Minggu, 21/6/26 | 15:54 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

Minggu, 21/6/26 | 13:50 WIB
Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan)

Kata bantu dan tolong sangat sering digunakan di dalam kehidupan sehari-hari pengguna bahasa Indonesia. Secara umum, kita memahami bahwa kata bantu dan tolong memiliki makna ketika seseorang melakukan suatu hal yang positif untuk orang lain sehingga membuat situasi orang tersebut menjadi lebih baik, lebih mudah, lebih ringan, dan sebagainya. Sesuai dengan pemahaman tersebut, dua kata ini berkaitan dengan aktivitas. Oleh karena itu, kata bantu dan tolong termasuk ke dalam kelas kata verba (kata kerja). Berikut ini adalah beberapa perubahan kata bantu dan tolong ketika dilekatkan dengan imbuhan:

  1. Imbuhan untuk kata bantu: membantu, bantuan, pembantu, terbantu, dan dibantu
  2. Imbuhan untuk kata tolong; menolong, pertolongan, penolong, tertolong, dan ditolong

Dari penambahan imbuhan tersebut, kita mengetahui bahwa dua kata ini juga bisa menjadi nomina (kata benda) yaitu bantuan, pembantu, pertolongan, dan penolong. Akan tetapi, pada perubahan nomina tersebut, terdapat perbedaan antara kata bantuan (tidak ada kata perbantuan) dan pertolongan (tidak ada kata tolongan). Dua kata ini menggunakan dua imbuhan yang berbeda. Kata bantuan adalah gabungan kata bantu dengan akhiran -an, sedangkan kata pertolongan adalah gabungan awalan per-, kata tolong, dan akhiran -an. Selain dari perbedaan ini (kata bantuan dan pertolongan), kata bantu dan tolong memiliki imbuhan yang sama (membantu dan menolong; dibantu dan ditolong; terbantu dan tertolong; pembantu dan penolong).

Untuk lebih jelasnya, mari kita baca makna kata bantuan dan pertolongan yang ada di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kata bantuan memiliki makna “barang yang dipakai untuk membantu, pertolongan, sokongan”, sedangkan kata pertolongan memiliki makna “perbuatan atau sesuatu yang dipakai untuk menolong; bantuan”. Dari pengamatan dua makna ini, kita menyadari bahwa di dalam kata bantuan tidak terdapat makna “perbuatan” seperti yang ada di dalam kata pertolongan. Mari kita perhatikan dua kalimat berikut:

  1. Anak itu selamat dari kebakaran berkat pertolongan dari petugas pemadam kebakaran dan masyarakat setempat.
  2. Pemerintah provinsi memberi bantuan dana pendidikan untuk sekolah-sekolah yang belum memiliki ruang laboratorium dan ruang olahraga yang memadai.

Kalimat pertama menggunakan kata pertolongan. Jika kata pertolongan tersebut diganti dengan kata bantuan, konteks yang diusung di dalam kalimat tersebut menjadi kurang relevan. Anggapan ini muncul, karena pada kalimat pertama, situasi yang digambarkan sangat berbahaya dan fatal sebab berkaitan dengan keselamatan dan nyawa manusia. Oleh sebab itu, kata pertolongan lebih sesuai daripada kata bantuan. Hal ini sangat berbeda dengan situasi kalimat kedua. Di dalam kalimat kedua, kata bantuan lebih sesuai daripada kata pertolongan karena pemerintah provinsi memberikan sejumlah dana yang konteksnya tidak segenting penyelamatan nyawa dalam situasi kecelakaan pada kalimat pertama. Dari contoh dan ilustrasi ini, kita sudah bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa kata bantu dan tolong secara makna memang mirip (bersinonim), tetapi konteksnya berbeda. Kata tolong cenderung digunakan untuk situasi yang lebih genting daripada kata bantu. Oleh sebab itu, dalam situasi yang sangat terdesak saat menyelamatkan diri, seseorang akan berteriak “Tolong… tolong…”, bukan “Bantu… Bantu…”.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

Minggu, 07/6/26 | 22:48 WIB
Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

Senin, 01/6/26 | 08:57 WIB

Kembali ke persoalan kata bantuan dan pertolongan. Mengapa dua nomina ini menggunakan imbuhan yang berbeda? Jawabannya ada di dalam makna kata itu. Kata pertolongan lebih fokus pada perbuatan yang menyelamatkan seseorang. Artinya, kata pertolongan memiliki intensitas pada aksi, tindakan, dan suatu hal yang dilakukan oleh seseorang untuk menyelamatkan orang lain. Inilah yang membuatnya berbeda dengan kata bantuan. Di dalam kata bantuan, kita bisa membayangkan referen atau bentuknya yang lebih konkret seperti dana, uang, makanan, pakaian, tempat tinggal, dan sebagainya. Namun, di dalam kehidupan sehari-hari, kata pertolongan dan bantuan sering dianggap sama.

Jika kita sudah memiliki pemahaman perbedaan antara kata bantu dan tolong, kita tentu bisa menganalisis kalimat berikut: “Tolong bantu aku!” Di dalam kalimat ini, kata tolong dan bantu digunakan bersamaan. Urutan penggunaannya pun tidak pernah berubah, selalu “Tolong bantu aku”, bukan “Bantu tolong aku”. Mengapa kata tolong yang diucapkan pertama? Sebab permintaan pertama adalah tindakan atau perbuatan seseorang yang bersedia untuk memberikan bantuan.

Untuk lebih lengkapnya, mari kita perhatikan makna kata membantu dan menolong yang ada di dalam KBBI. Kata membantu memiliki satu makna, yaitu “memberi sokongan (tenaga dan sebagainya) supaya kuat (kukuh, berhasil, baik, dan sebagainya); menolong”. Kata menolong memiliki 4 makna, yaitu “1. membantu untuk meringankan beban (penderitaan, kesukaran, dan sebagainya); 2. membantu supaya dapat melakukan sesuatu; 3. melepaskan diri dari (bahaya, bencana, dan sebagainya); menyelamatkan; 4. dapat meringankan (penderitaan dan sebagainya); dapat menyembuhkan (penyakit dan sebagainya); dapat melepaskan dari (bahaya dan sebagainya)”.

Dari penjabaran makna kata bantu dan tolong tersebut, kita semakin menyadari bahwa secara makna kata tolong digunakan dalam situasi yang sangat genting. Kata tolong juga berkaitan dengan perbuatan atau tindakan seseorang. Oleh sebab itu, di dalam kalimat perintah (yang bahkan situasinya tidak genting sekali pun) juga bisa menggunakan kata tolong. Hal ini disebabkan kata tolong berkaitan dengan aktivitas bukan bentuknya secara konkret. Kita sering mendengar kalimat-kalimat perintah atau permintaan sebagai berikut:

  1. Tolong bawakan buku ini ke ruangan sebelah!
  2. Tolong masukkan daging ini ke dalam kulkas!
  3. Tolong tunggu di sini!
  4. Tolong jangan ganggu saya lagi!
  5. Tolong pergi!
  6. Tolong pegangkan payung ini sebentar!
  7. Tolong belikan telur di warung depan!
  8. Tolong katakan yang sejujurnya!
  9. Tolong bantu saya!
  10. Tolong dengarkan dulu penjelasannya!

Semua contoh kata tolong tersebut tidak bisa digantikan dengan kata bantu. Mengapa demikian? Sebab yang diharapkan dari 10 contoh tersebut adalah tindakan seseorang, bukan suatu benda yang konkret seperti uang, dana, makanan, minuman, dan sebagainya. Oleh sebab itu, setiap kata perintah yang meminta aksi dari orang lain lebih cenderung menggunakan kata tolong. Selanjutnya, kita akan masuk ke dalam kata pembantu dan penolong. Istilah pembantu yang sering terdengar di dalam kehidupan sehari-hari adalah pemeran pembantu yang akhir-akhir ini juga sering disebut pemeran pendukung dan pembantu rumah tangga yang akhir-akhir ini juga sering disebut asisten rumah tangga (ART) atau pekerja rumah tangga (PRT). Mengapa kata pembantu di dalam dua istilah tersebut diganti dengan pendukung dan pekerja? Kita bisa menganalisis contoh yang kedua (pembantu rumah tangga), istilah ini semakin lama memiliki kesan makna yang negatif.

Istilah pembantu dianggap memiliki posisi yang lebih rendah, dalam artian ketika suatu profesi dilabeli dengan kata pembantu maka dianggap memberi level yang lebih rendah terhadap profesi tersebut, karena dianggap sebagai “pesuruh”. Selain itu, istilah pembantu ini tidak relevan dengan tugas yang dilakukan sehari-hari. Seorang pekerja rumah tangga memiliki tugas-tugas tertentu yang menjadi tanggung jawab pekerjaannya (bukan semata membantu) kemudian mendapatkan gaji yang sesuai dengan kesepakatan. Secara konteks, tugas yang dilakukan seorang pekerja rumah tangga memang membantu tugas-tugas yang ada di rumah tangga seperti memasak, menyapu, dan mencuci pakaian.

Dengan adanya pekerja rumah tangga, pemilik rumah merasa terbantu sebab beban pekerjaan rumah tangganya menjadi lebih ringan dan berkurang. Akan tetapi, pekerjaan itu dilakukan untuk mendapatkan gaji. Dengan demikian, aktivitas tersebut juga tidak bisa hanya dikatakan sebagai membantu, sebab itu adalah profesi yang mendapatkan gaji. Kita kembali ke makna kata membantu yang ada di dalam KBBI, yaitu “memberi sokongan (tenaga dan sebagainya) supaya kuat (kukuh, berhasil baik, dan sebagainya); menolong”. Konteks kata membantu yang sesuai dapat dilihat dalam contoh-contoh kalimat berikut:

  1. Dia adalah orang baik. Dia selalu membantu saya, saat saya mengalami kesulitan.
  2. Cilla dikenal sebagai anak yang sering membantu orang lain. Oleh sebab itu, dia memiliki banyak teman.
  3. Dia selalu merasa bahagia jika bisa membantu orang lain.
  4. Saat kamu membantu orang lain, kamu juga akan mendapatkan kebahagiaan untuk hati dan jiwamu.

Ketika membaca empat kalimat ini, kita menyadari bahwa kata membantu merupakan aktivitas yang dilakukan untuk meringangkan, mendukung, dan menolong orang lain. Bisa saja di dalam suatu pekerjaan ada kegiatan membantu, seperti perawat membantu dokter dan pasien; pramugari membantu penumpang; dan pramusaji membantu koki. Akan tetapi, hal itu hanya merupakan bagian dari aktivitas pekerjaannya. Oleh sebab itu, ketika kata pembantu dijadikan sebagai istilah profesi, hal ini menjadi tidak sesuai karena ada tugas dan gaji yang dibayarkan sesuai tanggung jawab pekerjaannya. Dengan demikian, istilah pekerja rumah tangga menjadi lebih sesuai.

Hal ini berbanding terbalik dengan kata penolong. Kata penolong memiliki kesan makna yang sangat positif karena juga dianggap sebagai “penyelamat”. Kita bisa membandingkan dua kalimat ini:

  1. Dia adalah penolong saya ketika saya kesulitan mengurus semua dokumen beasiswa. Berkat pertolongannya, saya bisa mendapatkan beasiswa ini.
  2. Dia adalah pembantu saya ketika saya kesulitan mengurus semua dokumen beasiswa. Berkat bantuannya, saya bisa mendapatkan beasiswa ini.

Dua kalimat ini memiliki kesan makna yang tidak sama dari dua kata yang berbeda, yaitu penolong dan pembantu. Kalimat pertama lebih positif, sedangkan kalimat kedua lebih negatif. Di dalam kalimat pertama, orang yang disebut sebagai penolong dianggap “penyelamat”, sedangkan pada kalimat kedua, orang yang disebut pembantu dianggap “pesuruh”. Dari dua kalimat ini sudah sangat jelas perbedaan konteks kata pembantu dan penolong.

Ketika kata bantu dan tolong berdiri sendiri (tanpa imbuhan), dua kata ini dianggap memiliki makna yang sama. Akan tetapi, sama halnya dengan kata-kata bersinonim lainnya, dua kata yang maknanya mirip tetap memiliki perbedaan tersendiri di dalam konteks kalimat. Hal ini semakin terlihat jelas ketika kata-kata tersebut dilekatkan dengan berbagai imbuhan. Demikianlah penjelasan dari perbedaan kata bantu dan tolong. Semoga bermanfaat.

Tags: #Reno Wulan Sari
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Objek Wisata Batu Malin Kundang Berubah Jadi Kolam Saat Hujan

Berita Sesudah

Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

Minggu, 07/6/26 | 22:48 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa waktu lalu, saya menyunting beberapa buku....

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

Senin, 01/6/26 | 08:57 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra (Guru SMA 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan)   Minangkabau memiliki banyak peribahasa. Peribahasa merupakan kelompok...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Bahasa Estetik dalam Luka “Gaza Tak Pernah Sunyi” Karya Hardi

Senin, 25/5/26 | 00:01 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Di tanah ini, sejarah bukan hanya di...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Konteks Kata “Kali” dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 17/5/26 | 13:37 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata kali dikenal...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Cerita Mahasiswa Arab tentang Bahasa Indonesia

Senin, 27/4/26 | 06:18 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Saat mengawas UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer)...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

Minggu, 19/4/26 | 21:49 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata ini dan...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peduli di Layar, Abai di Jalan: Ironi Aktivisme Lingkungan di Era Digital

POPULER

  • Indra Gunalan Kembali Pimpin PKB Tanah Datar, Pasang Target Besar

    Indra Gunalan Kembali Pimpin PKB Tanah Datar, Pasang Target Besar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Objek Wisata Batu Malin Kundang Berubah Jadi Kolam Saat Hujan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keterlibatan TNI dalam Program MBG: Kebijakan Tepat atau Alasan Politik?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “sudah” dan “telah”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cempaka Tanjung Pimpin Perempuan Bangsa Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026