Rabu, 04/11/26 | 10:56 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Peribahasa tentang Perempuan dalam KBBI

Minggu, 24/3/24 | 12:00 WIB

Pada masa dulu tak lazim jika seorang perempuan mencari laki-laki secara terang-terangan. Oleh karena itu, ketika seorang perempuan melakukan hal tersebut, muncullah peribahasa-peribahasa berikut yang bermakna ‘perempuan mencari laki-laki‘ yang tentunya menjadi sumbing dalam masyarakat, menjadi aib dan malu bagi keluarga.

(1) enau mencari (memanjat) sigai
(2) lesung mencari alu
(3) rumput mencari kuda
(4) telaga mencari timba
(5) ulam mencari sambal

Kalau kita lihat kosakata yang terdapat dalam peribahasa tersebut, tampak ketidaklaziman, misalnya yang biasa mencari rumput adalah kuda. Namun, peribahasa tersebut mendeskripsikan hal sebaliknya. Rumput dideskripsikan mencari kuda yang tentu saja tidak mungkin terjadi. Oleh karena itu, ketika ada seorang perempuan mencari atau menghendaki seorang laki-laki secara terang-terangan, perilakunya dianggap tidak wajar dan tidak diterima dalam kehidupan sosial masyarakat.

Karena masyarakat Indonesia memiliki kecerdasan budaya, muncullah peribahasa-peribahasa tersebut. Biasanya sigai ‘pasak atau palang’ dipasang di tiang untuk memanjat. Salah satunya dipasang di pohon enau ‘pohon jenis palem’ yang biasa diambil manfaatnya oleh masyarakat, seperti umbut batang menjadi sagu yang dapat dimakan, ijuk untuk atap rumah, dan nira untuk gula atau aren. Perempuan juga diibaratkan demikian. Seorang perempuan diharapkan memiliki perilaku, kecerdasan, dan sikap yang sangat baik sehingga nanti banyak laki-laki yang mencari dan memilihnya sebagai istri.

Ketika seorang perempuan berperilaku sebaliknya, dikatakan bak enau mencari (memanjat) sigai. Hal yang sama berlaku untuk alu ‘alat untuk menumbuk padi’ yang seharusnya mencari lesung ‘lumpang kayu panjang (untuk menumbuk padi); timba ‘alat untuk mengambil air’ yang seharusnya mencari telaga ‘danau, kolam, atau sumur’; serta sambal ‘makanan penyedap yang memiliki rasa pedas’ yang seharusnya ditambahkan pada ulam ‘daun-daunan mentah (yang muda)’. Ketika seorang perempuan melakukan hal-hal yang tidak patut dilakukannya, terutama dalam mencari jodoh, peribahasa-peribahasa ini pun melekat pada dirinya. Betapa sangat tidak baik ketika seorang perempuan dilukiskan bak enau mencari (memanjat) sigai, lesung mencari alu, rumput mencari kuda, telaga mencari timba, dan ulam mencari sambal.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Bahasa Militer di Kalangan Gen Z

Minggu, 25/10/26 | 22:30 WIB
Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB
Halaman 3 dari 5
Prev12345Next
Tags: #Ria Febrina
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Peribahasa tentang Perempuan dalam KBBI

Berita Sesudah

Semiotik Riffaterre dalam Puisi “Sawah Sepetak di Kerampang” Karya Fitra Yanti

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Bahasa Militer di Kalangan Gen Z

Minggu, 25/10/26 | 22:30 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik FIB Universitas Andalas) Di ruang kelas, saya mendapatkan mahasiswa...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Pada kolom Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kemarin pagi, saat matahari masih memproduksi vitamin...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan) Di dalam kehidupan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Berita Sesudah
Semiotik Riffaterre dalam Puisi “Sawah Sepetak di Kerampang” Karya Fitra Yanti

Semiotik Riffaterre dalam Puisi "Sawah Sepetak di Kerampang" Karya Fitra Yanti

Discussion about this post

POPULER

  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026