Senin, 31/8/26 | 11:46 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • BERITA
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home DAERAH

Firdaus Apresiasi Semangat Gotong Royong Masyarakat Wujudkan Festival Juadah Tanpa APBD

Minggu, 11/5/25 | 17:16 WIB
Anggota DPRD Sumbar, Firdaus saat menyapa komunitas seni pada festival Juadah. Sabtu, (11/05/2025) [foti : sci/yrp]
Anggota DPRD Sumbar, Firdaus saat menyapa komunitas seni pada festival Juadah. Sabtu, (11/05/2025) [foti : sci/yrp]

Pariaman, Scientia – Semangat kekompakan dan kesadaran akan pentingnya pelestarian tradisi terbukti menjadi modal utama bagi masyarakat Nagari Toboh Gadang Barat, Kabupaten Padang Pariaman. Meskipun tidak mendapatkan alokasi anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Padang Pariaman. Namun Festival Juadah yang digelar di Pasar Cubadak tetap terlaksana dengan sukses dan meriah.

Kabar ini menguatkan pernyataan sebelumnya dari Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Firdaus, yang mendukung secara penuh festival tersebut. Terungkap bahwa pelaksanaan festival ini murni digalakkan melalui inisiatif dan gotong royong masyarakat, komunitas Batajau, komunitas seni yang memiliki keinginan kuat untuk melestarikan budaya memasak juadah.

“Ini adalah bukti nyata betapa tingginya kesadaran masyarakat Nagari Toboh Gadang Barat terhadap warisan budaya mereka,” ujar Firdaus.

Meskipun demikian, semangat kebersamaan dan keinginan untuk melestarikan tradisi juadah ini mampu menggerakkan semua pihak untuk berkontribusi. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari ibu-ibu pembuat juadah, pemuda-pemudi, perantau hingga para pedagang di Pasar Cubadak, bahu-membahu menyukseskan acara tersebut. Mereka secara sukarela menyumbangkan waktu, tenaga, dan bahkan sebagian bahan baku untuk memastikan festival dapat berjalan lancar dan meriah.

BACAJUGA

Menimbang Sekda Kabupaten Solok: Mengapa Vivi Fortuna Layak Diperhitungkan

Menimbang Sekda Kabupaten Solok: Mengapa Vivi Fortuna Layak Diperhitungkan

Senin, 31/8/26 | 10:00 WIB
Nagari Banai Tetapkan Lubuak Larangan, Warga Sepakat Jaga Kelestarian Sungai

Nagari Banai Tetapkan Lubuak Larangan, Warga Sepakat Jaga Kelestarian Sungai

Minggu, 30/8/26 | 19:06 WIB

Melihat semangat itu, Anggota DPRD Sumbar, Firdaus, mengapresiasi semangat gotong royong yang luar biasa dari seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan festival tersebut. Ia menilai, keberhasilan festival ini tanpa mengandalkan APBD justru menunjukkan akar budaya gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat.

“Saya sangat terharu dan bangga melihat semangat kebersamaan masyarakat di sini. Mereka membuktikan bahwa kecintaan terhadap tradisi dan keinginan untuk melestarikannya dapat mengatasi keterbatasan anggaran. Ini bisa menjadi contoh yang baik bagi daerah lain, bahwa pelestarian budaya bisa dilakukan dengan mengandalkan kekuatan dan kekompakan masyarakat,” kata Firdaus.

Sementara itu, festival Juadah di Pasar Cubadak ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian kuliner tradisional, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar warga. Keberhasilan acara ini tanpa dukungan APBD menjadi simbol kekuatan masyarakat dalam menjaga warisan budaya mereka secara mandiri. (yrp)

Tags: Festival juadahFirdausToboh Gadang Barat
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Menyulam Nilai Lewat Cerita: Inyiak Bayeh dan Cerita-cerita Lainnya

Berita Sesudah

Jembatan Gantung Ambruk di Nagari Koto Padang Lumpuhkan Ekonomi Petani

Berita Terkait

Menimbang Sekda Kabupaten Solok: Mengapa Vivi Fortuna Layak Diperhitungkan

Menimbang Sekda Kabupaten Solok: Mengapa Vivi Fortuna Layak Diperhitungkan

Senin, 31/8/26 | 10:00 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Pemilihan Sekretaris Daerah Kabupaten Solok bukan semata-mata tentang siapa yang paling tinggi pangkatnya, paling panjang pengalaman...

Nagari Banai Tetapkan Lubuak Larangan, Warga Sepakat Jaga Kelestarian Sungai

Nagari Banai Tetapkan Lubuak Larangan, Warga Sepakat Jaga Kelestarian Sungai

Minggu, 30/8/26 | 19:06 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Nagari Banai, Kecamatan Sembilan Koto, Kabupaten Dharmasraya, menyepakati pembentukan Lubuak Larangan di aliran Muaro Batang Banai hingga...

Air Sungai Koto Balai Menghitam, Warga Duga Tercemar Limbah Pabrik Sawit

Air Sungai Koto Balai Menghitam, Warga Duga Tercemar Limbah Pabrik Sawit

Sabtu, 29/8/26 | 21:17 WIB

Dharmasraya, Scientia.id – Dugaan pencemaran Sungai Koto Balai oleh limbah pabrik kelapa sawit kembali terungkap. Kali ini, limbah yang diduga...

Dugaan Limbah Pabrik Sawit Cemari Batang Siat, DLH Sumbar Turun ke Lokasi

Dugaan Limbah Pabrik Sawit Cemari Batang Siat, DLH Sumbar Turun ke Lokasi

Sabtu, 29/8/26 | 19:17 WIB

Dharmasraya, Scientia.id — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Barat menurunkan tim untuk melakukan pengawasan dan verifikasi atas dugaan pencemaran...

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

GOW Kabupaten Solok Isi HUT ke-81 RI dengan Aksi Sosial di Talang Babungo

Jumat, 28/8/26 | 22:17 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten...

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Pertanian Bangkit Pascabencana, Pemkab Solok Gelontorkan Rp54,78 Miliar

Jumat, 28/8/26 | 21:06 WIB

Kabupaten Solok, Scientia.id - Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Solok pada 2025 sempat menghantam sektor pertanian. Sawah terdampak, lahan membutuhkan...

Berita Sesudah
Jembatan Gantung Ambruk di Nagari Koto Padang Lumpuhkan Ekonomi Petani

Jembatan Gantung Ambruk di Nagari Koto Padang Lumpuhkan Ekonomi Petani

POPULER

  • Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    Child Grooming sebagai Bentuk Frasa “Manipulasi Anak”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria ini Taklukan Lele Raksasa Ukurannya Nyaris Tiga Meter

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepala Biro PBJ Akui Ada dalam Rekaman Video Mesra dan Mundur dari Jabatan, Sekda : Tetap Diperiksa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ibu Kota Nusantara (IKN)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puisi-puisi Arza Kailla Chaerani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cahaya dari Surau Tuo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • BERITA
    • UTAMA
    • DAERAH
    • NASIONAL
    • INTERNASIONAL
    • HUKUM
    • DESTINASI
    • HIBURAN
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2026