Sabtu, 24/10/26 | 22:08 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah dibeli sejak lama, sebagian lagi baru saja saya susun rapi di lemari. Ironisnya, beberapa di antaranya bahkan belum pernah benar-benar saya buka.

Buku-buku itu sengaja saya siapkan untuk dibaca “nanti”. Masalahnya, kata “nanti” itu ternyata bisa berlangsung berbulan-bulan. Buku-buku tetap memenuhi rak, tetapi semakin jarang disentuh. Hingga akhirnya saya kembali kuliah dan menyadari bahwa hubungan saya dengan buku perlu diperbaiki.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Padahal, hubungan saya dengan buku sebenarnya tidak pernah benar-benar putus. Saya masih sesekali membaca buku kumpulan cerpen, meskipun sering berhenti di tengah jalan. Saya juga membuka beberapa buku nonfiksi ketika membutuhkan referensi.

Namun, kegiatan membaca saat itu lebih banyak didorong oleh kebutuhan daripada keinginan. Buku dibuka ketika diperlukan, lalu kembali disimpan setelah urusannya selesai. Lama-kelamaan, membaca tidak lagi menjadi bagian dari rutinitas, melainkan sekadar aktivitas yang datang dan pergi sesuai kebutuhan.

Kembali kuliah membuat saya melihat buku dengan cara yang berbeda. Buku-buku yang selama ini hanya sesekali saya buka mulai kembali mengambil peran dalam keseharian. Ada materi yang perlu dipahami, ada tugas yang harus diselesaikan, dan ada rasa ingin tahu yang sering kali mengantar saya pada halaman-halaman yang sebelumnya terabaikan. Dari situlah saya mulai menyadari bahwa membaca bukan sekadar kebutuhan sesaat, melainkan bagian penting dari proses belajar itu sendiri.

Namun, seperti hubungan yang lama berjarak, kedekatan dengan buku juga perlu dibangun kembali secara perlahan. Saya mulai membuka lagi buku-buku yang selama ini hanya tersusun rapi di rak. Kadang hanya beberapa halaman sebelum beralih ke pekerjaan lain, kadang lebih lama ketika menemukan bacaan yang benar-benar menarik.

Tidak ada target yang muluk-muluk. Saya hanya berusaha menghadirkan kembali kebiasaan yang sempat hilang dari keseharian. Kembali menjadi mahasiswa memberi saya alasan sekaligus dorongan untuk memulai proses itu.

Kini saya mulai memahami bahwa yang selama ini saya rindukan bukan sekadar kegiatan membaca, melainkan kebiasaan belajar yang menyertainya. Buku-buku yang dulu hanya tersusun rapi di rak perlahan kembali menemukan jalannya ke meja belajar. Mungkin saya belum bisa membaca sebanyak yang saya inginkan, tetapi setidaknya saya sudah memulai. Dan untuk saat ini, membuka satu buku lalu membaca beberapa halaman terasa lebih berarti daripada terus-menerus menundanya untuk hari lain yang belum tentu datang.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wali Kota Padang Serahkan Reward Subuh Mubarakah Program Smart Surau di Masjid As Salam, Komplek Dangau Teduh, Kelurahan Cengkeh Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung,

Berita Sesudah

Tiga Agenda Besar Pemkab Dharmasraya Berlangsung Semarak

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Tiga Agenda Besar Pemkab Dharmasraya Berlangsung Semarak

Tiga Agenda Besar Pemkab Dharmasraya Berlangsung Semarak

POPULER

  • Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Apresiasi Kontribusi Alumni IKIP Padang/UNP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Timbun dan Jual Kembali Solar Subsidi, Dua Pria di Sijunjung Diamankan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Kongres XX IPPNU, Ketum PP IPPNU Sumbar Tri Ramadhani Siap Maju Caketum PP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perluasan Area Perkebunan, Kabupaten Solok Siap jadi Lumbung Kopi dan Kakao Nasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026