Minggu, 17/5/26 | 22:53 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

 

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau yang lebih akrab disebut casan, termasuk salah satunya. Bentuknya sederhana, kabelnya sering kusut, kadang mulai rusak pada bagian tertentu. Namun, benda kecil itu justru menjadi salah satu penopang ritme aktivitas saya.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Saya mulai menyadari hal itu ketika kembali menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Di perantauan, hampir seluruh aktivitas berjalan melalui perangkat digital. Laptop menjadi ruang utama untuk belajar, mengerjakan tugas, sekaligus menyimpan berbagai kebutuhan akademik. Sementara itu, smartphone tentu menjadi “pusat” aktivitas saya.

Dalam situasi seperti itu, keberadaan casan menjadi jauh lebih penting dibanding ukurannya yang kecil. Ia bukan lagi sekadar pelengkap perangkat elektronik, melainkan bagian dari kebutuhan harian. Kehilangannya, atau sekadar lupa membawanya, dapat mengubah suasana hari secara drastis.

Saya pernah melewati satu pagi yang berjalan begitu terburu-buru. Hari itu, saya telah berjanji untuk bertemu dengan supervisor guna membahas perkembangan akademik saya. Laptop dan botol minum sudah tersimpan rapi di dalam tas. Saat membuka laptop, saya langsung sadar bahwa casan tertinggal di kamar.

Indikator baterai di layar laptop mulai berubah merah. Angkanya menunjukkan tiga belas persen. Saat itu saya baru teringat bahwa semalam laptop belum sempat diisi daya setelah digunakan menonton siaran bola. Saya sebenarnya sudah berniat mengisinya sepulang makan malam, tetapi rasa lelah membuat saya langsung tertidur hingga akhirnya benar-benar lupa.

Kepanikan kecil itu mulai muncul saat saya membuka laptop sebelum sesi konsultasi dimulai. Perhatian saya perlahan tidak lagi tertuju pada bahan diskusi bersama supervisor, melainkan pada indikator baterai yang terus menurun. Tanpa sadar, saya mulai melakukan berbagai penyesuaian kecil, mulai dari mengurangi kecerahan layar, menutup aplikasi yang tidak diperlukan, hingga menghemat penggunaan internet, hanya untuk memastikan laptop itu mampu bertahan sampai pertemuan selesai.

Pengalaman sederhana itu membuat saya menyadari bahwa casan bukan lagi sekadar pelengkap perangkat elektronik. Dalam kondisi saat ini yang hampir seluruh aktivitasnya bergantung pada laptop dan ponsel pintar, benda kecil itu diam-diam memiliki peran yang sangat penting. Kehadirannya sering diabaikan ketika tersedia, tetapi segera dicari saat daya mulai menipis dan pekerjaan belum selesai.

Saya mulai memahami mengapa casan selalu memiliki tempat di dalam tas beberapa teman. Benda kecil itu bukan hanya menjaga perangkat tetap menyala, tetapi juga menghadirkan rasa tenang di tengah aktivitas yang padat. Mungkin karena itulah colokan listrik kini sering menjadi hal pertama yang dicari di perpustakaan, kafe, atau ruang tunggu kampus, seolah-olah daya baterai telah menjadi bagian penting dari ritme kehidupan moder

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Seksisme dalam Judul Buku-buku Islami: Analisis Kritis Norman Fairclough

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

POPULER

  • Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Direktur Utama Perumda AM Hendra Pebrizal bersama Kajari Padang Koswara, dan disaksikan Wali Kota Padang Fadly Amran, di ZHM Premiere Hotel, Selasa (12/5/2026).

    Wali Kota Padang Tegaskan Dirut PDAM Bekerja Secara Profesional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razia Tambang Timah Ilegal Hutan Lindung Belitung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Sumbar Nilai Ranperda Pendidikan dan Perlindungan Petani Mendesak Diperkuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Sumbar Sahkan Perda Penyertaan Modal Jamkrida 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konteks Kata “Kali” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wakil Ketua DPRD Sumbar Dukung Padang Menuju Kota Gastronomi Dunia UNESCO 2027

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026