Rabu, 04/11/26 | 10:25 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Peribahasa tentang Perempuan dalam KBBI

Minggu, 24/3/24 | 12:00 WIB

Oleh karena itu, ketika seorang perempuan mencari laki-laki sudah dinilai buruk dalam masyarakat, perempuan-perempuan yang ketahuan memikat laki-laki akan dilukiskan sebagai uir-uir minta getah. Uir-uir merupakan tonggeret, cenggeret, cikadas, turaes, atau serangga berukuran besar yang mempunyai pelantang di bawah sayap sehingga dapat bersuara nyaring; sedangkan getah merupakan ‘zat cair dari batang kayu yang bersifat melekat’. Seorang perempuan yang diperibahasakan sebagai uir-uir minta getah tentu sangat tidak baik karena dianggap tidak mampu menjaga perilaku, tingkah laku, dan nama baik dirinya serta keluarganya.

Dalam kehidupan sosial budaya masyarakat, dua orang perempuan atau lebih juga dilarang menghendaki seorang laki-laki yang sama. Jika ada yang melakukan hal demikian, mereka diperibahasakan sebagai satu sangkar dua burung yang bermakna ‘dua orang perempuan sama-sama menghendaki seorang laki-laki’. Betapa akan menjadi aib dan malu keluarga jika ada dua orang perempuan berperilaku demikian. Bak tidak ada laki-laki lain yang bisa dijadikan teman hidup dan bak tidak ada akhlak dan moral yang baik yang bisa membimbing mereka untuk mencari laki-laki yang berbeda.

Jika dilihat peribahasa-peribahasa tersebut seakan-akan mencerminkan betapa buruknya perempuan Indonesia. Peribahasa yang mencerminkan hal buruk lebih banyak dibandingkan peribahasa yang mencerminkan hal baik. Namun, KBBI sebagai perekam kosakata bahasa Indonesia sesungguhnya hanya merekam jejak kehidupan masyarakat pada suatu masa.

Pada zaman dahulu, seorang perempuan sangat dianjurkan untuk berperilaku baik dan menjaga nilai-nilai kesopanan. Jangan sampai seorang perempuan mendapat cap atau pelabelan melalui peribahasa-peribahasa tersebut. Mereka harus berhati-hati dalam menjalani kehidupan agar tidak merugikan nama baik diri sendiri dan nama baik keluarga.

Di balik itu semua, kalau kita lihat dari segi kebudayaan, bahasa Indonesia ternyata memiliki kekayaan peribahasa. Peribahasa-peribahasa tersebut memanfaatkan alam dan lingkungan sebagai sumber pembelajaran. Jika tidak direkam dalam peribahasa, pasti tidak akan banyak anak-anak sekarang yang tahu apa itu sigai, enau, lesung, alu, timba, ulam, dan uir-uir. Kehidupan masyarakat yang ditata dalam lingkungan perkotaan membuat mereka tidak lagi akrab dengan kosakata lingkungan (ekoleksikon). Kehidupan perkotaan juga membuat mereka disuguhkan perkakas modern yang serba praktis sehingga mereka tidak pernah merasakan kehidupan tradisional orang-orang pada masa lampau yang sehat setiap hari karena menimba air di sumur atau berjalan mengambil air di telaga nan jauh. Namun, kamus telah merekamnya sebagai jejak kehidupan.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Bahasa Militer di Kalangan Gen Z

Minggu, 25/10/26 | 22:30 WIB
Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB
Halaman 4 dari 5
Prev1...345Next
Tags: #Ria Febrina
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Peribahasa tentang Perempuan dalam KBBI

Berita Sesudah

Semiotik Riffaterre dalam Puisi “Sawah Sepetak di Kerampang” Karya Fitra Yanti

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Bahasa Militer di Kalangan Gen Z

Minggu, 25/10/26 | 22:30 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Linguistik dan Manajer Akademik FIB Universitas Andalas) Di ruang kelas, saya mendapatkan mahasiswa...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pengeluaran di dalam Bahasa Indonesia (Bagian 1)

Minggu, 18/10/26 | 11:14 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Pada kolom Klinik...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Makna Satir Frasa “Lari dari Kenyataan”

Senin, 12/10/26 | 08:45 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kemarin pagi, saat matahari masih memproduksi vitamin...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dunia Online dan Kosakata Baru

Minggu, 04/10/26 | 22:11 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Manajer Akademik dan Dosen Linguistik FIB UNAND) Kehadiran ojek online merupakan sebuah fase baru...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Berbagai Istilah Uang Pemasukan

Minggu, 27/9/26 | 10:16 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Forein Studies, Korea Selatan) Di dalam kehidupan...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

“Nominalisasi” dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis

Minggu, 20/9/26 | 18:23 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik Universitas Andalas) Nominalisasi adalah proses mengubah kata kerja menjadi kata...

Berita Sesudah
Semiotik Riffaterre dalam Puisi “Sawah Sepetak di Kerampang” Karya Fitra Yanti

Semiotik Riffaterre dalam Puisi "Sawah Sepetak di Kerampang" Karya Fitra Yanti

Discussion about this post

POPULER

  • Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

    Hujan Lebat Mengintai Sumbar hingga 10 November, Lima Daerah Masuk Kategori Siaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Laut Bercerita: Ketika Cerita Beralih ke Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paket Data Masih Aktif, Telkomsel Blokir Internet karena Tagihan Pulsa Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Paradoks Representasi Subaltern dalam Novel Saman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026