
Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)
Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang awalnya didengar saat menemani anak menonton di rumah, kini semakin sering mengisi hari-hari saya. Saya menikmati iramanya yang ringan, bahkan sesekali memilih mendengarkannya ketika sedang bekerja sendiri, waktu yang biasanya saya isi dengan lagu pop.
Di rumah, saya cukup sering menyaksikan tayangan musik anak dari berbagai konten kreator di media sosial. Ada yang menampilkan orang bernyanyi sambil menari, ada pula yang menghadirkan animasi kartun. Iramanya menyenangkan dan gerakannya mudah diikuti. Saat menemani anak menonton, saya pun ikut menikmati lagu-lagunya.
Karena sering mendengarnya, saya mulai hafal beberapa lagu yang diputar. Sesekali, saya ikut bersenandung atau mengikuti gerakan sederhana yang ditampilkan. Lama-kelamaan, saya juga punya lagu kesukaan di antara tayangan itu, terutama yang iramanya terasa enak didengar.
Lirik yang sederhana dan irama yang berulang membuat lagu-lagu itu mudah saya ingat, bahkan setelah tayangannya selesai. Lagu-lagu yang biasa terdengar di rumah kini juga menemani saya bekerja.Ketika sedang sendiri, saya sesekali memutar lagu anak-anak yang sudah akrab di telinga. Awalnya terasa sedikit berbeda dari pilihan musik saya sehari-hari, tetapi ternyata saya cukup nyaman bekerja sambil mendengarkannya.
Mungkin rasa akrab itu yang membuat saya senang mendengarkannya. Lagu-lagu tersebut mengingatkan saya pada waktu menonton bersama anak di rumah, ketika kami mengikuti nyanyian dan gerakan yang muncul di layar. Dari kegiatan sederhana itu, saya mulai mengenal tokoh kartun dan berbagai lagu yang sebelumnya jarang saya perhatikan. Perlahan, beberapa di antaranya menjadi kesukaan saya juga.
Saya masih menikmati lagu pop seperti biasa, tetapi kini ada lagu anak-anak di antara pilihan musik saya. Menyenangkan juga menemukan sesuatu yang saya sukai dari kegiatan sehari-hari bersama anak. Saat menemaninya menonton, saya ikut mengenal lagu-lagu yang kemudian saya dengarkan kembali pada waktu sendiri.
Kini, ketika memilih musik untuk menemani pekerjaan, saya sesekali mencari lagu yang biasa kami dengarkan di rumah. Ada kesenangan sederhana saat nada yang saya kenal mulai terdengar, lalu saya ikut bersenandung sambil melanjutkan pekerjaan. Rupanya, ajakan bernyanyi dalam lagu anak-anak masih terasa menyenangkan, berapa pun usia pendengarnya.




