Minggu, 19/4/26 | 20:44 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI RENYAH

Tentang Buku Catatan

Minggu, 05/1/25 | 17:17 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Dulu, saat hari pertama sekolah, ada satu ritual yang tak pernah terlewat yaitu membeli buku catatan. Warnanya beragam, ada yang bercover kartun favorit, ada pula yang berhiaskan kata-kata motivasi. Setiap mata pelajaran punya satu buku khusus, hingga tas terasa seperti membawa miniatur perpustakaan berjalan.

Di halaman pertama setiap buku catatan, terdapat ritual yang hampir selalu dilakukan yaitu menuliskan nama lengkap, kelas, dan mata pelajaran dengan tulisan serapi mungkin. Halaman ini seakan menjadi simbol awal dari komitmen untuk mencatat dengan teratur dan menjaga setiap lembar tetap bermakna.

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Namun, seiring berjalannya waktu, halaman-halaman berikutnya sering kali diwarnai dengan coretan spontan, sketsa kecil di sudut halaman, atau bahkan catatan singkat yang bersifat pribadi. Meski demikian, setiap buku catatan tetap memiliki nilai tersendiri sebagai saksi perjalanan akademis dan dedikasi sepanjang tahun.

Memasuki masa perkuliahan, dinamika dalam mencatat materi mengalami perubahan yang signifikan. Buku catatan tetap hadir, namun jumlahnya jauh lebih sedikit. Seringkali ditemukan hanya satu buku tebal yang berfungsi serbaguna. Dalam lembaran yang sama, materi kuliah, tugas mingguan, hingga sketsa kecil di tengah kebosanan kelas saling bertumpuk tanpa batas yang jelas.

Terkadang, susunan catatan lebih menyerupai peta yang penuh simbol dan tanda daripada dokumentasi ilmiah yang sistematis. Namun di balik keruwetan itu, setiap coretan memiliki makna tersendiri, menjadi jejak perjalanan akademis yang otentik dan sarat cerita.

Seiring waktu, buku catatan bertransformasi menjadi alat yang tak hanya mencatat materi kuliah, tetapi juga merangkum momen-momen penting dalam kehidupan pribadi. Di antara catatan tugas dan materi perkuliahan, terkadang muncul baris-baris yang merefleksikan pemikiran atau perasaan yang hadir pada saat itu.

Catatan kuliah yang awalnya terstruktur rapi, kini diselingi dengan ide-ide segar atau kutipan yang memberi nuansa berbeda pada setiap halaman. Buku catatan pun berkembang menjadi semacam jurnal yang tidak hanya mendokumentasikan informasi, tetapi juga mencatat perjalanan batin dan refleksi pribadi dari individu yang menulisnya.

Siklus mencatat terus berlanjut, dimulai dari buku catatan yang teratur di masa sekolah, berlanjut ke buku multifungsi di kampus, hingga menjadi coretan-coretan spontan di dunia kerja. Namun, fungsi mendasarnya tetaplah sama, sebagai pengingat, penyelamat di saat lupa, dan kadang-kadang, sebagai saksi bisu perjalanan hidup kita.

Dan hari-hari terus bergulir, dengan setiap catatan yang tercipta menyimpan kisah dan makna tersendiri. Mungkin, di balik setiap goresan tinta, ada semangat yang tak tampak, yang menggerakkan kita untuk terus maju. Besok, hari pertama sekolah setelah libur semester, sudahkah adik-adik mempersiapkan buku catatannya? Karena, di setiap lembar yang baru, ada kesempatan untuk menulis cerita baru, perjalanan baru, dan langkah baru menuju masa depan.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Sutan Riska Sampaikan Pidato Perpisahan ke Masyarakat Dharmasraya

Berita Sesudah

Puisi-puisi Defi Wulan Rohmadona dan Ulasannya oleh Dara Layl

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Puisi-puisi Defi Wulan Rohmadona dan Ulasannya oleh Dara Layl

Puisi-puisi Defi Wulan Rohmadona dan Ulasannya oleh Dara Layl

POPULER

  • Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    Waspada Psikolog Gadungan, HIMPSI Sumbar Imbau Masyarakat Cek Keabsahan dan Legalitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata “kepada”, “untuk”, dan “bagi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Bahasa Indonesia Formal dan Informal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 65 Kandidat Ketua DPC PKB se-Sumbar Bakal Ikuti UKK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengangguran Sarjana Tembus 1 Juta, Puan: Sistem Pendidikan dan Pasar Kerja Kita Gagal Terkoneksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemikiran Halliday tentang Semiotika Sosial dalam Ilmu Bahasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • TERAS
    • EKONOMI
    • HUKUM
    • POLITIK
    • DAERAH
    • EDUKASI
    • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026