Senin, 27/7/26 | 08:30 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Peribahasa tentang Perempuan dalam KBBI

Minggu, 24/3/24 | 12:00 WIB

Oleh karena itu, ketika seorang perempuan mencari laki-laki sudah dinilai buruk dalam masyarakat, perempuan-perempuan yang ketahuan memikat laki-laki akan dilukiskan sebagai uir-uir minta getah. Uir-uir merupakan tonggeret, cenggeret, cikadas, turaes, atau serangga berukuran besar yang mempunyai pelantang di bawah sayap sehingga dapat bersuara nyaring; sedangkan getah merupakan ‘zat cair dari batang kayu yang bersifat melekat’. Seorang perempuan yang diperibahasakan sebagai uir-uir minta getah tentu sangat tidak baik karena dianggap tidak mampu menjaga perilaku, tingkah laku, dan nama baik dirinya serta keluarganya.

Dalam kehidupan sosial budaya masyarakat, dua orang perempuan atau lebih juga dilarang menghendaki seorang laki-laki yang sama. Jika ada yang melakukan hal demikian, mereka diperibahasakan sebagai satu sangkar dua burung yang bermakna ‘dua orang perempuan sama-sama menghendaki seorang laki-laki’. Betapa akan menjadi aib dan malu keluarga jika ada dua orang perempuan berperilaku demikian. Bak tidak ada laki-laki lain yang bisa dijadikan teman hidup dan bak tidak ada akhlak dan moral yang baik yang bisa membimbing mereka untuk mencari laki-laki yang berbeda.

Jika dilihat peribahasa-peribahasa tersebut seakan-akan mencerminkan betapa buruknya perempuan Indonesia. Peribahasa yang mencerminkan hal buruk lebih banyak dibandingkan peribahasa yang mencerminkan hal baik. Namun, KBBI sebagai perekam kosakata bahasa Indonesia sesungguhnya hanya merekam jejak kehidupan masyarakat pada suatu masa.

Pada zaman dahulu, seorang perempuan sangat dianjurkan untuk berperilaku baik dan menjaga nilai-nilai kesopanan. Jangan sampai seorang perempuan mendapat cap atau pelabelan melalui peribahasa-peribahasa tersebut. Mereka harus berhati-hati dalam menjalani kehidupan agar tidak merugikan nama baik diri sendiri dan nama baik keluarga.

BACAJUGA

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dari Ejaan menjadi Humor Kritik

Senin, 27/7/26 | 05:28 WIB
Memahami Kembali Imbuhan memper-

Kata “sudah” dan “telah” Bentuk Lampau dalam Bahasa Asing Lainnya

Minggu, 19/7/26 | 21:01 WIB

Di balik itu semua, kalau kita lihat dari segi kebudayaan, bahasa Indonesia ternyata memiliki kekayaan peribahasa. Peribahasa-peribahasa tersebut memanfaatkan alam dan lingkungan sebagai sumber pembelajaran. Jika tidak direkam dalam peribahasa, pasti tidak akan banyak anak-anak sekarang yang tahu apa itu sigai, enau, lesung, alu, timba, ulam, dan uir-uir. Kehidupan masyarakat yang ditata dalam lingkungan perkotaan membuat mereka tidak lagi akrab dengan kosakata lingkungan (ekoleksikon). Kehidupan perkotaan juga membuat mereka disuguhkan perkakas modern yang serba praktis sehingga mereka tidak pernah merasakan kehidupan tradisional orang-orang pada masa lampau yang sehat setiap hari karena menimba air di sumur atau berjalan mengambil air di telaga nan jauh. Namun, kamus telah merekamnya sebagai jejak kehidupan.

Halaman 4 dari 5
Prev1...345Next
Tags: #Ria Febrina
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Peribahasa tentang Perempuan dalam KBBI

Berita Sesudah

Semiotik Riffaterre dalam Puisi “Sawah Sepetak di Kerampang” Karya Fitra Yanti

Berita Terkait

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dari Ejaan menjadi Humor Kritik

Senin, 27/7/26 | 05:28 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Linguistik FIB Universitas Andalas) Ada yang menarik dari konten...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Kata “sudah” dan “telah” Bentuk Lampau dalam Bahasa Asing Lainnya

Minggu, 19/7/26 | 21:01 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Bahasa didefinisikan sebagai...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Wacana Digital dan Dinamika Istilah dalam Bahasa Indonesia

Senin, 06/7/26 | 07:21 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Dunia hari ini tidak lagi sekadar dibatasi...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

Minggu, 21/6/26 | 13:50 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata bantu dan tolong...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

Minggu, 07/6/26 | 22:48 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa waktu lalu, saya menyunting beberapa buku....

Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Memahami Makna Peribahasa “Muluik Manih Kucindan Murah”

Senin, 01/6/26 | 08:57 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra (Guru SMA 1 Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan)   Minangkabau memiliki banyak peribahasa. Peribahasa merupakan kelompok...

Berita Sesudah
Semiotik Riffaterre dalam Puisi “Sawah Sepetak di Kerampang” Karya Fitra Yanti

Semiotik Riffaterre dalam Puisi "Sawah Sepetak di Kerampang" Karya Fitra Yanti

Discussion about this post

POPULER

  • Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

    Kapitalisme dan Kontradiksi Kemajuan dalam Sastra Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Cinta Kalah oleh Adat dan Zaman dalam Novel Siti Nurbaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko-DPRD Bukittinggi Resmi Setujui Revisi Perda Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kecelakaan Kerja Maut di Pabrik CPO Dharmasraya, Karyawan Tewas Digulung Konveyor

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemko Padang Luncurkan Program Smart Surau untuk Makmurkan Masjid

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Kata Ganti Orang Ketiga “Beliau”, “Dia”, dan “Ia” dalam Bahasa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026