Kamis, 22/10/26 | 21:45 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Tentang Hal Ringan yang Berdampak Besar

Minggu, 23/7/23 | 17:37 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Menjadikan perilaku peduli terhadap lingkungan bukan perkara sulit. Namun, dalam pengaplikasiannya juga tidak begitu mudah. Seperti sikap tidak membuang sampah ke selokan atau sungai. Tentu dibutuhkan keseriusan dan istikamah.

Beberapa hari belakangan ini di daerah tempat saya tinggal, sering hujan dengan intesitas yang cukup tinggi. Tidak jarang pula hujan lebat itu disertai dengan angin kencang. Bila itu berlangsung dalam waktu yang cukup lama, tentu membuat saya cemas juga.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Akhir-akhir ini beberapa lokasi di tempat saya tinggal pun mengalami kebanjiran. Bahkan, beberapa tempat merupakan hal pertama kalinya mendapat musibah banjir. Tidak hanya itu, beberapa wilayah lainnya pun mengalami longsor. Tentu ini mejadi hal yang memprihatinkan, dan bagi saya ini juga menjadi momentum instropeksi diri.

Dalam beberapa media dikabarkan bahwa penyebabnya adalah curah hujan yang cukup tinggi. Namun begitu, beberapa penyebabnya juga dari perilaku yang tidak peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Saya jadi teringat beberapa peristiwa akan pentingnya peduli terhadap kebersihan lingkungan tempat kita tinggal. Saat itu, di komplek saya sedang dilaksanakan gotong royong membersihkan selokan di depan rumah. Ada hal yang membuatkan saya begitu miris ketika kerja bakti itu usai.

Saat itu, tumpukan sampah yang dikeluarkan dari selokan sepanjang komplek perumahaan hampir setimggi lutut orang dewasa. Saya ingat betul bahwa sampah itu dibawa dengan gerobak dorong sebanyak tiga kali.

Saya jadi teringat perilaku yang menganggap sepele membuang sampah ke selokan. Betapa mengerikannya bila sikap yang dengan santainya membuah sampah ke selokan itu dibiasakan. Berbagai anggapan bermunculan, seperti “kan sampah kecil”, “cuma sedikit”, dan lain sebagainya. Bukankah untuk tidak membuang sampah ke selokan adalah hal yang ringan?

Kembali lagi ke persoalan musibah banjir yang terjadi belakangan ini. Saat banjir surut, hal yang membuat perhatian saya tertuju adalah pada tumpukan-tumpukan sampah. Mungkin saja sampah itu bukan dari tempat atau lingkungan di mana tumpukan itu saya lihat.

Tapi bukan itu poinnya, persoalan pentingnya adalah tentang sikap peduli lingkungan. Hal itu dapat dimulai dari tidak membuang sampah ke kali, selokan, atau di jalan sembarangan. Buanglah sampah pada tempat-tempat yang telah disediakan. Tentu saja tujuan terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Perilaku ini tidak akan menjadi kebiasaan bila tidak dilakukan dengan serius dan istikamah. Saya percaya hal ringan ini akan dapat memberikan pengaruh besar yang baik. Bukankah kita semua suka akan yang indah dan bersih?

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Cerpen “Calon Jemaah Haji” Karya Afrizal Jasman dan Ulasannya oleh Azwar, M.Si.

Berita Sesudah

Menikmati Musim Gugur di Gyeongju

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah

Menikmati Musim Gugur di Gyeongju

Discussion about this post

POPULER

  • Program CSR PT Kali Dareh Grup, Tuntaskan Jalan Sepanjang 6 Kilometer di Sungai Kilang

    Program CSR PT Kali Dareh Grup, Tuntaskan Jalan Sepanjang 6 Kilometer di Sungai Kilang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelantikan DPD KNPI, Bupati Dharmasraya Ajak Pemuda Bersinergi dengan Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Lewatkan! DPP Iluni UNP Bakal Gelar Temu Akbar Lintas Angkatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Asap Karhutla, Nakes di Dharmasraya Diminta Jemput Bola Tangani Pasien ISPA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Sumbar Bagikan Masker di Lubuk Alung, Firdaus: Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026