Selasa, 10/2/26 | 11:36 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat yang asing bagi saya. Di sinilah saya tumbuh, mendengar cerita, dan mengenal cara orang-orang hidup berdampingan dengan adat dan alam. Namun, ketika saya kembali menaruh perhatian lebih dekat pada cerita rakyat di kampung ini, saya justru menemukan banyak hal yang selama ini terasa biasa, tetapi sesungguhnya bermakna.

Cerita rakyat di Gunuang Omeh tidak pernah hadir sebagai dongeng yang berdiri sendiri. Ia melekat pada tempat dan ingatan orang-orang. Ada cerita yang selalu disebut ketika orang melewati sungai tertentu, ada kisah yang diingat saat membicarakan aturan adat, dan ada pula cerita yang muncul sebagai pengingat agar orang tidak sembarangan bertindak. Cerita hidup bersama kebiasaan, bukan disimpan rapi di rak ingatan.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Saat Ide Mengalir di Detik Terakhir

Minggu, 05/10/25 | 20:02 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Antara Deadline dan Bedcover

Minggu, 14/9/25 | 18:56 WIB

Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di daerah ini, serta mendapat pendidikan tentang budaya dan sastra, saya melihat cerita rakyat bekerja dengan cara yang halus. Ia tidak menggurui, tidak memaksa, tetapi pelan-pelan membentuk sikap. Lewat cerita, orang belajar tentang batas, tentang rasa hormat, dan tentang tanggung jawab pada sesama. Cerita menjadi cara paling sederhana untuk menjaga keteraturan hidup bersama.

Namun, perubahan zaman terasa jelas. Cara bercerita mulai bergeser, ruang-ruang berkumpul semakin sempit, dan cerita rakyat kini sering dipanggil kembali hanya saat dibutuhkan, misalnya ketika kampung ingin dikenalkan sebagai tujuan wisata. Cerita lalu tampil lebih singkat, lebih rapi, tetapi kadang kehilangan kedalaman maknanya.

Di titik ini, saya sering bertanya pada diri sendiri: apakah cerita rakyat kita masih hidup, atau hanya dipamerkan? Bagi saya, cerita rakyat bukan sekadar warisan yang perlu diselamatkan, melainkan praktik yang perlu terus dijalani. Ia hidup karena dipercaya dan dipakai, bukan karena dituliskan atau dipajang.

Dari tempat kelahiran ini, saya belajar bahwa cerita rakyat selalu bernegosiasi dengan zaman. Ia bisa menguatkan identitas, tetapi juga bisa melemah jika dipisahkan dari konteks sosialnya. Cerita rakyat membutuhkan ruang, pelaku, dan kepercayaan agar tetap bermakna.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

LAPIAK Nagari 2026, Mahasiswa UNAND Perkuat UMKM Jengkol Batu Busuk

Berita Sesudah

Polri Konsisten Jaga Keberlangsungan Pertanian Jagung Pakan Ternak

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Renyah: Bacaan Pelan untuk Hari yang Cepat

Minggu, 18/1/26 | 21:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Jika Renyah dapat dianalogikan, ia bukan ruang yang hadir dengan suara lantang atau pernyataan yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

2026 dan Renyah yang Tetap Menyapa

Minggu, 04/1/26 | 23:10 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir tahun 2025 kita lewati dengan langkah yang lebih pelan. Bencana yang terjadi di...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Lengah di Tengah Jeda

Minggu, 21/12/25 | 20:08 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saat istirahat siang, saya sering lengah dengan waktu. Bukan karena terburu-buru seperti di pagi...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Ketika Waktu Tak Menunggu

Minggu, 07/12/25 | 22:22 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Saya sering bangun tergesa, seolah pagi datang lebih cepat dari dugaan. Waktu terus berjalan...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Hujan yang Merawat Diam

Minggu, 23/11/25 | 19:52 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Hujan selalu punya cara sederhana untuk membuat saya berhenti sejenak. Di antara rintik yang...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tentang Usaha yang Tidak Terlihat

Minggu, 09/11/25 | 20:13 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam setiap pertandingan olahraga selalu ada dua kemungkinan, menang atau kalah. Dari kejauhan semuanya...

Berita Sesudah
Polri Konsisten Jaga Keberlangsungan Pertanian Jagung Pakan Ternak

Polri Konsisten Jaga Keberlangsungan Pertanian Jagung Pakan Ternak

POPULER

  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pergi Berenang, Bocah di Dharmasraya Dilaporkan Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Usai Santap MBG, Ibu dan Anak di Dharmasraya Alami Diare dan Pusing

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Pasaman Bersama Anggota DPRD Sumbar Dapil IV Sepakat Selesaikan Persoalan Krusial Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024