Senin, 01/6/26 | 10:54 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Lebaran: Pulang, Maaf, dan Kebersamaan

Minggu, 30/3/25 | 15:58 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Esok kita akan menjemput kemenangan, Idulfitri yang penuh cahaya dan kehangatan. Setelah sebulan berpuasa di bulan Ramadan, hari nan suci pun tiba membawa kebahagiaan melampaui sekadar perayaan. Ada takbir berkumandang syahdu, ada pelukan hangat penuh makna, dan senyum dalam ketulusan.

Lebaran menghadirkan nuansa istimewa. Saya teringat kenangan masa kecil. Saat itu, malam takbiran terasa begitu panjang dan betapa gelisahnya tidur di malam itu. Walau mata terpejam, tapi pikiran berlarian entah ke mana.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB
Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

Saya membayangkan esok pagi yang penuh keceriaan. Ke mana saja kaki akan melangkah? Rumah sanak saudara, tetangga, atau keluarga jauh yang jarang ditemui? Semuanya terasa begitu mendebarkan, bukan hanya karena ingin bersilaturahmi, tapi juga ada harapan kecil yang diam-diam terselip, THR.

Namun seiring bertambahnya usia, makna Idulfitri pun semakin bertambah. Bukan lagi sekadar baju baru, berkumpul dengan teman dan berkunjung ke rumah-rumah tetangga. Lebaran mengajarkan saya bahwa kebahagiaan juga terletak pada kebersamaan. Pada tatapan teduh orang tua yang masih bisa dijumpai, pada tawa lepas saudara yang lama tak bersua, dan bahkan pada genggaman tangan seorang sahabat yang kembali setelah sekian lama terpisah.

Waktu berlalu, tradisi mungkin berubah, tetapi Idulfitri tetap menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk dunia, ada momen sakral yang mengajak kita pulang. Bagi saya ini bukan hanya persoalan pulang ke rumah, tapi juga ke hati yang lebih lapang. Tempat di mana maaf bertemu dengan keikhlasan, dan kasih sayang kembali menemukan ruangnya.

Dan begitulah, setiap tahun kita kembali pada momen yang sama, lebaran yang penuh warna, cerita, dan tentu saja makanan enak yang entah bagaimana selalu terasa lebih nikmat dari biasanya. Kita mungkin sudah tak lagi sibuk menghitung THR seperti masa kecil dulu, tetapi ada hal lain yang lebih berharga, kebersamaan yang tak ternilai. Ada tawa yang pecah di meja makan, ada cerita lama yang diulang tapi tetap mengundang senyum, dan ada kehangatan yang mengalir dalam genggaman tangan yang saling bersalaman.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H pada 31 Maret 2025

Berita Sesudah

Cerpen “Baganti jo Kain Hitam” Karya Athifaleaa dan Ulasannya oleh M. Adioska

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Air Minum dan Kebiasaan Baru

Minggu, 24/5/26 | 20:18 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Belakangan ini, saya menyadari bahwa kehidupan modern sering melekat pada benda-benda kecil yang selalu...

Lagu yang Tak Selesai-selesai

Tiga Belas Persen Lagi!

Minggu, 17/5/26 | 19:57 WIB

  Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada banyak benda kecil yang sering diremehkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengisi daya, atau...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Coretan di Pinggir Halaman

Minggu, 10/5/26 | 20:05 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Perkembangan teknologi informasi membuat banyak aktivitas akademik menjadi lebih praktis. Laptop, tablet, dan berbagai...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Dari Niat ke Langkah Pagi

Minggu, 03/5/26 | 18:17 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Pagi bagi saya bukan ajakan yang mudah untuk segera bergerak, tetapi selalu memberi kesempatan...

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Berita Sesudah
Cerpen “Baganti jo Kain Hitam” Karya Athifaleaa dan Ulasannya oleh M. Adioska

Cerpen "Baganti jo Kain Hitam" Karya Athifaleaa dan Ulasannya oleh M. Adioska

POPULER

  • Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebebasan Perempuan dalam Film “Gowok” Analisis Semiotika Christian Metz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026