Minggu, 19/4/26 | 15:17 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Belajar dari Menunggu

Minggu, 22/6/25 | 18:32 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Menunggu ujian bukan hanya soal duduk diam di luar ruang kelas dengan segelas air mineral dan tatapan cemas. Bagi sebagian orang, terutama para pengantar entah itu orang tua, sahabat, pasangan, atau sekadar teman seperjalanan. Bagi saya menunggu ujian justru menghadirkan kisah tersendiri yang tak kalah mendebarkan.

Di balik sunyinya lorong kampus atau riuhnya kantin dekat ruang ujian, terselip beragam rasa: harap-harap cemas, obrolan ringan, hingga kontemplasi hidup yang datang tiba-tiba. Pengalaman menunggu ini, sering kali justru menjadi momen penuh makna yang tak pernah benar-benar kita rencanakan, tapi selalu kita kenang.

BACAJUGA

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB
Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

Sambil menunggu, waktu terasa berjalan pelan, seolah ikut menyelami ketegangan yang sedang berlangsung di dalam ruang ujian. Ketika duduk, sesekali saya membuka gawai, tapi tak benar-benar fokus. Pikiran melayang, membayangkan apa yang sedang terjadi di balik dinding itu: apakah ia sedang lancar menjawab? Apakah ia gugup? Dalam diam, doa-doa lirih pun meluncur tanpa komando.

Anehnya, rasa cemas itu menular, seakan kita pula yang tengah diuji. Tapi justru di situlah letak keunikan momen ini. Ketika empati dan harapan berbaur menjadi satu, dan waktu seolah memberi kita ruang bagai saya untuk ikut belajar tentang kesabaran, kepedulian. Dalam diamnya waktu menunggu, saya sebenarnya sedang mengikuti ujian untuk diri sendiri, ujian tentang kesediaan memberi waktu tanpa pamrih, tentang bagaimana hadir tanpa harus menjadi pusat.

Saya duduk di bangku yang keras atau berdiri di lorong panjang, bukan karena kita punya kuasa atas hasil, melainkan karena kita memilih untuk percaya. Sekarang, setiap kali saya menunggu seseorang ujian, saya tak lagi merasa sekadar sebagai “pengantar”, melainkan sebagai bagian kecil dari perjuangan yang lebih besar.

Menunggu bukan pekerjaan pasif, ia adalah bentuk perhatian yang paling halus, pelajaran tentang hadir secara utuh meski tanpa sorotan. Di sana, kita belajar menjadi manusia yang tak tergesa, yang tahu bahwa waktu tak selalu harus diisi dengan produktivitas, tapi kadang cukup dengan kesetiaan. Kadang, dari sekadar menunggu, lahir keberanian bagi yang sedang menghadapi soal, dan saya yang belajar setia tanpa suara.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Si Jago Merah Mengamuk di Dharmasraya, Tiga Bangunan Ludes, Satu Korban Terluka, Kerugian Miliaran Rupiah

Berita Sesudah

Syarat Sebuah Paragraf yang Ideal

Berita Terkait

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Dari Lahan ke Lisan: Warisan yang (Tak Lagi) Disemai

Minggu, 01/3/26 | 21:43 WIB

Lastry Monika (Kolumnis Rubrik Renyah/Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand) Dalam beberapa minggu terakhir, saya berkunjung ke beberapa nagari untuk...

Berita Sesudah
Struktur Kalimat Peraturan Perundang-undangan

Syarat Sebuah Paragraf yang Ideal

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemikiran Halliday tentang Semiotika Sosial dalam Ilmu Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “sudah” dan “telah”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026