Senin, 21/9/26 | 05:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Antara Pena Ballpoint dan Pena Gel, Manakah yang Lebih Bagus?

Senin, 18/11/24 | 07:27 WIB

Oleh: Rifki Afan
(Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa Prodi Teknik Mesin Universitas Andalas) 

 

Pada dunia tulis-menulis, pena ballpoin dan pena gel lah pena yang paling sering digunakan oleh kebanyakan orang. Pena balpoin yang paling umum itu seperti pena Standard yang banyak orang gunakan. Sedangkan pena gel yang paling umum orang gunakan adalah pena My Gel. Kalian semua pasti pada familiar sama kedua pena tersebut, tetapi  apakah  perbedaan  kedua pena itu?

BACAJUGA

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 20/9/26 | 15:43 WIB
Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Menyusuri Luka Kanak-kanak dalam Kumpulan Puisi “Belajar Menanggalkan Bulan”

Minggu, 13/9/26 | 22:05 WIB

Banyak orang yang mengira pena ballpoin adalah pena yang di ujung pena tersebut ada bola, tetapi itu kuranglah tepat. Pena ballpoin adalah pena yang bahan utama tintanya berbasis minyak yang dilarutkan dengan alcohol, lalu menggunakan asam lemak untuk pelumasan sehingga tinta bisa berjalan keluar dengan lancar saat digunakan. Pena ballpoint biasanya tersedia dari warna yang terbatas, yaitu warna hitam, merah, dan biru. Pena ballpoint sering ujungnya dalam bentuk mata pena yang bulat

Pena gel adalah pena yang bahan utama tintanya berbasis air yang menggunakan pewarna untuk warna tinta tersebut. Hal itu mengakibatkan pena ini  tersedia dengan  berbagai warna. Pena gel menggunakan minyak pada bagian akhir dari isi tintanya untuk pelumasan sehingga tinta bisa berjalan keluar dengan lancar saat digunakan. Pena gel sering tersedia ujungnya dalam bentuk mata pena seperti jarum.

Karakteristik pena memiliki tinta yang cepat kering, jarang macet, dan bisa digunakan pada banyak permukaan kertas, seperti kertas struk pembelanjaan, kertas minyak, dan banyak lainnya dibanding pena gel. Pena ballpoin tintanya muncul lebih tipis dan harus menggunakan lebih banyak tekanan saat menulis sehingga lebih membuat lelah untuk digunakan, sedangkan pena gel fokus kepraktisan dan kehandalan pena tersebut.

Karakteristik pena gel cenderung memiliki tinta yang lebih lama kering dibandingkan dengan tinta pena ballpoin. Pena gel muncul lebih tebal serta memiliki variasi warna yang sangatlah banyak. Pena gel memiliki presisi yang lebih tinggi dan tidak membutuhkan tekanan yang keras saat menulis. Pena gel lebih rentan untuk macet atau tersendat-sendat. Pena gel bisa menembus kertas yang tipis karena dasar tinta terserbut terbuat dari air. Pena gel cocok digunakan pada kertas tulis dan tentunya handal untuk pelajar dan kebutuhan artistik.

Pena ballpoin dan pena gel memiliki kebagusan dan kejelekan masing-masing. Hal itu dikembalikan lagi kepada preferensi diri masing masing. Jika Anda adalah orang yang suka menulis dalam jumlah banyak, mungkin pena gel yang cocok untuk Anda karena lebih ringan untuk menulis. Jika Anda adalah orang yang membutuhkan pena hanya untuk praktisan dan tahan di berbagai permukaan kertas, pena ballpoin yang cocok untuk Anda!

Selain perbedaan karakteristik tinta dan hasil tulisan, faktor harga juga sering menjadi pertimbangan dalam memilih antara pena ballpoint dan pena gel. Umumnya, pena ballpoint memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan pena gel. Hal ini disebabkan oleh proses produksi dan bahan baku tinta pena ballpoint relatif lebih murah.  Pena ballpoint menjadi pilihan yang ekonomis, terutama bagi pengguna dengan kebutuhan menulis yang tinggi seperti pelajar dan pekerja kantoran.

Meskipun pena gel cenderung lebih mahal,  perkembangan teknologi  telah menghasilkan beragam varian pena gel dengan harga yang kompetitif.  Beberapa produsen menawarkan pena gel dengan kualitas tinta yang baik dan harga yang terjangkau.  Bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan menulis dan variasi warna, pena gel tetap menjadi pilihan yang menarik meskipun dengan harga yang sedikit lebih tinggi.

Pada akhirnya,  pemilihan antara pena ballpoint dan pena gel bergantung pada kebutuhan dan preferensi masing-masing individu.  Tidak ada jawaban tunggal yang  “lebih bagus”  karena kedua jenis pena ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.  Dengan memahami karakteristik masing-masing jenis pena, pengguna dapat memilih pena yang paling sesuai dengan kebutuhan dan gaya menulis mereka.

Tags: #Rifki Afan
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Resmi Operasi, UKZ Travel Haji dan Umrah Tawarkan 3 Paket ke Tanah Suci

Berita Sesudah

Perbedaan antara Hukum Pidana dan Hukum Perdata

Berita Terkait

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

Minggu, 20/9/26 | 15:43 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Pernahkah Anda mendengar kalimat "kepala sekolah itu sedang memegang kepalanya...

Representasi Perempuan dalam Novel “Perempuan di Titik Nol dan Entrok: Kajian Feminisme”

Menyusuri Luka Kanak-kanak dalam Kumpulan Puisi “Belajar Menanggalkan Bulan”

Minggu, 13/9/26 | 22:05 WIB

Oleh: Rosidatul Arifah (Alumni S1 Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas)  Awal September 2026 ini memberikan angin ceria pada...

Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

Modernisme dan Dunia yang Dinamis dalam Karya Sastra

Minggu, 13/9/26 | 09:35 WIB

Oleh: Maharani Syifa Ramadhan (Alumni Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas dan Mahasiswa Program Magister Sastra Kontemporer, Universitas Padjajaran)   Modernisme...

Benarkah Onomatope Arbitrer?

Benarkah Onomatope Arbitrer?

Minggu, 13/9/26 | 08:48 WIB

Oleh: Ahmad Hamidi dan Andina Meutia Hawa (Dosen Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)    Seekor anjing sedang menggonggong di...

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Minggu, 06/9/26 | 11:00 WIB

Oleh: Hasbi Witir (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Kata pulang merupakan kata yang sangat dekat dengan kehidupan...

Puisi-puisi M. Subarkah

Jangan Tunggu Hutan Habis untuk Sadar

Minggu, 06/9/26 | 10:37 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Magister Linguistik FIB Universitas Andalas) Kita sering baru mengingat hutan ketika bencana datang. Ketika hujan turun...

Berita Sesudah
Perbedaan antara Hukum Pidana dan Hukum Perdata

Perbedaan antara Hukum Pidana dan Hukum Perdata

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Polisemi dan Homonimi dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026