Senin, 01/6/26 | 18:16 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Harmoni dalam Barisan

Minggu, 19/1/25 | 16:58 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Bayangkan jika antre bukan sekadar menunggu giliran, tetapi menjadi simbol kesadaran, penghormatan, dan kemajuan bersama. Sebuah pemandangan yang begitu menenangkan dengan barisan yang tertib, penuh senyum saling menghargai, dan setiap orang merasa dihormati. Bukan lagi sekadar rutinitas, antre menjadi cerminan harmoni yang menghubungkan manusia dalam simpul kebersamaan yang indah.

Di tengah riuhnya era digital yang serba cepat, sikap antre adalah napas santun yang kian langka. Ironisnya, kita kerap mengabaikan keindahan sederhana dari barisan rapi yang menyuarakan keadilan dalam setiap langkahnya. Antre bukan hanya tentang berdiri dalam baris, melainkan tentang melatih kesabaran, menghargai hak orang lain, dan merangkai harmoni dalam keseharian.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

Pengalaman mengajarkan saya betapa pentingnya budaya antre dalam kehidupan sehari-hari. Pernah suatu kali, di depan mesin ATM, seseorang dengan santainya menyerobot antrean, padahal masih ada tiga orang lain yang menunggu giliran. Aksinya sontak memicu keributan kecil. Wajah-wajah yang semula tenang berubah kesal, dan suasana menjadi tidak nyaman.

Hal serupa juga pernah saya alami saat mengisi BBM di SPBU. Ada saja pengendara yang tak sabar, menerobos barisan, hingga akhirnya membuat suasana tegang. Di jalan raya, kondisi ini bahkan lebih parah. Saat proyek perbaikan jalan menyebabkan sistem buka-tutup, beberapa pengendara justru nekat menyerobot jalur yang bukan miliknya.

Bukannya mempercepat perjalanan, tindakan seperti ini justru memperparah kemacetan dan menciptakan kekacauan yang sebenarnya bisa dihindari. Dari pengalaman-pengalaman tersebut, terlihat jelas bahwa ketidaksediaan ikut antre tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga memperumit situasi bagi semua pihak. Tentu saja hal itu dapat memperburuk keadaan.

Bagi saya, antre menjadi pembelajaran yang berdampak besar dalam kehidupan. Dengan antre saya dapat menundukkan ego, menghormati hak orang lain, dan menyadari bahwa dunia ini tidak hanya tentang diri sendiri. Sikap sederhana ini mengajarkan saya bahwa keadilan dan ketertiban dimulai dari hal-hal kecil yang kita lakukan setiap hari.

Pada akhirnya, budaya antre menunjukkan sikap disiplin, tetapi juga menciptakan lingkungan yang penuh harmoni, di mana setiap orang merasa dihargai dan diberi tempat yang layak. Ketika kita mampu bersabar dan saling menghormati dalam antrean, kita sejatinya sedang membangun fondasi untuk kehidupan yang lebih damai dan tertib.

Dengan antre, kita tidak hanya Jika perubahan besar bermula dari hal kecil, mungkin budaya antre adalah kunci tersembunyi menuju masyarakat yang lebih beradab. Dengan begitu, tentu tidak akan muncul keributan-keributan kecil yang mungkin berpotensi besar dari sikap-sikap yang tidak mengindahkan budaya antre.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Adat “Naiak Anak Mudo” Manifestasi Berdemokrasi Anak muda Minangkabau

Berita Sesudah

Puisi-puisi Kyenan Rasya dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Kyenan Rasya dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

Puisi-puisi Kyenan Rasya dan Ulasannya oleh Ragdi F Daye

POPULER

  • Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebebasan Perempuan dalam Film “Gowok” Analisis Semiotika Christian Metz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026