Kamis, 16/7/26 | 10:29 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Miskonsepsi terhadap Kata Healing

Minggu, 02/10/22 | 11:59 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa
(Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Luka-luka hilanglah luka,
Biar tentram yang berkuasa,
Kau terlalu berharga untuk luka,
Katakan pada dirimu,
Semua baik-baik saja
Diri – Tulus (2022)

BACAJUGA

Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

Senin, 13/7/26 | 07:52 WIB
Dominasi Penggunaan Frasa Berdasarkan Tujuan Berbahasa

Dominasi Penggunaan Frasa Berdasarkan Tujuan Berbahasa

Senin, 13/7/26 | 07:38 WIB

Sejak tahun 2003, WHO menetapkan tiap tanggal 10 September sebagai World Suicide Prevention Day atau hari pencegahan bunuh diri sedunia. Tujuan dari memperingati hari tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan melakukan berbagai tindakan pencegahan bunuh diri. Dibanding beberapa tahun yang lalu, orang-orang sekarang sudah lebih terang-terang menceritakan tentang kesehatan mentalnya. Memang sudah sepatutnya jika kita dapat leluasa berbicara mengenai ‘penyakit’ mental yang tengah dihadapi, layaknya penyakit fisik.

Yang namanya penyakit, tentu harus disembuhkan. Dengan memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat, kita dapat menjalankan berfungsi kita sebagai manusia secara utuh. Jika kita dapat langsung memutuskan pergi berobat setelah mengalami flu ringan, mengapa menyembuhkan penyakit mental terasa lebih sulit? Bisa jadi karena ketika berbicara tentang kesehatan mental, orang-orang hanya membicarakannya sambil lalu tanpa menyadari bahwa beberapa orang mungkin memang butuh bantuan. Mungkin mereka tidak tahu bagaimana caranya meminta bantuan atau belum mengetahui bahwa bantuan itu ada.

Menyehatkan mental tidak cukup hanya dengan melakukan healing jika kata tersebut dimaknai sebagaimana yang diyakini sebagian besar orang yang menggunakan kata healing sebagai caption dalam pembarahuan status media sosialnya. Healing artinya menyembuhkan. Namun, kata tersebut sepertinya telah mengalami pergeseran makna. Ada kecenderungan bahwa kata healing kerap dimaknai sebagai aktivitas yang bersifat rekreatif seperti pergi liburan atau sekadar nongkrong-nongkrong di kedai kopi disebut sebagai healing. Bagi sebagian orang lainnya, itu mungkin sudah cukup.

Berdasarkan cuitan di sebuah akun Twitter yang pernah saya baca, healing bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah proses. Jalannya mungkin panjang, bahkan berliku-liku. Kerap kali ketika kita merasa tersandung, sangat menggoda untuk menyerah saja ketimbang melanjutkan prosesnya. Proses healing kadang lebih sakit daripada luka itu sendiri. Wajar saja prosesnya demikian karena dalam prosesnya kita perlu membuka kembali luka-luka tersebut. Mengapa begitu sulit meninggalkan kebiasaan dan hubungan? Karena otak dan tubuh kita sudah terbiasa dengan segala sesuatu yang familiar dan nyaman. Lebih mudah untuk terjebak dalam pola tersebut ketimbang mencari atau melakukan sesuatu yang baru. Begitu pula untuk luka batin. Jika luka itu tidak dirawat, tentu akan semakin sulit untuk benar-benar menyembuhkannya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan di antaranya, dengan melakukan dialog dengan diri sendiri. Dengan begitu kita dapat benar-benar mengetahui diri kita lebih dalam. Kita juga dapat melakukan dialog dengan orang lain. Menemukan teman bicara yang baik yang bersedia mendengarkan kita tanpa menghakimi merupakan sebuah anugrah. Jadi, saya harap kita semua dapat menemukan ruang yang nyaman bagi kita untuk saling bercerita. Kita juga dapat melakukan hal-hal positif seperti membaca buku. Buku-buku self help yang ada di pasaran bukan hanya sekadar omong kosong. Saran-saran yang terdapat di dalamnya tidak akan berguna kalau tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh atau jika kita berharap hasil yang instan.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk orang-orang yang saya kenal dan para pembaca yang mungkin secara sengaja atau tidak menemukan tulisan ini. Saya harap, pembaca tahu kalau diri kita tidak sendiri. Untuk orang-orang yang saya kenal dan para pembaca, saya harap Anda bisa menemukan bantuan yang pantas untuk didapatkan. Saya harap, suatu saat Anda dapat menjadi versi terbaik dari diri dan menjalankan hidup yang sebenar-benarnya hidup.

Tags: #Andina Meutia Hawa
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

Berita Sesudah

Sisi Lain Pembeli Buku

Berita Terkait

Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

Teknologi Digital Mengubah Cara Berbelanja

Senin, 13/7/26 | 07:52 WIB

Oleh: Minas Salihin Iskandar (Mahasiswa Prodi Manajemen FEB Universitas Andalas) Bayangkan toko kelontong kecil di sudut jalan. Dulu, toko itu...

Dominasi Penggunaan Frasa Berdasarkan Tujuan Berbahasa

Dominasi Penggunaan Frasa Berdasarkan Tujuan Berbahasa

Senin, 13/7/26 | 07:38 WIB

Oleh : Hazizah Jafitra (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)   Penggunaan bahasa bukan hanya sebatas berfungsi...

Kritik Feminis dan Gender dalam Cerpen “Maria” Karya A.A Navis

Mantra Dunia Bocah, Analisis Stilistika Cerita “Ciku Si Penyihir Cilik”

Senin, 13/7/26 | 07:19 WIB

Oleh: Nikicha Myomi Chairanti (Mahasiswa Sastra Indonesia  FIB Universitas Andalas)   Apa jadinya kalau matematika yang rumit harus bertarung melawan...

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Dari Like ke Loyalitas: Strategi UMKM Memanfaatkan Media Sosial

Senin, 06/7/26 | 05:56 WIB

Oleh: Abdul Hamid Sajidurrahman (Mahasiswa MKWK Bahasa Indonesia dan Mahasiswa FEB Universitas Andalas)   Di era digital seperti sekarang, cara...

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nongender

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nongender

Senin, 06/7/26 | 05:43 WIB

Oleh: Maryatul Kuptiah (Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia dan Anggota Aktif UKMF Labor Penulisan Kreatif FIB UNAND)   Bahasa adalah...

Lidah, Logat, dan Tangerang: Cerita Kecil tentang Bunyi

Lidah, Logat, dan Tangerang: Cerita Kecil tentang Bunyi

Minggu, 05/7/26 | 16:04 WIB

Oleh: Mita Handayani (Alumni Magister Linguistik FIB Universitas Andalas)   Beberapa hari yang lalu, saya bersama tim EQUITY dan pimpinan...

Berita Sesudah
Lari yang Menyedihkan

Sisi Lain Pembeli Buku

Discussion about this post

POPULER

  • Wali Kota Padang Fadly Amran memimpin rapat pertemuan lanjutan dengan Foshan Polytechnic, Selasa (7/7).

    Wali Kota Padang Kunjungi Fosan Polytechnic

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pembiaran Bangunan di Lahan PT KAI, Reza Shahab: Telah Diberi Surat Peringatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketua Pengprov ORADO Sumbar Helmi Moesim ORADO Prospek di Pertandingkan pada Porprov Sumbar 2028.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026