
Kata pas, cocok, sesuai, dan relevan memikiki nuansa yang hampir mirip, yaitu dua hal atau lebih yang saling menyesuaikan sehingga bisa membentuk sesuatu menjadi seimbang, serasi, selaras, atau berjodoh. Di dalam ilmu bahasa, kata-kata ini tergolong dalam kata yang bersinonim. Setiap kata yang bersinoim memiliki kemiripan makna, tetapi masing-masing kata masih memiliki makna khusus. Oleh sebab itu, tidak semua kata bersinonim bisa saling menggantikan dalam situasi yang sama. Dalam edisi Klinik Bahasa Scientia kali ini, kita akan membahas perbedaan empat kata yang bersinonim, yaitu kata pas, cocok, sesuai, dan relevan. Sebelum menganalisis perbedaannya, kita perlu mengetahui makna kata ini yang sudah tertera di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Dari empat kata ini, ada kata yang tergolong ke dalam kelas kata nomina (kata benda), verba (kata kerja), dan adjektiva (kata sifat). Karena kita akan membahas perbedaan kata yang bersinonim, maka makna kata yang diambil hanyalah dari kelas kata yang sama, yaitu adjektiva. Kita akan mulai dengan kata pas. Di dalam KBBI, kata pas (sebagai adjektiva) memiliki tiga makna, yaitu “1 cak kena benar; tepat: 2 tidak lebih tidak kurang (tentang jumlah): 3 cak cocok; tidak longgar; tidak sempit (tentang pakaian)”. Label cak yang ada di dalam KBBI bermakna “percakapan”. Artinya, kata itu cenderung digunakan di dalam percakapan, bukan bahasa formal yang digunakan dalam situasi resmi.
Selanjutnya adalah kata cocok. Di dalam KBBI, kata cocok (sebagai adjektiva) memiliki sepuluh makna, yaitu “1 sama benar; tidak berlainan: 2 sepadan; sesuai: 3 betul; tepat: 4 berpautan (dengan); berpadanan (dengan): 5 senang (suka) dengan; setuju di hati: 6 serasi; baik benar untuk: 7 setuju; sepakat; akur: 8 kena benar; pas benar: 9 seimbang; sepadan: 10 memenuhi (syarat dan sebagainya) untuk; baik (layak) untuk”. Kata berikutnya adalah kata sesuai atau suai. Kata ini memiliki tiga belas makna, yaitu “1 pas; sedang (tentang ukuran): 2 cocok (pas dalam ukuran sebagai pasangannya): 3 serasi (tentang pasangan): 4 sepadan; setaraf: 5 seimbang: 6 selaras; seirama; berpautan; bersamaan: 7 semufakat; setuju: 8 sama; sejalan; sependapat (tentang buah pikiran): 9 sama; tidak bertentangan: 10 cocok; kena benar: 11 baik sekali: 12 bergantung pada; berpadanan: 13 sejalan”. Kata yang terakhir adalah relevan. Di dalam KBBI, kata relevan hanya memiliki satu makna, yaitu “kait-mengait; bersangkut-paut; berguna secara langsung”.
Dari pemaparan makna yang terdapat di dalam KBBI tersebut, kita sudah dapat menarik kesimpulan bahwa empat kata ini memiliki makna yang mirip. Oleh sebab itu, kita perlu menganalisis perbedaannya agar bisa menggunakan kata-kata tersebut pada situasi yang tepat. Penggunaan pilihan kata yang tepat akan membuat kalimat atau tuturan sesorang menjadi efektif dan mudah dipahami. Dengan demikian, kita akan mulai dengan contoh penggunaan kata-kata tersebut ke berbagai kalimat. Pertama, kata pas. Kalimat-kalimat yang sering berkaitan dengan kata pas sebagai berikut:
- Tembakannya pas ke sasaran.
- Maaf ya, Kak. Kami tidak ada uang kembaliannya. Kakak ada uang pas?
- Celana yang cokelat itu sebenarnya pas, tetapi aku kurang suka warnanya.
- Bayarlah dengan uang pas.
- Ukuran sepatu ini tidak pas. Apakah ada ukuran yang lebih besar?
Kedua, kata cocok. Berikut ini adalah kalimat-kalimat yang berkaitan dengan kata cocok.
- Film itu cocok untuk orang-orang yang sedang mencari jati diri dan tujuan hidup.
- Pertanyaan ini cocok dengan tema seminar nanti.
- Aku tidak cocok dengan dia. Jadi, jangan berusaha untuk menjodohkan kami lagi.
- Warna baju itu cocok dengan kulitmu.
- Kafe ini sangat cocok digunakan bagi orang-orang yang menyukai ketenangan.
Ketiga, kata sesuai. Mari perhatikan contoh-contoh kata sesuai yang digunakan di dalam kalimat berikut.
- Belilah segala sesuatu sesuai dengan kebutuhanmu.
- Setiap orang akan mendapatkan sesuatu sesuai dengan yang diusahakannya.
- Gajinya tidak sesuai dengan pekerjaan yang harus dilakukannya.
- Setiap baris pantun memiliki irama yang sesuai dengan sampirannya.
- Sesuai dengan arahan kepala sekolah, hari ini semua murid harus membersihkan kelas masing-masing.
Kata yang terakhir adalah relevan. Berikut ini adalah contoh penggunaan kata relevan.
- Pertanyaan peserta itu tidak relevan dengan materi yang disampaikan oleh pembicara.
- Dia memiliki pengalaman kerja yang relevan dengan keahlian yang kita cari.
- Referensi yang Anda gunakan tidak relevan dengan penelitian Anda.
- Pendapat Anda tidak relevan dengan topik yang sedang kita bicarakan.
- Pekerjaannya sangat relevan dengan ilmu yang dipelajarinya di perguruan tinggi.
Berdasarkan contoh-contoh tersebut, kita bisa merasakan adanya perbedaan nuansa antara kata pas, cocok, seusai, dan relevan. Perbedaan ini menjadi ciri khas dari makna kata-kata tersebut. Untuk lebih jelasnya, kita akan memeperdalam pemaparan ini dengan membahas kata pertama, yaitu pas. Berdasarkan makna yang tertera di KBBI dan tuturan-tuturan yang biasa digunakan, kita bisa mengetahui konteks dari kata pas secara sederhana. Kata pas digunakan untuk konteks “sesuai dengan standarnya”. Standar tersebut bisa berupa ukuran, harga, nominal, dan sebagainya, misalnya jika tarif sekali naik angkutan kota adalah Rp3.500,00, sebaiknya kita memberi uang yang sesuai dengan tarif tersebut. Hal ini bisa bermakna jangan kurang dan jangan lebih, serta menggunakan nominal yang sesuai agar tidak repot untuk mencari uang kembalian. Situasi ini mungkin saja terjadi mengingat durasi waktu berhenti yang digunakan alat transportasi di jalan harus sesingkat mungkin. Oleh sebab itu, tuturan “bayarlah dengan uang pas” sangat sering digunakan di dalam kondisi seperti ini. Contoh lain untuk kata pas, yaitu jika tubuh seseorang biasanya menggunakan celana dengan ukuran 72, tentu orang tersebut harus mencari celana dengan ukuran yang sesuai agar tidak kekecilan atau kebesaran. Hal inilah yang disebut dengan “sesuai dengan standarnya”.
Selanjutnya, kita beralih ke kata cocok. Kata cocok digunakan untuk konteks dua hal yang ketika disatukan dianggap serasi, seimbang, selaras, atau berjodoh, misalnya ketika orang yang berkulit terang memilih baju dengan warna merah muda. Dua warna ini dianggap cocok karena antara warna kulit dan warna baju tersebut sangat serasi. Begitu pun dengan orang yang berkulit gelap cocok dengan warna marun. Warna kulit dengan warna baju adalah dua hal yang berbeda, tetapi menjadi serasi ketika memiliki kesesuaian yang seimbang. Hal ini juga berlaku dengan dua manusia yang cocok menjadi pasangan. Lalu, apa bedanya dengan kata pas? Mari perhatikan kalimat berikut:
- Ukuran sepatu itu sudah pas, tapi warnanya tidak cocok
- Model celana itu cocok dengan kepribadianku, tapi ukurannya tidak pas.
Dari dua kalimat ini, kita sudah bisa membedakan makna kata pas dan cocok. Dua kata ini mirip, tetapi tidak bisa saling menggantikan di dalam situasi tersebut. Inilah yang disebut dengan kata bersinonim, meskipun maknanya mirip, tetapi masing-masing kata masih memiliki makna dan konteksnya tersendiri.
Analisis akan dilanjutkan ke kata berikutnya, yaitu sesuai. Kata sesuai memiliki konteks suatu hal yang “selaras, serasi, atau sehubungan dengan dasarnya, acuannya, akarnya, atau landasannya”, misalnya di dalam sebuah seminar bahasa tradisional, ada seorang peserta mengajukan pertanyaan tentang matrilineal dan patrilineal. Pertanyaan itu dianggap tidak sesuai dengan tema seminar sebab persoalan matrilineal dan patrilineal lebih sesuai untuk tema kebudayaan atau kekerabatan.
Mari kita telaah situasi di atas. Sesuatu yang menjadi acuan, dasar, landasan dalam situasi ini adalah tema seminar, yaitu bahasa tradisional. Hal yang kemudian disandingkan dengan tema itu adalah pertanyaan tentang matrilineal dan patrilineal. Pertanyaan ini menjadi tidak sesuai karena berbeda dengan landasanya, dasarnya, atau acuannya yaitu bahasa tradisional. Inilah konteks dan makna dasar yang dimiliki oleh kata sesuai. Mari kita Simak contoh kalimat sebelumnya, “Sesuai dengan arahan kepala sekolah, hari ini semua murid harus membersihkan kelas masing-masing”. Sesuatu yang menjadi landasan di sini adalah “arahan kepala sekolah”. Kalimat lainnya adalah “Gajinya tidak sesuai dengan pekerjaan yang harus dilakukannya”. Apa yang manjadi landasan di kalimat ini? Jawabannya adalah “pekerjaan yang dilakukan”. Di dalam situasi ini, kesimpulan yang bisa ditarik adalah, pekerjaan yang dilakukannya sangat banyak dan berat, sedangkan gaji yang didapatkannya tidak sesuai (artinya lebih rendah dari acuan pekerjaannya itu).
Kata yang paling mirip di antara empat kata yang sedang kita bahas adalah kata sesuai dan relevan. Oleh karena itu, kita pun akan masuk ke pembahasan kata relevan. Secara makna, kata ini memang lebih mirip dengan kata sesuai jika dibandingkan dengan kata pas dan cocok. Akan tetapi, di antara kata sesuai dan relevan pun masih memiliki perbedaan. Kata relevan cenderung digunakan sebagai kata yang lebih tinggi yang dipakai di dalam situasi yang lebih resmi, seperti di sekolah, di tempat pekerjaan, di upacara, dan seminar. Oleh sebab itu, cakupan kata relevan tidak seluas kata sesuai. Ada banyak situasi kata relevan yang bisa digantikan dengan kata sesuai. Akan tetapi, tidak semua situasi kata sesuai bisa digantikan dengan kata relevan. Untuk bisa memahaminya lebih dalam, kita bisa melihat kembali contoh-contoh kalimat untuk kata sesuai dan relevan. Kita juga bisa mencoba untuk menukar dua kata tersebut.
Dari hasil mencoba contoh-contoh dalam kalimat, kita menyadari bahwa kata relevan tidak bisa menggantikan kata sesuai di dalam contoh di atas, sedangkan kata sesuai bisa menggantikan kata relevan berdasarkan contoh-contoh yang ada. Mari kita ambil satu contoh kalimat, “Belilah segala sesuatu sesuai dengan kebutuhanmu”. Kata sesuai tidak bisa diganti dengan kata relevan. Ketika kalimatnya menjadi “Belilah segala sesuatu relevan dengan kebutuhanmu” hal ini sangat tidak berterima. Mengapa tidak berterima? Pertama, konteksnya sangat berbeda antara formal dan nonformal. Kalimat ini cenderung digunakan di dalam kehidupan sehari-hari. Kata relevan tidak sepadan dengan kalimat tersebut. Kedua, makna khusus antara kata relevan dan sesuai tidak sama. Kata sesuai memiliki sesuatu sebagai acuan, dasar, atau akarnya, sedangkan kata relevan memiliki konteks “berkaitan”. Akan tetapi, tidak semua yang “berkaitan” akan sama dengan “landasannya”. Oleh sebab itu, dua kata ini tidak bisa langsung saling menggantikan.
Kesimpulan akhir dari ulasan ini adalah mari kita simak contoh empat kalimat berikut dengan menggunakan topik pakaian.
- Pakaian itu sangat pas dengan ukuran tubuhnya. Dia terlihat lebih ideal.
- Pakaian itu tidak hanya cocok dengan warna kulitnya, tapi juga cocok dengan kepribadiannya yang tenang dan lembut.
- Saya sudah sering ingatkan. Gunakanlah pakaian yang sesuai dengan situasi yang sedang kamu hadapi. Mengapa sekarang kamu mengenakan pakaian santai di saat upacara resmi ini?
- Tema pakaian muslimah sangat relevan dengan situasi masyarakat saat ini karena sekarang sudah banyak desainer muslimah yang menciptakan karya-karya dengan beragam model. Saya akan mengikuti talkshow ini.
Dari penjelasan di atas, tentunya kita sudah bisa memahami penggunaan kata pas, cocok, sesuai, dan relevan agar kalimat atau tuturan yang kita gunakan tidak ambigu. Memahami makna kata dengan tepat adalah langkah awal yang sangat penting saat berbicara atau menulis gagasan dengan tepat. Semoga bermanfaat.






![Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi. [foto:ist]](https://scientia.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG-20260824-WA0012-350x250.jpg)