Kamis, 14/5/26 | 04:23 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Kampung, Cerita, dan Ingatan yang Tak Pernah Usang

Minggu, 08/2/26 | 15:36 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Kecamatan Gunuang Omeh, khususnya Nagari Talang Anau bukan tempat yang asing bagi saya. Di sinilah saya tumbuh, mendengar cerita, dan mengenal cara orang-orang hidup berdampingan dengan adat dan alam. Namun, ketika saya kembali menaruh perhatian lebih dekat pada cerita rakyat di kampung ini, saya justru menemukan banyak hal yang selama ini terasa biasa, tetapi sesungguhnya bermakna.

Cerita rakyat di Gunuang Omeh tidak pernah hadir sebagai dongeng yang berdiri sendiri. Ia melekat pada tempat dan ingatan orang-orang. Ada cerita yang selalu disebut ketika orang melewati sungai tertentu, ada kisah yang diingat saat membicarakan aturan adat, dan ada pula cerita yang muncul sebagai pengingat agar orang tidak sembarangan bertindak. Cerita hidup bersama kebiasaan, bukan disimpan rapi di rak ingatan.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB
Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di daerah ini, serta mendapat pendidikan tentang budaya dan sastra, saya melihat cerita rakyat bekerja dengan cara yang halus. Ia tidak menggurui, tidak memaksa, tetapi pelan-pelan membentuk sikap. Lewat cerita, orang belajar tentang batas, tentang rasa hormat, dan tentang tanggung jawab pada sesama. Cerita menjadi cara paling sederhana untuk menjaga keteraturan hidup bersama.

Namun, perubahan zaman terasa jelas. Cara bercerita mulai bergeser, ruang-ruang berkumpul semakin sempit, dan cerita rakyat kini sering dipanggil kembali hanya saat dibutuhkan, misalnya ketika kampung ingin dikenalkan sebagai tujuan wisata. Cerita lalu tampil lebih singkat, lebih rapi, tetapi kadang kehilangan kedalaman maknanya.

Di titik ini, saya sering bertanya pada diri sendiri: apakah cerita rakyat kita masih hidup, atau hanya dipamerkan? Bagi saya, cerita rakyat bukan sekadar warisan yang perlu diselamatkan, melainkan praktik yang perlu terus dijalani. Ia hidup karena dipercaya dan dipakai, bukan karena dituliskan atau dipajang.

Dari tempat kelahiran ini, saya belajar bahwa cerita rakyat selalu bernegosiasi dengan zaman. Ia bisa menguatkan identitas, tetapi juga bisa melemah jika dipisahkan dari konteks sosialnya. Cerita rakyat membutuhkan ruang, pelaku, dan kepercayaan agar tetap bermakna.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

LAPIAK Nagari 2026, Mahasiswa UNAND Perkuat UMKM Jengkol Batu Busuk

Berita Sesudah

Tampung Aspirasi Warga Padang, Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman Dorong Perbaikan Iklim Investasi

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Berita Sesudah
Tampung Aspirasi Warga Padang, Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman Dorong Perbaikan Iklim Investasi

Tampung Aspirasi Warga Padang, Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman Dorong Perbaikan Iklim Investasi

POPULER

  • Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Direktur Utama Perumda AM Hendra Pebrizal bersama Kajari Padang Koswara, dan disaksikan Wali Kota Padang Fadly Amran, di ZHM Premiere Hotel, Selasa (12/5/2026).

    Wali Kota Padang Tegaskan Dirut PDAM Bekerja Secara Profesional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penggunaan Kata Penghubung “tetapi” dan “sedangkan”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Terima Kunjungan Konjen India Peluang Beasiswa Pelajar Kota Padang yang Ingin berkuliah di India

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026