Kamis, 03/9/26 | 11:56 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di sebuah nagari untuk mendokumentasikan sastra lisan dalam tradisi pertanian. Berbekal daftar pertanyaan dan alat dokumentasi, kami yakin semuanya telah siap. Namun, kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa informan hanya menjawab singkat, bahkan mengaku sudah tidak lagi mengingat cerita atau mantra yang dahulu mereka kenal.

Hari itu saya memahami bahwa penelitian lapangan bukan sekadar mengajukan pertanyaan. Ketika percakapan berlangsung alami, ingatan informan perlahan terbuka. Dari obrolan yang sederhana, kami justru menemukan data yang paling berharga.

BACAJUGA

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB
Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

Salah satu pengalaman yang paling menarik terjadi saat kami mewawancarai seorang narasumber. Pada awalnya beliau mengaku sudah tidak mengingat pantun dan mantra yang dahulu biasa diucapkan ketika mengolah sawah. Namun, ketika mulai bercerita tentang pengalaman bertani pada masa lalu, ingatannya perlahan kembali. Tanpa diminta, beliau melantunkan beberapa bait yang sudah lama tidak diucapkannya. Saat itu saya menyadari bahwa ingatan sering kali muncul melalui cerita, bukan sekadar pertanyaan.

Saat itulah saya memahami bahwa pengetahuan tradisional sering kali tidak hilang, melainkan hanya tertidur. Ingatan itu akan bangun ketika seseorang kembali berada di ruang, suasana, dan aktivitas yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya. Sebuah mantra mungkin sulit diingat ketika duduk di ruang tamu, tetapi dapat mengalir kembali ketika kaki menginjak pematang sawah.

Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa penelitian lapangan membutuhkan kesabaran, empati, dan kerendahan hati. Peneliti tidak datang sebagai orang yang paling tahu, melainkan sebagai orang yang ingin belajar. Masyarakat bukan sekadar sumber data, melainkan pemilik pengetahuan yang telah menjaga warisan budaya selama bertahun-tahun.

Setiap kali pulang dari lapangan, saya membawa lebih dari sekadar rekaman wawancara atau foto dokumentasi. Saya membawa pelajaran bahwa ilmu pengetahuan tumbuh dari perjumpaan antarmanusia. Buku memberi kita teori, tetapi lapangan mengajarkan cara memahami kehidupan.

Mungkin itulah alasan mengapa saya selalu menikmati penelitian lapangan. Di setiap perjalanan, selalu ada cerita baru yang tidak pernah saya temukan di halaman buku. Dan setiap cerita itu mengingatkan saya bahwa sastra bukan hanya sesuatu yang dibaca, melainkan sesuatu yang hidup, diwariskan, dan terus bernapas bersama masyarakat yang menjaganya.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Irwandi Pastikan Pembangunan di MTI Batang Kabuang Tepat Sasaran

Berita Sesudah

Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran, Firdaus Minta Sumbar Perkuat Validasi Data Penerima

Berita Terkait

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Buku Baru untuk Pembaca Kecil

Minggu, 30/8/26 | 18:49 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa hari belakangan, saya membeli beberapa buku cerita bergambar...

Mengapa Perempuan Penyihir Dibunuh?

Satu Detik, Sebuah Cerita

Minggu, 16/8/26 | 20:50 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah) Belajar sesuatu yang baru ternyata bukan hanya soal seberapa...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Belajar Lagi dari Tombol Undo

Minggu, 02/8/26 | 18:43 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Beberapa minggu terakhir ini, ada satu kegiatan baru yang...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Berita Sesudah
Ketua DPW PKB Sumbar, Firdaus.[foto : sci/yrp]

Penyaluran Bansos Harus Tepat Sasaran, Firdaus Minta Sumbar Perkuat Validasi Data Penerima

POPULER

  • Ketua PKC PMII Sumatera Barat, M. Yusur Rahman.[foto: ist]

    Ketua PKC: Rekomendasi PMII pada Musda KNPI Pasaman Tidak Legal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Terima Audiensi Kepala  BNNP  Sumbar,  Terkait  Peredaran Gelap Narkotika di Kota Padang.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Teks, Ko-teks, dan Konteks dalam Wacana Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebohongan dan Manipulasi Tanda dalam Film Keadilan (The Verdict): Analisis Semiotika Forensik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Sawah ke Timeline: Kisah Kata “Ani-ani” yang Berubah Arti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026