Jumat, 16/10/26 | 06:34 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Miskonsepsi terhadap Kata Healing

Minggu, 02/10/22 | 11:59 WIB

Oleh: Andina Meutia Hawa
(Dosen Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

 

Luka-luka hilanglah luka,
Biar tentram yang berkuasa,
Kau terlalu berharga untuk luka,
Katakan pada dirimu,
Semua baik-baik saja
Diri – Tulus (2022)

BACAJUGA

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Selasa, 13/10/26 | 18:50 WIB
Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Sejak tahun 2003, WHO menetapkan tiap tanggal 10 September sebagai World Suicide Prevention Day atau hari pencegahan bunuh diri sedunia. Tujuan dari memperingati hari tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan mental dan melakukan berbagai tindakan pencegahan bunuh diri. Dibanding beberapa tahun yang lalu, orang-orang sekarang sudah lebih terang-terang menceritakan tentang kesehatan mentalnya. Memang sudah sepatutnya jika kita dapat leluasa berbicara mengenai ‘penyakit’ mental yang tengah dihadapi, layaknya penyakit fisik.

Yang namanya penyakit, tentu harus disembuhkan. Dengan memiliki kondisi fisik dan mental yang sehat, kita dapat menjalankan berfungsi kita sebagai manusia secara utuh. Jika kita dapat langsung memutuskan pergi berobat setelah mengalami flu ringan, mengapa menyembuhkan penyakit mental terasa lebih sulit? Bisa jadi karena ketika berbicara tentang kesehatan mental, orang-orang hanya membicarakannya sambil lalu tanpa menyadari bahwa beberapa orang mungkin memang butuh bantuan. Mungkin mereka tidak tahu bagaimana caranya meminta bantuan atau belum mengetahui bahwa bantuan itu ada.

Menyehatkan mental tidak cukup hanya dengan melakukan healing jika kata tersebut dimaknai sebagaimana yang diyakini sebagian besar orang yang menggunakan kata healing sebagai caption dalam pembarahuan status media sosialnya. Healing artinya menyembuhkan. Namun, kata tersebut sepertinya telah mengalami pergeseran makna. Ada kecenderungan bahwa kata healing kerap dimaknai sebagai aktivitas yang bersifat rekreatif seperti pergi liburan atau sekadar nongkrong-nongkrong di kedai kopi disebut sebagai healing. Bagi sebagian orang lainnya, itu mungkin sudah cukup.

Berdasarkan cuitan di sebuah akun Twitter yang pernah saya baca, healing bukanlah sebuah tujuan, melainkan sebuah proses. Jalannya mungkin panjang, bahkan berliku-liku. Kerap kali ketika kita merasa tersandung, sangat menggoda untuk menyerah saja ketimbang melanjutkan prosesnya. Proses healing kadang lebih sakit daripada luka itu sendiri. Wajar saja prosesnya demikian karena dalam prosesnya kita perlu membuka kembali luka-luka tersebut. Mengapa begitu sulit meninggalkan kebiasaan dan hubungan? Karena otak dan tubuh kita sudah terbiasa dengan segala sesuatu yang familiar dan nyaman. Lebih mudah untuk terjebak dalam pola tersebut ketimbang mencari atau melakukan sesuatu yang baru. Begitu pula untuk luka batin. Jika luka itu tidak dirawat, tentu akan semakin sulit untuk benar-benar menyembuhkannya.

Beberapa cara yang dapat dilakukan di antaranya, dengan melakukan dialog dengan diri sendiri. Dengan begitu kita dapat benar-benar mengetahui diri kita lebih dalam. Kita juga dapat melakukan dialog dengan orang lain. Menemukan teman bicara yang baik yang bersedia mendengarkan kita tanpa menghakimi merupakan sebuah anugrah. Jadi, saya harap kita semua dapat menemukan ruang yang nyaman bagi kita untuk saling bercerita. Kita juga dapat melakukan hal-hal positif seperti membaca buku. Buku-buku self help yang ada di pasaran bukan hanya sekadar omong kosong. Saran-saran yang terdapat di dalamnya tidak akan berguna kalau tidak dilakukan dengan sungguh-sungguh atau jika kita berharap hasil yang instan.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk orang-orang yang saya kenal dan para pembaca yang mungkin secara sengaja atau tidak menemukan tulisan ini. Saya harap, pembaca tahu kalau diri kita tidak sendiri. Untuk orang-orang yang saya kenal dan para pembaca, saya harap Anda bisa menemukan bantuan yang pantas untuk didapatkan. Saya harap, suatu saat Anda dapat menjadi versi terbaik dari diri dan menjalankan hidup yang sebenar-benarnya hidup.

Tags: #Andina Meutia Hawa
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

Berita Sesudah

Sisi Lain Pembeli Buku

Berita Terkait

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Kabut Regulasi: UU ITE Berubah, Tetapi Apakah Publik Benar-Benar Memahaminya?

Selasa, 13/10/26 | 18:50 WIB

Taufiq Muhammad Akbar ‎Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Andalas (UNAND) Undang-undang berubah, Pasal diperbaiki, Ancaman pidana disesuaikan, Istilah hukum diperbarui. Tetapi...

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Regulasi Saja Tidak Cukup: Menangkal Gangguan Informasi di Ruang Digital

Senin, 12/10/26 | 14:55 WIB

Ilustrasi: Hukum dan regulasi hanyalah pagar luar, namun kesadaran dan etika digital masyarakat adalah benteng utama yang sesungguhnya dalam menangkal...

Puisi-puisi M. Subarkah

Bahasa, Miskomunikasi, dan Konflik Rumah Ibadah

Senin, 12/10/26 | 06:40 WIB

Oleh: M. Subarkah (Mahasiswa S2 Linguistik FIB Universitas Andalas) Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman, hubungan sosial, dan sikap...

Penentu Arah Perubahan Zaman

Penentu Arah Perubahan Zaman

Minggu, 11/10/26 | 20:39 WIB

Oleh: Arza Kailla Chaerani (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Universitas Andalas) Dunia terus berubah, begitu pula cara manusia memahami identitas,...

Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

Bias Pengetahuan Bahasa AI tentang Perempuan dan Krisis Iklim

Minggu, 11/10/26 | 20:02 WIB

Oleh: Arina Isti’anah (Dosen Sastra Inggris, Universitas Sanata Dharma)   Dalam ranah sosio-kognitif, bahasa merupakan piranti yang menjembatani memori dan...

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Membaca Novel Siti Nurbaya dalam Pandangan Sejarah

Minggu, 04/10/26 | 22:27 WIB

Oleh: Irfan Pandesta Putra, S.Hum (Sejarawan & Alumni S1 Ilmu Sejarah FIB Universitas Andalas)   Novel Siti Nurbaya: Kasih Tak...

Berita Sesudah
Lari yang Menyedihkan

Sisi Lain Pembeli Buku

Discussion about this post

POPULER

  • Lele Raksasa (Foto: Ist)

    Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Dharma Purnama Putra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Awalan ber- dan me-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dampak Kecerdasan Buatan (AI) bagi Dunia Pendidikan di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026