Selasa, 13/1/26 | 07:36 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Layar Sentuh Smartphone

Minggu, 16/10/22 | 12:27 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah Scientia.id)

 

Saya kira smartphone menjadi kebutuhan bagi berbagai kalangan. Tidak dapat dipungkiri pula, semenjak pandemi Covid-19 beberapa kegiatan beralih menjadi daring. Salah satu perangkat yang mendukung aktivitas itu adalah smartphone. Entah itu kegiatan belajar mengajar, kerja, maupun aktivitas jual beli dilakukan secara daring.

Teknologi layar sentuh yang disediakan sungguh memanjakan pengguna smartphone. Bagi saya itu hal yang menyenangkan. Paling tidak, tampilan layar yang ditawarkan menjadi penuh dan mempengaruhi kenyamanan mata sehingga penggunanya dapat fokus saat membaca.

Ada hal yang selalu mengikat pandangan saya saat menggunakan smartphone. Teknologi ini memberikan kecepatan informasi apa saja yang kita butuhkan. Begitu pun kabar-kabar teraktual, baik dalam negeri maupun mancangera dapat diakses secara cepat. Itu membutuhkan fokus perhatian pengguna saat membacanya.

BACAJUGA

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Sepertinya daya ikat layar sentuh smartphone ini begitu kuat sampai tidak mengenal watu dan tempat. Barangkali, di antara pembaca pernah hampir tersandung saat berjalan sambil menatap layar smartphone atau salah menuju kendaraan yang terparkir. Saya pernah mengalami hal demikian.

Ketika beranda google memuat informasi aktual tentang politik, kriminal, atau selebritas, saat itu pula tangan ini “gatal” untuk mengakses dan membacanya. Tidak mengenal waktu dan tempat, yang penting saya harus membaca beritanya. Entah itu kabar reshuffle kabinet, kasus korupsi, maupun permasalahan artis seperti KDRT, berita tersebut selalu mendapat rating tinggi dari pembacanya.

Bila itu dalam keadaan santai atau rebahan tentu tidak ada kendala. Berbeda bila itu dilakukan saat menunggu antrian, mungkin saja kita bisa dapat teguran karena tidak menyahut saat dipanggil. Mirisnya jika harus mengulang antrian. Begitu kuat daya pikat dari layar smatphone tersebut.

Lain lagi ceritanya bila dilakukan di dalam kendaraan atau di jalanan. Saya termasuk yang tidak kuat untuk membaca di layar smartphone saat menjadi penumpang mobil. Menunduk menatap layar smartphone akan membuat kepala menjadi pusing terkadang juga menyebabkan mual. Tidak pada semua perjalanan pula hal serupa demikian terjadi, yang jelas ketika rute banyak tikungan dan itu sungguh tidak menyenangkan.

Lain pula bila di jalanan, seperti di pedestrian taman kota misalnya. Bukan pemandangan aneh kiranya banyak pejalan kaki yang menunduk menatap layar smartphone. Bermacam pula caranya melihat layar sembari berjalan. Yang jelas, sebagian pejalan kaki menunduk menatap layar smartphone mereka.

Momen itu mengingatkan saya pada peristiwa memilukan sekaligus memalukan. Saat itu, saya dan beberapa rekan berjalan di pedestrian taman kota sambil menunduk menatap layar smartphone. Awalnya, saya berjalan normal saja tanpa ada kendala. Namun, suasana berubah saat saya tidak sadar sudah melangkah di luar pedestrian dan terjatuh.

Memang tidak menyakitkan karena tinggi pedestrian dengan tanah lapangan tidak lebih dari 15 cm. Namun, hal itu memalukan. Beberapa menit kemudian seorang teman memperlihat berita “Ngerinya Main Smartphone Sambil Jalan Kaki” dari layar smartphone yang ia genggam. Sungguh kuat daya pikatnya layar sentuh itu.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Rantau dan Kawin Campur dalam Jalan Sunyi Paling Duri

Berita Sesudah

Bentuk Terikat –anda

Berita Terkait

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Hasil Tak Sepenting Perjalanan

Minggu, 26/10/25 | 21:50 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Libur kuliah dahulu selalu terasa seperti lagu merdu yang menandai kebebasan. Setelah berminggu-minggu bergulat...

Berita Sesudah
Bentuk Terikat –anda

Bentuk Terikat –anda

Discussion about this post

POPULER

  • Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tuntut Hak Plasma 20 Persen, Ribuan Warga Asam Jujuhan Unjuk Rasa ke PT TKA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerpen “Rimbo Nan Tak Luko” Karya Tasya Syafa Kamila dan Ulasannya Oleh Azwar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Unsur Intrinsik Naskah Drama “Orang-Orang di Tikungan Jalan” Karya Rendra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Usulkan Proyek Lingkungan Hidup Pada Negara Jerman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024