Minggu, 16/8/26 | 23:46 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI KLINIK BAHASA

Psikologi Bahasa: Kompetisi dan Kolaborasi

Minggu, 16/8/26 | 22:38 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas)

Universitas Andalas baru saja menyambut mahasiswa baru angkatan 2026. Dalam penutupan kegiatan, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas berpesan agar mahasiswa baru menjadikan kampus sebagai tempat untuk berkolaborasi, bukan berkompetisi. Dua kata ini menarik diulas, yakni antara kompetisi dan kolaborasi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kompetisi adalah ‘persaingan’, sedangkan kolaborasi adalah ‘kerja sama’. Bagi mahasiswa baru, kedua kata ini amat penting ketika mengalami peralihan studi dari SMA ke perguruan tinggi. Ketika menjadi siswa SMA, siswa didesain untuk mencapai target tertentu, seperti juara kelas dan nilai tinggi untuk lulus dari tingkat SMA. Sementara itu, saat menjadi mahasiswa, tidak ada lagi peringkat kelas dan tidak ada perbandingan untuk mahasiswa dengan IPK tinggi dengan IPK rendah.

Seorang mahasiswa akan berjuang melawan dirinya sendiri. Ketika SMA, ada jadwal sekolah yang ditetapkan, sedangkan ketika menjadi mahasiswa, tidak ada lagi jadwal yang sama antara satu mahasiswa dengan mahasiswa lainnya. Mata kuliah yang dipilih akan berbeda antara satu dengan yang lainnya yang disesuaikan dengan capaian IP (indeks prestasi) semester. Dengan demikian, jadwal kuliah setiap mahasiswa akan berbeda. Jadwal kuliah pun tidak setiap hari dimulai dari pukul 07.00 WIB. Artinya, tantangan menjadi seorang mahasiswa adalah dirinya sendiri, bagaimana mampu mengatur jadwal tidur, jadwal bangun, jadwal membuat tugas kuliah, dan jadwal berkegiatan untuk pengembangan diri. Semua bergantung pada diri seorang mahasiswa.

“Mari jadikan kampus sebagai tempat untuk berkolaborasi, bukan berkompetisi,” begitulah Prof. Dr. Ike Revita, S.S., M.Hum., Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menekankan kepada mahasiswa baru agar pikiran dan tindakan mahasiswa baru dapat selaras, menjadikan teman kuliah untuk berkolaborasi mencapai indeks prestasi dan relasi yang baik.

BACAJUGA

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Tele- dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Senin, 03/8/26 | 07:33 WIB
Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dari Ejaan menjadi Humor Kritik

Senin, 27/7/26 | 05:28 WIB

Ketika seorang mahasiswa mampu menjadikan kampus sebagai tempat untuk berkolaborasi, ke depan akan berdampak pada bahasa yang akan dipakai dalam dunia kerja. Orang-orang yang suka berkompetisi akan menggunakan bahasa yang bersifat instruktif ketika menjadi seorang atasan, sedangkan orang-orang yang suka berkolaborasi, dia akan menggunakan bahasa yang bersifat koordinatif meskipun menjadi seorang atasan.

Dalam KBBI, instruktif artinya ‘bersifat memerintah’, sedangkan koordinatif artinya ‘bersifat koordinasi’ atau ‘mengatur suatu organisasi atau kegiatan sehingga peraturan dan tindakan yang akan dilaksanakan tidak saling bertentangan atau simpang siur’. Seseorang yang suka menggunakan bahasa instruktif akan menggunakan pilihan kata berikut:

  • Saya tunggu suratnya!
  • Pukul 2 ke ruangan saya!
  • Selesaikan sekarang!

Dalam linguistik, bahasa yang bersifat instruktif menggunakan tekanan perintah atau dalam bahasa tulis ditandai dengan tanda seru (!) sebagai intonasi final untuk kalimat imperatif. Sementara itu, seseorang yang menggunakan bahasa koordinatif, dia memiliki banyak pilihan kata untuk memastikan orang-orang di bawahnya mengerjakan sesuatu sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Pilihan katanya di antaranya sebagai berikut.

  • Kita harus mengumpulkan pukul 2, apakah bisa kita selesaikan tepat waktu?
  • Bagaimana surat permohonan kemarin, apakah bisa kita kirim secepatnya?

Secara linguistik, kalimat tersebut merupakan kalimat tanya, tetapi dalam kajian pragmatik, kalimat tersebut merupakan kalimat yang mengandung perintah. Seseorang yang mendapatkan kalimat tersebut akan paham bahwa orang yang menanyakan ingin pekerjaan tersebut dilaksanakan segera atau secepatnya. Namun, dia tidak ingin melukai hati orang yang ditugaskan dengan kalimat perintah sehingga diganti dengan kalimat tanya. Dalam hal ini, jenis kalimatnya berbeda, tetapi tujuannya sama agar pekerjaan dilaksanakan segera.

Dalam psikolinguistik, seseorang yang mendapat kalimat instruktif cenderung tertekan dan menerima memori yang tidak baik dalam atmosfer pekerjaan. Namun, seseorang yang mendapatkan kalimat koordinatif cenderung merasa nyaman karena diajak bersama-sama bertanggung jawab terhadap suatu pekerjaan. Tanggung jawab tersebut seakan-akan tidak bagi yang mengerjakan, tetapi juga bagi yang memberikan koordinasi.

Dalam psikolinguistik, ketika seorang pemimpin menggunakan bahasa yang instruktif, akan memengaruhi orang yang dipimpinnya untuk patuh atau tidak dengan apa yang disuruh. Secara manajemen, hal ini bagus karena orang-orang yang dipimpin akan mengerjakan apa yang diminta atasannya. Namun, dari psikolinguistik, pemimpin yang memposisikan dirinya sebagai atasan telah membangun suasana tidak nyaman, tekanan kerja, dan dapat berdampak terhadap penolakan kerja atau rasa tidak hormat ketika orang yang dianggap bawahan diajak bekerja sama dalam situasi nonformal.

Dalam dunia kampus, penting kiranya memberikan kalimat-kalimat yang bersifat memotivasi kepada seorang mahasiswa dalam mencapai sesuatu. Tidak semua hal harus disampaikan dengan instruktif. Banyak orang yang kemudian dijejeli kalimat instruktif kemudian membuat dia menjadi tertekan, menolak bekerja dengan baik, bahkan tidak menunjukkan loyalitas.

Hal yang sama diperlukan dalam perguruan tinggi. Seorang mahasiswa baru yang mengalami transisi dari SMA ke perguruan tinggi, sedari awal amat penting ditekankan untuk menjadi pribadi yang mampu berkolaborasi dengan siapa pun. Seseorang yang suka berkolaborasi akan dengan lancar meraih capaian-capain tertentu karena dia memahami bahwa setiap capaian-capaian yang akan diraihnya membutuhkan orang lain sebagai pendukung, bukan sebagai pesaing.

Itulah mengapa Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas menekankan kepada mahasiswa FIB Unand untuk menjadi seseorang yang suka berkolaborasi, bukan seorang yang suka berkompetisi. Dampaknya bukan selama studi, tetapi bagaimana relasi akan terbangun dari masa studi sampai nanti ke dunia kerja. Di perguruan tinggi, kita tidak bisa menentukan bahwa seseorang yang memiliki IPK tinggi akan menjadi pimpinan sebuah perusahaan. Orang-orang dengan IPK rendah, tetapi dengan jiwa kolaborasi dan semangat membangun relasi, cenderung menjadi seseorang dengan jabatan penting dalam dunia sosial.

Tags: #psikologi bahasa#Ria FebrinaLinguistik
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Satu Detik, Sebuah Cerita

Berita Sesudah

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

Berita Terkait

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Tele- dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

Senin, 03/8/26 | 07:33 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Kali ini, kita akan membahas bentuk terikat...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Dari Ejaan menjadi Humor Kritik

Senin, 27/7/26 | 05:28 WIB

Oleh: Dr. Ria Febrina, S.S., M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan Linguistik FIB Universitas Andalas) Ada yang menarik dari konten...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Kata “sudah” dan “telah” Bentuk Lampau dalam Bahasa Asing Lainnya

Minggu, 19/7/26 | 21:01 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Bahasa didefinisikan sebagai...

Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

Wacana Digital dan Dinamika Istilah dalam Bahasa Indonesia

Senin, 06/7/26 | 07:21 WIB

Oleh: Elly Delfia (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Dunia hari ini tidak lagi sekadar dibatasi...

Memahami Kembali Imbuhan memper-

Perbedaan kata “bantu” dan “tolong”

Minggu, 21/6/26 | 13:50 WIB

Oleh: Reno Wulan Sari (Dosen Bahasa Indonesia bagi Penutur Busan University of Foreign Studies, Korea Selatan) Kata bantu dan tolong...

Kapitil, Kosakata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kesalahan Bahasa yang Diproduksi AI

Minggu, 07/6/26 | 22:48 WIB

Oleh: Ria Febrina (Dosen Prodi Sastra Indonesia dan S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Beberapa waktu lalu, saya menyunting beberapa buku....

Berita Sesudah
Rendang Lokan, Makanan Khas Pesisir Selatan

Batagak Gala Mudo dalam Adat Minangkabau

POPULER

  • Pemko Padang Apresiasi Pembukaan Festival Kota Tua 2026.

    Pemko Padang Apresiasi Pembukaan Festival Kota Tua 2026.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Apresiasi Semifinal Turnamen PSTS Tabing U-14 Piala Wali Kota Padang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wali Kota Padang Resmikan Penutupan Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup II 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026