Jumat, 29/8/25 | 08:09 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI ARTIKEL

Padang Kota Budaya

Minggu, 06/3/22 | 13:28 WIB

Oleh:
Rudi Antono, Sos., M.Sos.
(Alumni Prodi S2 Sosiologi FISIP Universitas Andalas)

Padang kota budaya. Siapa yang tidak tahu dengan Kota Padang, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Nama Padang, bahkan melekat pada masakan khas Minangkabau, yaitu Rendang Padang. Daerah ini menjadi tujuan dan sekaligus mendapat tantangan perubahan global yang luar biasa, termasuk pengaruh pemakaian alat teknologi yang semakin tidak terkendali.

Sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat, Kota Padang tidak hanya menjadi tujuan untuk berdagang, tetapi sudah menciptakan dirinya sebagai kota pendidikan. Perguruan tinggi baik swasta maupun negeri, selalu menarik bagi pelajar di luar Kota Padang, bahkan di luar Provinsi Sumatera Barat. Mereka ingin kuliah dan merasakan bagaimana dinamika pendidikan di kota yang dijuluki kota bengkuang ini. Tidak heran pula, banyak perguruan tinggi baru yang terus bermunculan, termasuk perguruan tinggi yang meningkatkan status, seperti STKIP PGRI menjadi Universitas PGRI Sumbar.

Selanjutnya, perguruan tinggi yang menjadi tujuan pelajar adalah Universitas Andalas, Politeknik Negeri Padang, Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol, Universitas Bung Hatta dan lainnya. Kampus ini menjadi tujuan dan menjadikan Kota Padang lebih menarik dan heterogen. Selain kota pendidikan, Padang juga dikenal dengan kota wisata dan budaya. Hampir setiap sudut kota menjadi tujuan wisata, seperti Pantai Air Manis, Pantai Muaro Lasak, Pantai Nirwana, Pantai Purus, Kota Tua Pondok Cina, Masjid Raya Sumbar, pemandian Lubuk Minturun, Taman Raya Bung Hatta, dan lain-lain.

BACAJUGA

Padang Kota Budaya

Puisi-puisi Rudi Antono

Minggu, 24/7/22 | 10:38 WIB

Event dan pergelaran budaya di Kota Padang, tak kalah penting untuk dilihat. Salah satunya festival Jembatan Siti Nurbaya yang menampilkan berbagai seni tradisi dan lomba kuliner Minangkabau. Kegiatannya selalu menarik dan dinanti oleh masyarakat, baik masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah. Untuk melengkapi indahnya Kota Padang, berbagai fasilitas pun bermunculan. Hotel, restoran, cafe, dan berbagai macam sajian kuliner siap memanjakan selera. Namun, jangan salah. Paduan cita rasa masakan tetap mengedepankan nilai budaya dan kearifan lokal. Setiap generasi muda nongkrong dan belajar di cafe-cafe. Mereka berdebat tentahg hari ini dan masa depan. Mereka bersilat lidah, seperti yang dilakukan orang Minangkabau di lapau-lapau tempo dulunya.

Kondisi kekinian di Kota Padang memang harus diwaspadai sebab bukan tidak mungkin pengaruh dari luar dan gaya hidup yang berlebihan, membuat persoalan sosial baru seperti nongkrong di cafe yang tidak terkendali atau sampai larut malam, dan bahkan sampai dini hari, akan membuat generasi muda tidak terkontrol. Mereka akan menjadi generasi yang “tenang” karena tidur sampai siang tanpa melakukan apa-apa.

Tantangan lain yang dihadapi adalah pemakaian obat-obatan terlarang dan kekerasan di jalanan. Mengingat setiap hari selalu ada berita tentang penangkapan pengedar, bandar, ataupun pemakai sekalipun oleh pihak kepolisian. Hal ini tentu harus diwaspadai dan menjadi perhatian semua pihak. Realitas lain yang muncul adalah pergaulan bebas yang cenderung tidak rerkendali sebab tepat hiburan cukup banyak di Kota Padang yang dibuka sampai dini hari. Kondisi ini tentu menjadi keprihatinan bersama, Kota Padang yang maju hendaknya tidak terpengaruh oleh tindakan-tindakan yang melanggar aturan, norma, dan kesantunan.

Oleh sebab itu, sudah seyogyanya semua pihak berbenah dan mencarikan jalan keluar terhadap tantangan-tantangan dalam kemajuan Kota Padang. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu bagaimana brand atau nama minuman keras tidak dipajang di depan restoran dan cafe. Jika itu terus berlanjut, bukan tidak mungkin, minuman keras menjadi sesuatu yang biasa bagi generasi muda Padang pada khususnya dan Minangkabau pada umumnya.

Jika upaya pencegahan sejak dini dilakukan, Kota Padang akan tetap menjadi kota yang berbasis budaya tanpa harus menghindar dari kemajuan, seperti kata pepatah, “Dibubuik indak layua, dianjak indak nati, indak lakang dek paneh, indak lapuak dek hujan”. Mari hadapi kemajuan tanpa harus meninggalkan nilai-nilai lokal dan akar budaya.

Tags: #Rudi Antono
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Peringati Dies Natalis Ke-40, FIB Unand Adakan Rapat Senat Terbuka

Berita Sesudah

“Sumbu” Wujud Kerja Nyata Kuflet di Ranah Sastra

Berita Terkait

Tantangan Kuliah Lapangan Fonologi di Era Mobilitas Tinggi

Langkuik, Hidden Gem di Tengah Hutan Tanah Galugua

Minggu, 17/8/25 | 16:20 WIB

Oleh: Nada Aprila Kurnia (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Universitas Andalas)   Langkuik Kolam bukan kolam. Petualangan kami ke sana bukan...

Berbagai Istilah dan Kemubaziran Kata dalam Kalimat

Hukum Kawin Sesuku di Minangkabau

Minggu, 17/8/25 | 16:05 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru Muatan Lokal Keminangkabau SMAN 1 Ranah Pesisir)   Mengapa di Minangkabau dilarang melakukan...

Aspek Fonologis dan Keformalan Bahasa

Aspek Fonologis dan Keformalan Bahasa

Minggu, 17/8/25 | 15:49 WIB

Oleh: Nani Kusrini (Jurusan Pendidikan Bahasa Prancis Universitas Lampung)   Komunikasi merupakan proses dinamis untuk menyampaikan dan menerima pesan antara...

Penulisan Jenjang Akademik dalam Bahasa Indonesia

Memilih Menantu (Sumando)

Minggu, 10/8/25 | 13:46 WIB

Oleh: Yori Leo Saputra, S.Hum., Gr. (Guru Muatan Lokal Keminangkabauan SMAN 1 Ranah Pesisir)   Orang Minangkabau dalam memilih menantu...

Modernisasi Penampilan Rabab Pasisia Di ISI Padangpanjang

Emansipasi Wanita dalam Drama “Nurani” Karya Wisran Hadi

Minggu, 03/8/25 | 16:48 WIB

Oleh: Muhammad Zakwan Rizaldi (Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia Universitas Andalas)            Kesetaraan gender merupakan sebuah isu yang banyak dibahas...

Nyonya-Nyonya dan Luka Tak Terbagi Karya Wisran Hadi

Nyonya-Nyonya dan Luka Tak Terbagi Karya Wisran Hadi

Minggu, 03/8/25 | 15:56 WIB

Oleh: Cynthia Syafarani (Mahasiswa Universitas Andalas, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Indonesia) Siapa sangka, sebuah teras rumah bisa menjadi medan...

Berita Sesudah
“Sumbu” Wujud Kerja Nyata Kuflet di Ranah Sastra

“Sumbu” Wujud Kerja Nyata Kuflet di Ranah Sastra

Discussion about this post

POPULER

  • Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    Kominfo Dharmasraya Diduga Jadi Biang Kegaduhan Soal Pembahasan Asistensi APBD-P 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukittinggi Didorong Jadi Kota Beradat, Berbudaya, dan Ramah Pejalan Kaki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 401 PPPK di Pesisir Selatan Resmi Dilantik, Bupati Ingatkan Jangan Gadaikan SK ke Bank

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Solok Tutup Safari Berburu Hama, Dorong Perlindungan Pertanian dan Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buzzer, Kominfo, dan Tensi Politik Dharmasraya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanda Titik pada Singkatan Nama Perusahaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024