Senin, 20/7/26 | 10:12 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Banyak Mendengar, Banyak Belajar

Minggu, 19/7/26 | 19:50 WIB

Lastry Monika
(Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Suatu waktu, saya dan tim melakukan penelitian lapangan di sebuah nagari untuk mendokumentasikan sastra lisan dalam tradisi pertanian. Berbekal daftar pertanyaan dan alat dokumentasi, kami yakin semuanya telah siap. Namun, kenyataannya tidak semudah yang dibayangkan. Beberapa informan hanya menjawab singkat, bahkan mengaku sudah tidak lagi mengingat cerita atau mantra yang dahulu mereka kenal.

Hari itu saya memahami bahwa penelitian lapangan bukan sekadar mengajukan pertanyaan. Ketika percakapan berlangsung alami, ingatan informan perlahan terbuka. Dari obrolan yang sederhana, kami justru menemukan data yang paling berharga.

BACAJUGA

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

Salah satu pengalaman yang paling menarik terjadi saat kami mewawancarai seorang narasumber. Pada awalnya beliau mengaku sudah tidak mengingat pantun dan mantra yang dahulu biasa diucapkan ketika mengolah sawah. Namun, ketika mulai bercerita tentang pengalaman bertani pada masa lalu, ingatannya perlahan kembali. Tanpa diminta, beliau melantunkan beberapa bait yang sudah lama tidak diucapkannya. Saat itu saya menyadari bahwa ingatan sering kali muncul melalui cerita, bukan sekadar pertanyaan.

Saat itulah saya memahami bahwa pengetahuan tradisional sering kali tidak hilang, melainkan hanya tertidur. Ingatan itu akan bangun ketika seseorang kembali berada di ruang, suasana, dan aktivitas yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya. Sebuah mantra mungkin sulit diingat ketika duduk di ruang tamu, tetapi dapat mengalir kembali ketika kaki menginjak pematang sawah.

Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa penelitian lapangan membutuhkan kesabaran, empati, dan kerendahan hati. Peneliti tidak datang sebagai orang yang paling tahu, melainkan sebagai orang yang ingin belajar. Masyarakat bukan sekadar sumber data, melainkan pemilik pengetahuan yang telah menjaga warisan budaya selama bertahun-tahun.

Setiap kali pulang dari lapangan, saya membawa lebih dari sekadar rekaman wawancara atau foto dokumentasi. Saya membawa pelajaran bahwa ilmu pengetahuan tumbuh dari perjumpaan antarmanusia. Buku memberi kita teori, tetapi lapangan mengajarkan cara memahami kehidupan.

Mungkin itulah alasan mengapa saya selalu menikmati penelitian lapangan. Di setiap perjalanan, selalu ada cerita baru yang tidak pernah saya temukan di halaman buku. Dan setiap cerita itu mengingatkan saya bahwa sastra bukan hanya sesuatu yang dibaca, melainkan sesuatu yang hidup, diwariskan, dan terus bernapas bersama masyarakat yang menjaganya.

Tags: #Lastry Monica
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Wawako Padang Maigus Nasir Hadiri Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 Tahun.

Berita Sesudah

Kata “sudah” dan “telah” Bentuk Lampau dalam Bahasa Asing Lainnya

Berita Terkait

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Makan Dulu, Baca Kemudian

Minggu, 12/7/26 | 20:03 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Setelah beberapa kali memperhatikan slogan-slogan di rumah makan, saya mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan itu...

Tentang Kipas Angin dan Perbedaan yang Sederhana

Minggu, 28/6/26 | 20:08 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Tinggal bersama orang lain dalam satu ruang yang sama sering kali memperlihatkan hal-hal...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Selalu Ada Jalan Kembali

Minggu, 21/6/26 | 19:40 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Memulai kembali kebiasaan membaca ternyata menghadirkan pengalaman yang berbeda dari yang saya bayangkan. Saya...

Senyuman Kecil dan Mendengar: Hal Kecil yang Berdampak Besar

Belajar dari Halaman Pertama

Minggu, 07/6/26 | 18:28 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Beberapa waktu terakhir, saya sering memandangi tumpukan buku yang belum selesai dibaca. Sebagian sudah...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Berita Sesudah
Memahami Kembali Imbuhan memper-

Kata "sudah" dan "telah" Bentuk Lampau dalam Bahasa Asing Lainnya

POPULER

  • Memahami Kembali Imbuhan memper-

    Kata “sudah” dan “telah” Bentuk Lampau dalam Bahasa Asing Lainnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menguji Sila Kemanusiaan: Representasi Pancasila dalam Polemik Pride Month SUMA UI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mencari Kehangatan di Era AI Melalui Boyfriend on Demand dan Esok Tanpa Ibu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wawako Padang Maigus Nasir Hadiri Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 Tahun.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026