guru dan dosen, kehadiran AI membawa perubahan yang sangat signifikan. Tugas-tugas rutin seperti penilaian otomatis, analisis hasil ujian, hingga penyusunan laporan kemajuan siswa kini dapat dilaksanakan dengan cepat dan akurat berkat bantuan sistem AI (Siregar, 2023). Hal ini memungkinkan para guru untuk lebih memfokuskan perhatian mereka pada pengembangan kreativitas siswa dan peningkatan kualitas interaksi di dalam kelas. Namun, transformasi ini juga mengharuskan peningkatan kompetensi digital para pendidik agar tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi (Wahyudi & Hasanah, 2022).

Meski begitu, penggunaan AI dalam pendidikan Indonesia tidak lepas dari tantangan dan risiko. Masalah utama yang sering muncul adalah kesenjangan infrastruktur digital. Banyak sekolah di daerah tertinggal yang belum memiliki jaringan internet stabil atau perangkat pendukung memadai (Pusdatin Kemendikbud, 2023). Akibatnya, penerapan teknologi canggih seperti AI hanya dapat dinikmati oleh sekolah-sekolah di kota besar. Selain itu, isu keamanan data dan privasi siswa juga perlu menjadi perhatian, mengingat AI membutuhkan data besar sebagai bahan analisis (Hidayat, 2022).

Secara sosial, muncul pula kekhawatiran bahwa siswa dan mahasiswa dapat menjadi terlalu tergantung pada teknologi. Ketika seluruh informasi tersedia dengan mudah, kemampuan berpikir kritis dan analitis berpotensi menyusut jika tidak diimbangi dengan pendekatan pembelajaran yang tepat. Di sinilah peran guru dan dosen sebagai fasilitator menjadi sangat penting, untuk tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pendidikan (Rosyid, 2023). Meskipun kecerdasan buatan mampu memberikan bantuan dalam hal efisiensi dan personalisasi, aspek emosional, empati, dan nilai moral tetap memerlukan sentuhan manusia.

Pengembangan kecerdasan buatan (AI) dalam pendidikan di Indonesia perlu diarahkan pada keseimbangan yang harmonis antara inovasi teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan ke  depannya. Pemerintah perlu bersinergi dengan lembaga pendidikan dan harus memastikan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya terfokus pada efisiensi, tetapi juga pada pemerataan akses serta peningkatan mutu pembelajaran. Dengan literasi digital yang kokoh, kebijakan etika data yang tegas, serta kesiapan sumber daya manusia yang kompeten. dengan demikian, AI berpotensi menjadi mitra krusial dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan (BRIN, 2024).

Pada akhirnya, kecerdasan buatan bukanlah pengganti guru, melainkan alat bantu yang memperkuat peran mereka. Pendidikan sejati tetap berakar pada nilai kemanusiaan. Teknologi hanyalah jembatan menuju pembelajaran yang lebih bermakna. AI dapat menjadi jembatan kemajuan selama kita mampu menggunakannya secara bijak, manusiawi, dan berpihak pada masa depan generasi muda Indonesia. Akan tetapi, AI juga dapat menjadi ancaman dalam dunia pendidikan jika tidak digunakan dengan benar.

Tags: #Ridho Athallah
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Batu dan Zaman

Berita Sesudah

23 Kafilah Bukittinggi Tampil di Hari Pertama MTQN ke-41 Sumbar

Berita Terkait

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Modal Sosial Kunci Utama Kinerja Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis

Senin, 10/8/26 | 16:12 WIB

Oleh: Devi Analia (Dosen Prodi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Andalas)   Akses pembiayaan kerap menjadi hambatan utama bagi petani kecil...

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Sintaksis Gen Z di X & Threads: Keren atau Malah Berantakan?

Senin, 10/8/26 | 10:24 WIB

Oleh: Kevin Amnur Jonata (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Buka X sekarang dan hampir dapat dipastikan ada...

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Hakikat Merantau dalam Tradisi Minangkabau

Senin, 10/8/26 | 08:36 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru SMAN 1 Ranah Pesisir)   Minangkabau merupakan sebuah suku bangsa di Sumatera Barat...

Doni Harsiva Yandra Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Masyarakat Diajak Tingkatkan Kesiapsiagaan

Doni Harsiva Yandra Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Masyarakat Diajak Tingkatkan Kesiapsiagaan

Sabtu, 08/8/26 | 09:11 WIB

PESISIR-Upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah...

Bakri Bakar Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Ajak Masyarakat Lunang Tingkatkan Kesiapsiagaan

Bakri Bakar Sosialisasikan Perda Penanggulangan Bencana, Ajak Masyarakat Lunang Tingkatkan Kesiapsiagaan

Sabtu, 08/8/26 | 09:08 WIB

Psisir Selatan - Anggota Komisi IV DPRD Sumatera Barat dari Fraksi Partai NasDem, Bakri Bakar, SH, melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan...

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Stilistika pada Cerpen “Hasrat George” dalam Majalah Bobo

Senin, 03/8/26 | 05:23 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Sastra anak tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga...

Berita Sesudah
23 Kafilah Bukittinggi Tampil di Hari Pertama MTQN ke-41 Sumbar

23 Kafilah Bukittinggi Tampil di Hari Pertama MTQN ke-41 Sumbar

POPULER

  • Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru, Muhidi Dorong Tendik jadi Motivator dan Inspirator Bagi Peserta Didik

    Bimtek Peningkatan Kompetensi Guru, Muhidi Dorong Tendik jadi Motivator dan Inspirator Bagi Peserta Didik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi III DPRD Sumbar Minta KDMP Jawab Krisis Pupuk dan Stabilkan Harga Panen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua DPRD Sumbar Dorong Stabilitas Sosial, Perkuat Fondasi Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Komisi V DPRD Sumbar Pelajari Tata Kelola Olahraga Sumsel, Cari Model Pembinaan Atlet Berprestasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026