Sabtu, 24/10/26 | 03:06 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun dalam kenyataannya aktivitas ini tidak selalu sesederhana yang terlihat. Ada kalanya seseorang memutuskan untuk memotong rambut bukan hanya karena alasan praktis, melainkan karena dorongan batin yang sulit dijelaskan.

Dalam proses yang singkat itu, terjadi perubahan yang tidak hanya tampak pada penampilan, tetapi juga pada perasaan dan cara seseorang memaknai dirinya sendiri. Di beberapa kesempatan, saya juga berada dalam keadaan yang serupa, di antara keinginan untuk membiarkan semuanya tetap seperti biasa dan dorongan halus untuk melakukan perubahan. Keputusan untuk memotong rambut tidak pernah benar benar datang dengan keyakinan penuh, melainkan melalui kebimbangan yang perlahan menguat.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Di sisi lain, ada kalanya saya datang ke tempat pangkas rambut tanpa niat yang benar-benar kuat untuk memotong rambut. Alasan yang lebih jujur justru sederhana, yakni keinginan untuk merasakan pijatan di kepala dan bahu yang ditawarkan sebagai bagian dari layanan. Sensasi pijatan itu sering kali menjadi bagian yang paling saya tunggu, karena mampu meredakan lelah yang diam diam menumpuk.

Dalam keadaan seperti itu, potong rambut hanya menjadi pelengkap agar saya memiliki alasan untuk duduk lebih lama. Bahkan terkadang saya lebih memilih pijatnya saja sementara rambut tetap seperti semula. Namun pada akhirnya gunting tetap bekerja dan saya pulang dengan potongan baru yang tidak selalu direncanakan.

Di sisi lain, potong rambut juga menghadirkan pengalaman sosial yang hangat dan bermakna. Percakapan ringan, candaan sederhana, atau bahkan suasana diam yang nyaman menjadi bagian dari proses yang berlangsung alami. Dalam momen tersebut, tukang cukur hadir tidak hanya sebagai profesional yang terampil, tetapi juga sebagai pendengar yang memberi ruang bagi cerita cerita singkat.

Yang jarang disadari, potong rambut menyimpan paradoks tentang kendali dan kepercayaan. Kita terbiasa mengatur banyak hal, tetapi di kursi tukang cukur kita justru menyerahkan sebagian kendali. Kita hanya memberi gambaran singkat, lalu membiarkan hasilnya terbentuk. Dari situ muncul pelajaran sederhana bahwa tidak semua hal harus dipastikan sejak awal. Perubahan sering hadir dari keputusan yang setengah ragu. Dan justru di situlah makna kecil itu ditemukan.

Pada akhirnya, potong rambut tetap menjadi hal sederhana yang menyenangkan. Kita datang dengan berbagai alasan, kadang karena perlu, kadang karena ingin, dan kadang hanya untuk duduk santai sejenak. Kita pulang dengan rambut lebih rapi dan kepala terasa ringan. Ada juga cerita kecil yang ikut terbawa. Dan meskipun awalnya hanya ingin pijat, hasil potongannya tetap kita terima dengan senyum.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Berita Sesudah

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

POPULER

  • Perluasan Area Perkebunan, Kabupaten Solok Siap jadi Lumbung Kopi dan Kakao Nasional

    Perluasan Area Perkebunan, Kabupaten Solok Siap jadi Lumbung Kopi dan Kakao Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbaiki Akses Warga, Pemkab Dharmasraya Ganti Lantai Dua Jembatan Bailey dengan Baja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Santri Nasional, PKB Sumbar Bagikan Masker

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026