Jumat, 17/7/26 | 19:20 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun dalam kenyataannya aktivitas ini tidak selalu sesederhana yang terlihat. Ada kalanya seseorang memutuskan untuk memotong rambut bukan hanya karena alasan praktis, melainkan karena dorongan batin yang sulit dijelaskan.

Dalam proses yang singkat itu, terjadi perubahan yang tidak hanya tampak pada penampilan, tetapi juga pada perasaan dan cara seseorang memaknai dirinya sendiri. Di beberapa kesempatan, saya juga berada dalam keadaan yang serupa, di antara keinginan untuk membiarkan semuanya tetap seperti biasa dan dorongan halus untuk melakukan perubahan. Keputusan untuk memotong rambut tidak pernah benar benar datang dengan keyakinan penuh, melainkan melalui kebimbangan yang perlahan menguat.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

Di sisi lain, ada kalanya saya datang ke tempat pangkas rambut tanpa niat yang benar-benar kuat untuk memotong rambut. Alasan yang lebih jujur justru sederhana, yakni keinginan untuk merasakan pijatan di kepala dan bahu yang ditawarkan sebagai bagian dari layanan. Sensasi pijatan itu sering kali menjadi bagian yang paling saya tunggu, karena mampu meredakan lelah yang diam diam menumpuk.

Dalam keadaan seperti itu, potong rambut hanya menjadi pelengkap agar saya memiliki alasan untuk duduk lebih lama. Bahkan terkadang saya lebih memilih pijatnya saja sementara rambut tetap seperti semula. Namun pada akhirnya gunting tetap bekerja dan saya pulang dengan potongan baru yang tidak selalu direncanakan.

Di sisi lain, potong rambut juga menghadirkan pengalaman sosial yang hangat dan bermakna. Percakapan ringan, candaan sederhana, atau bahkan suasana diam yang nyaman menjadi bagian dari proses yang berlangsung alami. Dalam momen tersebut, tukang cukur hadir tidak hanya sebagai profesional yang terampil, tetapi juga sebagai pendengar yang memberi ruang bagi cerita cerita singkat.

Yang jarang disadari, potong rambut menyimpan paradoks tentang kendali dan kepercayaan. Kita terbiasa mengatur banyak hal, tetapi di kursi tukang cukur kita justru menyerahkan sebagian kendali. Kita hanya memberi gambaran singkat, lalu membiarkan hasilnya terbentuk. Dari situ muncul pelajaran sederhana bahwa tidak semua hal harus dipastikan sejak awal. Perubahan sering hadir dari keputusan yang setengah ragu. Dan justru di situlah makna kecil itu ditemukan.

Pada akhirnya, potong rambut tetap menjadi hal sederhana yang menyenangkan. Kita datang dengan berbagai alasan, kadang karena perlu, kadang karena ingin, dan kadang hanya untuk duduk santai sejenak. Kita pulang dengan rambut lebih rapi dan kepala terasa ringan. Ada juga cerita kecil yang ikut terbawa. Dan meskipun awalnya hanya ingin pijat, hasil potongannya tetap kita terima dengan senyum.

ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Makna Konotasi dan Denotasi Kata Cabe-Cabean

Berita Sesudah

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Berita Sesudah
Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Idiom “Keras Kepala” dari Presiden Prabowo untuk Iran

POPULER

  • Dugaan Pungutan Parkir di SPBU Dharmasraya Viral, Publik Pertanyakan Dasar Hukumnya

    Dugaan Pungutan Parkir di SPBU Dharmasraya Viral, Publik Pertanyakan Dasar Hukumnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Hal yang Berkaitan dengan Kata Lagi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Matangkan Persiapan Perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 Tahun 2026.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026