Minggu, 13/9/26 | 07:43 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Memaknai Ulang Istilah ‘Kampung Halaman’ dalam Novel Apfelkuchen und Baklava

Minggu, 28/4/24 | 10:49 WIB

Dalam Apfelkuchen und Baklava, kehidupan Leila, ibunya, dan kedua kakaknya jauh lebih baik ketimbang di Suriah. Doch hier fallen keine Bomben, denkt sie. Hier ist es still. Hier … ist es sicher. Und das ist gut! (Rohmann, 2016, hlm. 19) – disini tidak ada bom. Disini tenang, aman. Dan ini menyenangkan! Meskipun begitu, Leila tetap merasakan ada sesuatu yang hilang. Kerinduannya terhadap ayah dan neneknya yang masih berada di Suriah tidak terbendung lagi. Terlebih sejak ia kehilangan biji kenarinya itu. Ia pun makin merasa tercerabut dengan satu-satunya benda yang menghubungkannya dengan kampung halamannya, dan orang-orang yang ditinggalkannya.

Siapa sangka, orang yang paling dapat memahami situasi Leila mewujud dalam sosok Getrud, alias nenek Max. Tokoh Getrud ternyata pernah menjadi seorang Fluchtlinge di masa kecilnya. Perang Dunia II mengakibatkan wilayah Pommerania, sebuah kota yang terletak di Jerman bagian utara terbelah menjadi dua. Sebagian menjadi wilayah Jerman, sebagian lagi menjadi wilayah negara Polandia. Di Pomerania terdapat kota kecil bernama Juchowo yang merupakan asal usul dari nenek Getrud. Ia bersama ibu dan adik perempuannya harus mengungsi ke Jerman meninggalkan ayah, kakek dan neneknya. Pekerjaan ayah Getrud sebagai seorang tentara membuatnya memilih untuk menetap di Juchowo. “Sie wollten eher sterben als Juchow zu verlassen” (Rohmann, 2016, hlm. 125) – “mereka lebih memilih mati, ketimbang meninggalkan Juchowo”.

Situasi perang menyebabkan timbulnya perselisihan di antara keluarga Getrud, “meine Mutter hat sehr laut mit ihnen gestritten” (Rohmann, 2016, hlm. 125) – “ibuku dulu sering bertengkar hebat dengan mereka”. Perpisahan tidak dapat dihindari, pada akhirnya ayah dan kakek-nenek Getrud harus merelakan ketiganya pergi meninggalkan Juchowo. Sebagai kenang-kenangan, nenek Getrud memberikan kenang-kenangan berupa sebuah resep kue lebkuchen, sebuah kue jahe khas Jerman yang dihidangkan saat natal. Max sudah sering diceritakan mengenai resep kue lebkuchen, namun ia baru mengetahui asal usul neneknya ketika tidak sengaja menguping pembicaraan Getrud dengan Leila.

Tokoh Leila dan Getrud memiliki persamaan, yaitu sama-sama merupakan sosok yang melakukan pelarian diri dari kampung halaman dan mencari suaka di Jerman. Gertud dapat memahami perasaan Leila karena keduanya sama-sama memiliki satu hal yang dapat menghubungkan mereka terhadap kampung halaman mereka. Biji kenari dan resep kue jahe memiliki makna simbolis, yaitu masa lalu, termasuk kampung halaman dan orang-orang yang mereka tinggalkan. Hilangnya biji kenari Leila dimaknai sebagai perpisahan terhadap masa lalu, sekaligus kerinduan terhadap kampung halamannya. Tokoh Getrud sudah sering membuatkan kue jahe dan menceritakan tentang resep kue jahe itu, menandakan upayanya untuk terus mengingat kampung halaman, sekaligus bentuk penerimaan nenek Max terhadap kehidupannya di masa sekarang.

BACAJUGA

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Minggu, 06/9/26 | 11:00 WIB
Puisi-puisi M. Subarkah

Jangan Tunggu Hutan Habis untuk Sadar

Minggu, 06/9/26 | 10:37 WIB
Halaman 2 dari 3
Prev123Next
Tags: #Andina Meutia Hawa
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Perbedaan Awalan ber- dan me-

Berita Sesudah

Obrolan Perempuan Tidak Selalu Merumpi

Berita Terkait

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Semantik-Pragmatik Ketika Pulang Tidak Selalu Berarti Kembali

Minggu, 06/9/26 | 11:00 WIB

Oleh: Hasbi Witir (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Kata pulang merupakan kata yang sangat dekat dengan kehidupan...

Puisi-puisi M. Subarkah

Jangan Tunggu Hutan Habis untuk Sadar

Minggu, 06/9/26 | 10:37 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Magister Linguistik FIB Universitas Andalas) Kita sering baru mengingat hutan ketika bencana datang. Ketika hujan turun...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Bianglala: Menelusuri Makna, Sejarah, dan Jejak Kebudayaan dalam Sebuah Kata

Minggu, 30/8/26 | 16:29 WIB

Oleh: Noor Alifah (Mahasiswa Sastra Indonesia dan Anggota Labor Penulisan Kreatif FIB Universitas Andalas)   Ketika melihat lengkungan warna-warni yang...

Puisi-puisi M. Subarkah

Eksistensi Bahasa Melayu Riau di Tengah Dominasi Bahasa Indonesia di Era Digital

Selasa, 25/8/26 | 22:59 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa Prodi S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)    Bahasa Melayu Riau tidak sekadar kumpulan kata yang digunakan...

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Makna Pulih dalam Lagu “Seperti Tulang” Karya Nadin Amizah

Minggu, 23/8/26 | 22:08 WIB

Oleh: Indri Rahmadani (Mahasiswi Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas)   Di tengah padatnya aktivitas dan tekanan yang dihadapi anak...

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Sintaksis: Sulit, tetapi Diam-Diam Menyenangkan

Minggu, 16/8/26 | 23:09 WIB

Oleh: Bunga Amelia (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Bagi sebagian orang, mendengar kata sintaksis mungkin terasa menakutkan. Mata...

Berita Sesudah
Sebagian Tidak Suka Orang yang Banyak Cerita

Obrolan Perempuan Tidak Selalu Merumpi

Discussion about this post

POPULER

  • DPC PKB Padang Gelar Musancab Serentak

    DPC PKB Padang Gelar Musancab Serentak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Musancab dan UKK DPAC PKB Padang Selesai, Yusri Latif: PKB Solusi Untuk Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026