Sabtu, 06/6/26 | 10:57 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Memaknai Ulang Istilah ‘Kampung Halaman’ dalam Novel Apfelkuchen und Baklava

Minggu, 28/4/24 | 10:49 WIB

Melalui cerita Getrud, Leila memahami bahwa istilah kampung halaman tidak melulu harus berkaitan dengan tempat atau wilayah geografis. Seseorang dapat meninggalkan daerah asalnya dan menetap di tempat baru, tanpa harus melupakan asal usulnya. Seseorang dapat memberikan pemaknaan ulang terhadap istilah ‘kampung halaman’, tanpa membawa embel-embel masa lalu, “mit oder ohne Lebkuchen, meine Heimat könnte ich ohnehin nie verlieren, denn sie ist hier drinn.” (Rohmann, 2016, hlm. 129) – dengan atau tanpa kue jahe, aku tidak akan pernah meninggalkan kampung halamanku, karena ia ada di dalam sini.”

Judul novel ini terdiri dari dua jenis makanan khas Barat dan Timur yang bertolak belakang. Keduanyapun memiliki makna simbolis. Apfelkuchen terdiri dari dua kata, apfel yang bermakna apel, kuchen artinya kue atau pai. Secara harfiah, apfelkuchen bermakna pai apel. Pai apel terbuat dari tepung, gula, telur, vanili bubuk menjadikan pai asal Jerman ini memiliki rasa yang manis dan asam dari buah apel. Dalam novel, nenek Getrud mengusulkan Max untuk mengundang Leila ke rumah dan mencicipi pai apel buatannya. Pai apel memiliki simbol penerimaan nenek Getrud akan kampung halaman barunya di Jerman, sekaligus ajakan pada Leila untuk menerima Jerman sepenuhnya sebagai rumah barunya.

Adapun Baklava merupakan salah satu kue khas Timur Tengah. Kue memiliki tekstur berupa lapisan adonan kulit pastry dan dicampur dengan berbagai jenis kacang seperti kenari, pistachio dan almond yand dihaluskan. Dalam novel, diceritakan bahwa ayah Leila merupakan seorang pembuat kue baklava. Kedua kakak laki-laki Leila, Ferhad dan Alan membawa resep Baklava ke negara barunya. Pada sebuah bazar kue, Ferhad dan Alad membuat Baklava dan membiarkan Nenek Getrud, Max, dan teman-temannya mencicipnya. Baklava menjadi simbol penerimaan terhadap budaya baru, sekaligus keterhubungan antara Leila dan kedua kakaknya di Jerman, dan ayahnya yang berada di Suriah.

Sebuah karya sastra dapat dikatakan tidak terlepas dari latar belakang pengarang. Keterikatan pengarang dengan tokoh-tokoh utama novel ini menjadikan setiap tokoh memiliki backstory yang kuat, serta menghadirkan unsur emotif kepada pembaca. Novel ini menggambarkan kehidupan seseorang yang melakukan pelarian diri dari negara asal ke negara pemberi suaka, serta dampak yang ditimbulkan. Selain itu, keunikan lainnya terletak pada muatan nilai-nilai simbolis berupa makanan khas Barat dan Timur, masa lalu dan masa kini, serta memberikan pemaknaan ulang terhadap makna ‘kampung halaman’ melalui sastra anak.

BACAJUGA

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Minggu, 31/5/26 | 23:50 WIB
Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

Minggu, 31/5/26 | 23:45 WIB
Halaman 3 dari 3
Prev123
Tags: #Andina Meutia Hawa
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perbedaan Awalan ber- dan me-

Berita Sesudah

Obrolan Perempuan Tidak Selalu Merumpi

Berita Terkait

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Jastip Peluang Bisnis Anak Muda di Tengah Tren Konsumtif

Minggu, 31/5/26 | 23:50 WIB

Oleh: Najwa Maliha Zharfa (Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi dan Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia Universitas Andalas)   Siapa yang tidak mengenal...

Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Kue Asida: Makanan Para Raja Riau yang Hampir Punah

Minggu, 31/5/26 | 23:45 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Ironi Nasib Anak Perempuan di Tengah Himpitan Ekonomi

Kebebasan Perempuan dalam Film “Gowok” Analisis Semiotika Christian Metz

Minggu, 31/5/26 | 23:30 WIB

Oleh: Adela Damanik (Mahasiswi Sastra Indonesia dan  Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Film Gowok:...

Nilai-Nilai Religius pada Karya Andreas Gryphius

Manusia yang Selalu Kekurangan Tiga Puluh Peso

Minggu, 31/5/26 | 23:11 WIB

Oleh: Hilda Septriani (Dosen Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran)   "Membaca Ulang “Surat buat Tuhan” di Tengah Budaya Tak Pernah...

Regulasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Perguruan Tinggi

Regulasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan di Perguruan Tinggi

Minggu, 24/5/26 | 20:02 WIB

Oleh: Intan Rhaudhatul Jannah (Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik Universitas Andalas) Kekerasan berbasis gender di lingkungan kampus bukanlah sebuah cerita...

Gaya Bahasa dalam Lagu, Teater, dan Cerpen Kajian Stilistika

Sumpah Pemuda: Tonggak Perkembangan Sastra Indonesia

Minggu, 24/5/26 | 19:17 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Berita Sesudah
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Obrolan Perempuan Tidak Selalu Merumpi

Discussion about this post

POPULER

  • Aktivisme Sosial ke Panggung Politik: Jejak Firdaus dan Model Kepemimpinan Berbasis Pengabdian

    PKB Sumbar Soroti Maraknya Penimbunan Solar Subsidi, Pertanyakan Peran SPBU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menteri PU Instruksikan Progres 2 Persen Per Hari untuk Sekolah Rakyat Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Ke Hadirat” dan “Kehadiran”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026