Rabu, 14/10/26 | 19:54 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

 

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau yang lebih akrab disebut casan, termasuk salah satunya. Bentuknya sederhana, kabelnya sering kusut, kadang mulai rusak pada bagian tertentu. Namun, benda kecil itu justru menjadi salah satu penopang ritme aktivitas saya.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Saya mulai menyadari hal itu ketika kembali menjalani kehidupan sebagai mahasiswa. Di perantauan, hampir seluruh aktivitas berjalan melalui perangkat digital. Laptop menjadi ruang utama untuk belajar, mengerjakan tugas, sekaligus menyimpan berbagai kebutuhan akademik. Sementara itu, smartphone tentu menjadi “pusat” aktivitas saya.

Dalam situasi seperti itu, keberadaan casan menjadi jauh lebih penting dibanding ukurannya yang kecil. Ia bukan lagi sekadar pelengkap perangkat elektronik, melainkan bagian dari kebutuhan harian. Kehilangannya, atau sekadar lupa membawanya, dapat mengubah suasana hari secara drastis.

Saya pernah melewati satu pagi yang berjalan begitu terburu-buru. Hari itu, saya telah berjanji untuk bertemu dengan supervisor guna membahas perkembangan akademik saya. Laptop dan botol minum sudah tersimpan rapi di dalam tas. Saat membuka laptop, saya langsung sadar bahwa casan tertinggal di kamar.

Indikator baterai di layar laptop mulai berubah merah. Angkanya menunjukkan tiga belas persen. Saat itu saya baru teringat bahwa semalam laptop belum sempat diisi daya setelah digunakan menonton siaran bola. Saya sebenarnya sudah berniat mengisinya sepulang makan malam, tetapi rasa lelah membuat saya langsung tertidur hingga akhirnya benar-benar lupa.

Kepanikan kecil itu mulai muncul saat saya membuka laptop sebelum sesi konsultasi dimulai. Perhatian saya perlahan tidak lagi tertuju pada bahan diskusi bersama supervisor, melainkan pada indikator baterai yang terus menurun. Tanpa sadar, saya mulai melakukan berbagai penyesuaian kecil, mulai dari mengurangi kecerahan layar, menutup aplikasi yang tidak diperlukan, hingga menghemat penggunaan internet, hanya untuk memastikan laptop itu mampu bertahan sampai pertemuan selesai.

Pengalaman sederhana itu membuat saya menyadari bahwa casan bukan lagi sekadar pelengkap perangkat elektronik. Dalam kondisi saat ini yang hampir seluruh aktivitasnya bergantung pada laptop dan ponsel pintar, benda kecil itu diam-diam memiliki peran yang sangat penting. Kehadirannya sering diabaikan ketika tersedia, tetapi segera dicari saat daya mulai menipis dan pekerjaan belum selesai.

Saya mulai memahami mengapa casan selalu memiliki tempat di dalam tas beberapa teman. Benda kecil itu bukan hanya menjaga perangkat tetap menyala, tetapi juga menghadirkan rasa tenang di tengah aktivitas yang padat. Mungkin karena itulah colokan listrik kini sering menjadi hal pertama yang dicari di perpustakaan, kafe, atau ruang tunggu kampus, seolah-olah daya baterai telah menjadi bagian penting dari ritme kehidupan moder

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Firdaus: Kader PMII Harus Profesional Bergerak dan Hidupkan Semangat Organisasi di Kampus

Berita Sesudah

Program Bantuan Pasang Baru Listrik Resmi Diluncurkan di Kabupaten Solok

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Program Bantuan Pasang Baru Listrik Resmi Diluncurkan di Kabupaten Solok

Program Bantuan Pasang Baru Listrik Resmi Diluncurkan di Kabupaten Solok

POPULER

  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nurfirmanwansyah Apresiasi Gerakan Literasi Digital bagi Pelajar di Sumbar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026