Minggu, 01/11/26 | 22:29 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Memaknai Ulang Istilah ‘Kampung Halaman’ dalam Novel Apfelkuchen und Baklava

Minggu, 28/4/24 | 10:49 WIB

BACAJUGA

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB
Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Melalui cerita Getrud, Leila memahami bahwa istilah kampung halaman tidak melulu harus berkaitan dengan tempat atau wilayah geografis. Seseorang dapat meninggalkan daerah asalnya dan menetap di tempat baru, tanpa harus melupakan asal usulnya. Seseorang dapat memberikan pemaknaan ulang terhadap istilah ‘kampung halaman’, tanpa membawa embel-embel masa lalu, “mit oder ohne Lebkuchen, meine Heimat könnte ich ohnehin nie verlieren, denn sie ist hier drinn.” (Rohmann, 2016, hlm. 129) – dengan atau tanpa kue jahe, aku tidak akan pernah meninggalkan kampung halamanku, karena ia ada di dalam sini.”

Judul novel ini terdiri dari dua jenis makanan khas Barat dan Timur yang bertolak belakang. Keduanyapun memiliki makna simbolis. Apfelkuchen terdiri dari dua kata, apfel yang bermakna apel, kuchen artinya kue atau pai. Secara harfiah, apfelkuchen bermakna pai apel. Pai apel terbuat dari tepung, gula, telur, vanili bubuk menjadikan pai asal Jerman ini memiliki rasa yang manis dan asam dari buah apel. Dalam novel, nenek Getrud mengusulkan Max untuk mengundang Leila ke rumah dan mencicipi pai apel buatannya. Pai apel memiliki simbol penerimaan nenek Getrud akan kampung halaman barunya di Jerman, sekaligus ajakan pada Leila untuk menerima Jerman sepenuhnya sebagai rumah barunya.

Adapun Baklava merupakan salah satu kue khas Timur Tengah. Kue memiliki tekstur berupa lapisan adonan kulit pastry dan dicampur dengan berbagai jenis kacang seperti kenari, pistachio dan almond yand dihaluskan. Dalam novel, diceritakan bahwa ayah Leila merupakan seorang pembuat kue baklava. Kedua kakak laki-laki Leila, Ferhad dan Alan membawa resep Baklava ke negara barunya. Pada sebuah bazar kue, Ferhad dan Alad membuat Baklava dan membiarkan Nenek Getrud, Max, dan teman-temannya mencicipnya. Baklava menjadi simbol penerimaan terhadap budaya baru, sekaligus keterhubungan antara Leila dan kedua kakaknya di Jerman, dan ayahnya yang berada di Suriah.

Sebuah karya sastra dapat dikatakan tidak terlepas dari latar belakang pengarang. Keterikatan pengarang dengan tokoh-tokoh utama novel ini menjadikan setiap tokoh memiliki backstory yang kuat, serta menghadirkan unsur emotif kepada pembaca. Novel ini menggambarkan kehidupan seseorang yang melakukan pelarian diri dari negara asal ke negara pemberi suaka, serta dampak yang ditimbulkan. Selain itu, keunikan lainnya terletak pada muatan nilai-nilai simbolis berupa makanan khas Barat dan Timur, masa lalu dan masa kini, serta memberikan pemaknaan ulang terhadap makna ‘kampung halaman’ melalui sastra anak.

Halaman 3 dari 3
Prev123
Tags: #Andina Meutia Hawa
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perbedaan Awalan ber- dan me-

Berita Sesudah

Obrolan Perempuan Tidak Selalu Merumpi

Berita Terkait

Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

Minggu, 01/11/26 | 12:50 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan Anggota UKMF Labor Penulisan Kreatif)...

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Proses Eksperimen Unit 731 dalam Perspektif Sosiologi Sastra

Minggu, 01/11/26 | 12:42 WIB

Oleh: Tri Sutrisman (Mahasiswa Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Bagaimana jika sebuah laboratorium yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan...

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

Minggu, 01/11/26 | 12:26 WIB

Oleh: Rizky Amelya Furqan (Dosen Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas) Matilah kau mati, kau akan lahir...

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Dari Sagu ke Pasar Digital: Peluang UMKM Lokal Menembus Batas

Minggu, 25/10/26 | 20:14 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki potensi alam...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Peran Ibu Tunggal dalam Film “Ibu, Bagaimana Aku Tanpamu?”

Minggu, 25/10/26 | 18:30 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya dan Anggota Labor Penulisan Kreatif, Universitas Andalas) Ada film yang berakhir...

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Ketika Cuaca Berubah, Hama Ikut Berubah

Minggu, 18/10/26 | 16:21 WIB

Oleh: Lili Herlina (Mahasiswa Prodi Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Andalas) Ketika membicarakan masalah pertanian, perhatian sering kali tertuju pada...

Berita Sesudah
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Obrolan Perempuan Tidak Selalu Merumpi

Discussion about this post

POPULER

  • Makna Dibalik Puisi “Harapan” Karya Sapardi Tinjauan Semiotika

    Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemprov Sumbar Terapkan Syarat Inovasi untuk Kenaikan Jabatan ASN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satlantas Polres Pariaman Siap Laksanakan Operasi Patuh Singgalang 2026, Kerahkan 26 Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi: Guru Tak Boleh Menyeragamkan Kemampuan Siswa, Kenali Potensi Setiap Anak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perempuan Bangsa Sumbar Soroti PPN Pembalut, Cempaka Tanjung: Kebutuhan Menstruasi Bukan Barang Mewah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahyeldi: Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Menentukan Kepercayaan dan Pendapatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026