Minggu, 25/10/26 | 19:01 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Sepanjang Segelas Kopi Susu

Minggu, 25/10/26 | 17:48 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Segelas kecil kopi susu ternyata bisa habis dalam satu hingga dua jam. Saya menyadarinya saat mewawancarai para pelaku tradisi lisan di kedai, tempat pertemuan kami di beberapa lokasi penelitian. Di sela cerita dan tegukan, isi gelas perlahan berkurang. Menariknya, ketika minuman habis, percakapan kami biasanya ikut selesai.

Kedai-kedai itu menyediakan pisang goreng, ketan, dan makanan ringan. Untuk minuman ada kopi, teh, atau kopi susu sebagai menu dalam wawancara kami. Kopi susu paling saya ingat, karena isinya seolah mengikuti panjang percakapan. Saat minuman masih penuh, saya mulai bertanya dan narasumber membuka cerita. Jawaban mengundang pertanyaan berikutnya, diselingi tegukan kecil sebelum pembicaraan berlanjut.

BACAJUGA

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Segelas kecil kopi susu bertahan berjam-jam karena setiap tegukan diselingi cerita tentang praktik tradisi, orang-orang terdahulu, dan penjelasan yang mengundang pertanyaan baru. Minuman baru disentuh ketika percakapan memberi jeda. Menjelang gelas kosong, pertanyaan saya semakin sedikit dan cerita narasumber mulai terasa cukup. Ketika minuman habis, wawancara pun selesai.

Kami tidak pernah sepakat untuk mengakhiri percakapan setelah tegukan terakhir, tetapi hal serupa berulang di berbagai kedai. Seolah-olah kami sama-sama tahu kapan waktu bercerita telah cukup. Dua sampai tiga jam terasa wajar untuk wawancara lapangan, tetapi pengalaman ini membuat saya lebih memperhatikan bagaimana waktu itu dijalani. Dalam catatan penelitian, durasinya tertulis sebagai angka, di meja kedai, waktu terasa lewat cerita yang semakin terbuka dan minuman yang perlahan berkurang.

Di kedai, narasumber bercerita sambil menikmati minuman, sementara saya menyimak di tengah kesibukan orang memesan makanan dan berbincang. Suasana akrab itu mengajarkan saya untuk memberi waktu, sebab sebagian cerita baru muncul setelah kami cukup lama duduk bersama. Saya datang membawa pertanyaan, tetapi juga perlu sabar mengikuti arah penjelasan narasumber. Segelas kopi susu menemani kami hingga percakapan selesai.

Kini, segelas kecil kopi susu mengingatkan saya pada cerita-cerita yang mengalir hingga minuman di meja nyaris terlupakan. Saya datang untuk meneliti tradisi lisan dan pulang dengan penghargaan atas waktu yang diluangkan para narasumber untuk berbagi ingatan dan pengetahuan. Setelah gelas kosong dan percakapan usai, cerita mereka tetap tinggal bersama saya.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Firdaus: Patuhi Aturan Lalu Lintas, Keselamatan Bukan Sekadar Hindari Tilang

Berita Sesudah

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Berita Terkait

Suatu Hari di Sekolah

Ikut Mendengar, Ikut Menyukai

Minggu, 11/10/26 | 16:10 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau/Kolumnis Rubrik Renyah)   Akhir-akhir ini, lagu anak-anak semakin akrab di telinga saya. Lagu-lagu yang...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Cerita yang Tak Bosan Diulang

Minggu, 27/9/26 | 16:58 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Kisah buku-buku itu rupanya terus berjalan. Dahulu, saya yang...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Halaman-Halaman yang Dibaca dengan Cara Berbeda

Minggu, 13/9/26 | 11:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Dalam tulisan sebelumnya, saya bercerita tentang pengalaman memilih buku...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film "Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?"

POPULER

  • Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    Tiga Hari Pencarian, Balita yang Hilang di Padang Pariaman Ditemukan Meninggal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menaker Yassierli Jadi Keynote Speech di Acara Temu Akbar Alumni IKIP Padang/UNP, Ini Pesannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa 5.000 Hektare Tanah Ulayat di Dharmasraya Digugat, Penggugat Tuntut Ganti Rugi Rp1,3 Triliun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidak Bupati Dharmasraya, Lahan dan Hutan Terbakar Sudah Ditanami Sawit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Kongres XX IPPNU, Ketum PP IPPNU Sumbar Tri Ramadhani Siap Maju Caketum PP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Road Show ke Fakultas, Ketum DPP ILUNI UNP Ajak Alumni Berjejaring dan Saling Dukung Sesama Alumni

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Singgah Sahabat Donizar, Menjaga Harapan Warga Perantauan di Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026