Sabtu, 02/5/26 | 05:55 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home Unes

Disiplin Sehat: Menuntaskan Obat untuk Sembuh Sempurna

Minggu, 02/6/24 | 05:46 WIB

Salman Herbowo
(Kolumnis Rubrik Renyah)

 

Setiap kali saya berobat ke dokter dan mendapatkan resep, ada satu kebiasaan buruk yang sulit saya tinggalkan: tidak menyelesaikan obat ketika merasa sudah sembuh. Padahal, kesembuhan yang saya rasakan mungkin belum sempurna, dan dosis obat masih tersisa untuk beberapa kali minum lagi. Kebiasaan ini tidak hanya mengancam kesehatan pribadi saya, tetapi juga menimbulkan penyesalan yang mendalam.

Saya ingat satu kejadian yang memberikan pelajaran penting. Beberapa bulan lalu, saya demam, batuk, dan nyeri persendian. Dokter meresepkan antibiotik yang harus diminum selama tujuh hari penuh. Pada hari keempat, saya sudah merasa jauh lebih baik. Tenggorokan tidak lagi sakit, dan tubuh saya kembali bertenaga. Dengan perasaan senang dan optimis, saya memutuskan untuk berhenti minum obat. Menurut saya, mengapa harus terus minum obat jika sudah sembuh?

BACAJUGA

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Namun, itu tidak berlangsung lama. Beberapa hari kemudian, infeksi itu kembali menyerang, kali ini lebih parah daripada sebelumnya. Tenggorokan saya terasa terbakar, dan demam tinggi membuat saya tak berdaya. Pengalaman ini mengajarkan saya betapa pentingnya disiplin dalam minum obat dan mengikuti dosis yang telah ditentukan.

Minum obat bukan hanya soal meredakan gejala, tetapi juga memastikan bahwa penyakit benar-benar teratasi hingga tuntas. Setiap dosis memiliki peran penting dalam proses penyembuhan, dan mengabaikan satu saja bisa berdampak fatal. Begitu yang saya pahami dari beberapa artikel yang dibaca.

Mengikuti aturan minum obat dengan tepat membutuhkan kedisiplinan dan kesadaran penuh. Setiap kali melihat kantong plastik yang di dalamnya ada beberapa obat dari klinik, mengingatkan saya untuk disiplin menghabiskannya. Disiplin minum obat bukan hanya soal ketaatan, tetapi juga bentuk cinta pada diri sendiri dan orang-orang yang peduli pada kita.

Saya belajar bahwa kebiasaan buruk ini harus dihentikan. Tidak ada lagi alasan untuk mengabaikan sisa dosis obat hanya karena merasa sudah sembuh, terutama antiniotik. Setiap butir obat yang diminum sesuai jadwal adalah langkah kecil menuju kesembuhan yang sempurna.

Disiplin dalam minum obat adalah tanggung jawab yang harus kita emban dengan serius. Mengikuti dosis dengan tepat adalah bentuk penghormatan pada diri sendiri dan proses penyembuhan yang kita jalani.  Sehingga pesan “Semoga Cepat Sembuh” dari plastik kemasan obat itu berjalan adanya.

Tags: #Salman Herbowo
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Susyi, Kimci, Piza, dan Kuliner Khas dari Negara Lain

Berita Sesudah

Perlawanan dalam Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa

Berita Terkait

Menemukan Waktu dalam Langkah

Menemukan Waktu dalam Langkah

Minggu, 19/4/26 | 20:43 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah) Dahulu, berjalan kaki bukanlah kebiasaan yang saya jalani secara utuh. Ia hanya menjadi cara berpindah...

Alasan Sederhana yang Tidak Pernah Sederhana

Minggu, 12/4/26 | 18:45 WIB

Salman Herbowo (Kolumnis Rubrik Renyah)   Potong rambut kerap dipandang sebagai kegiatan sederhana yang dilakukan sekadar untuk menjaga kerapian. Namun...

Suatu Hari di Sekolah

Memahami yang Tersisa, Merawat yang Bertahan

Minggu, 05/4/26 | 19:25 WIB

  Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumis Rubrik Renyah)   Tulisan sebelumnya mungkin berhenti pada satu kesan: bahwa...

Suatu Hari di Sekolah

Sastra Lisan dalam dunia Pertanian: Ingatan yang Bertahan di Lahan yang Berubah

Minggu, 29/3/26 | 18:35 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/ Kolumnis Rubrik Renyah)   Setiap kali pulang dari kegiatan pengambilan dan perekaman...

Suatu Hari di Sekolah

Menjelang Kemenangan: Catatan Kecil tentang Sabar

Minggu, 15/3/26 | 13:29 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Ada satu hal yang selalu saya rasakan setiap kali...

Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Tenang, Kita Selesaikan Satu-Satu

Minggu, 08/3/26 | 22:59 WIB

Lastry Monika (Dosen Prodi Sastra Minangkabau FIB Unand/Kolumnis Rubrik Renyah)   Suatu hari, dalam sebuah percakapan santai, saya tiba-tiba terpikir...

Berita Sesudah
Ideologi Simbolik dalam Cerpen “Jangan Bakar Lumbung Padi”

Perlawanan dalam Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa

Discussion about this post

POPULER

  • KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    KAN Pauh Kamba Diduga Cegah Pencalonan Warga, Status Adat Jadi Penghalang Pilwana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Prof. Dr. dr. H. Idris idham SpJP (K), FIHA, FACC, FESC, FAsCC, FSCAI dan kiprahnya pada Pengembangan Kardiologi dan Kedokteran Vascular di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jenguk Bocah Korban Penganiayaan, Wabup Solok: Perlindungan Anak Jadi Prioritas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Konsep Metafungsi dalam Wacana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Oleh sebab itu, Oleh karena itu, atau Maka dari Itu?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berbagai Istilah Urutan Waktu dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026