Minggu, 12/7/26 | 21:58 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu bukan sekadar hiasan dinding. Di balik kalimat yang singkat, ternyata tersimpan cara pemilik kedai menyapa para pelanggannya. Ada yang mengajak tertawa, ada yang mengingatkan, dan ada pula yang membuat kita berpikir sejenak.

Kini setiap kali singgah di sebuah rumah makan, sebelum melihat daftar menu, mata saya justru mencari slogan yang terpampang di dinding. Rasanya selalu ada kejutan yang menarik untuk dibaca. Tidak jarang, kalimat sederhana itu justru lebih lama saya ingat dibandingkan rasa makanan yang disajikan.

BACAJUGA

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Suatu hari perhatian saya tertuju pada sebuah slogan, “Bila Anda puas beritahu teman, bila tidak puas beritahu kami”. Kalimatnya singkat, tetapi pesannya jelas. Kepuasan rupanya layak dibagikan, sedangkan kekecewaan sebaiknya disampaikan kepada yang bisa memperbaikinya. Rasanya, itulah bentuk komunikasi yang sering kali terlupakan.

Di tempat lain saya menemukan tulisan yang membuat pengunjung tersenyum, “Silakan makan sepuasnya, yang penting jangan lupa bayar.” Kalimat itu terdengar jenaka, tetapi pesannya jelas. Dengan sedikit humor, pengelola berhasil menyampaikan aturan tanpa terkesan menggurui. Cara sederhana seperti ini justru terasa lebih akrab.

Menariknya, tidak semua slogan berbicara tentang makanan. Ada yang berisi nasihat, motivasi, bahkan pengingat untuk menjaga kesehatan dan keselamatan. Barangkali pemilik kedai sadar bahwa pengunjung datang bukan hanya untuk mengisi perut. Ada yang sedang melepas lelah, berbincang dengan teman, atau sekadar mencari tempat beristirahat.

Bagi saya, slogan-slogan di kedai makanan adalah bukti bahwa kata-kata memiliki tempatnya sendiri. Kalimat yang singkat, jika disusun dengan tepat, mampu meninggalkan kesan yang panjang. Siapa sangka, dari tempat yang awalnya hanya dituju untuk mengisi perut, kita juga bisa membawa pulang sepotong pesan yang terus teringat sepanjang perjalanan.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wawako Padang Serahkan Kunci Rumah Hunian Tetap Mandiri di Kampung Tanjung Kuranji

Berita Terkait

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin rapat pertemuan lanjutan dengan Foshan Polytechnic, Selasa (7/7).

    Wali Kota Padang Kunjungi Fosan Polytechnic

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nongender

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Macam Rasa di dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan “ini” dan “itu” di dalam Berbagai Konteks

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026