Kamis, 11/12/25 | 01:30 WIB
  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami
Scientia Indonesia
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS
No Result
View All Result
Scientia Indonesia
No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
  • RENYAH
  • TIPS
Home LITERASI PUISI

Puisi-puisi Rudi Antono

Minggu, 24/7/22 | 10:38 WIB

Ning Merah Jambu

“Puisi-puisi ini kupersembahkan
sebagai ucapan selamat ulang tahun ke-39
untuk istri tercinta, Elly Delfia”

Ning merah jambu
Berjalan cepat tidak tergesa
Rambut ikal berkepang dua
Menatap lurus menyemai asa
Batinku menyapa tak berdaya
Ditikam waktu menahan luka

Ning merah jambu
Berbalutkan putih abu-abu
Mengalir darah penuh cahaya
Merah jambu di samping rumahku
Satu lirikan darimu
Meninggalkan rasa
Yang tak menentu

Ning merah jambu
Tiada kata tak bersuara
Mata bening merekat nyata
Pada angin kutitipkan frasa
Jangan pernah engkau lupa
Jika kita pernah bersua
pada tempat yang berbeda
Sampai jumpa

BACAJUGA

DPC PKB Payakumbuh Gelar Pendidikan Kader, Cetak Politisi Militan dan Berintegritas

DPC PKB Payakumbuh Gelar Pendidikan Kader, Cetak Politisi Militan dan Berintegritas

Minggu, 14/9/25 | 19:04 WIB
Padang Kota Budaya

Padang Kota Budaya

Minggu, 06/3/22 | 13:28 WIB

 Yogyakarta, 24 Juli 2022

 

Ning Pink Abu-Abu

Ning pink abu-abu
Ini pada waktu dan tempat berbeda
Kau kembali melintas menyentakkan rasa
Yang tak kumengerti artinya
“Kak” Kau menyapa
“Ya” Jawabku terpana
Kau berlalu dalam sekejap setelah bertatap mata
Saat itu, kucari waktu untuk tetap berjumpa

Ning pink abu-abu
Masa berganti warna
Bergaris pink abu-abu
Melekat hijab di kepalamu
Sungguh teduh dan bersahaja
Yang menghimpun beribu makna
Tidakkah kau ingin bercerita?
Tentang apa saja

Ning pink abu-abu
Dua kata itu tak bertahan lama
Kutatap engkau jauh di seberang sana
Menggapai asa yang berawal dari cita-cita
Mungkinkah waktu akan mempertemukan kita
Untuk bercerita dari Subuh sampai ba’da Isya

Yogyakarta, 24 Juli 2022

 

Ning Lembayung Biru

Ning lembayung biru
Tak ingin lagi kutertikam waktu
Menunggu bukanlah aku
Kutanyakan,
“Maukah kau hidup bersamaku?”
Kau marah ketika itu
Isyarat itu sudah cukup untukku
Kuingatkan kau pada diriku
dengan mengingat Tuhan dalam lima waktu

Ning lembayung biru
Masa menggerakkanmu
Berkehendak untukku
Kau datang dan tersenyum
Bersinar serupa lembayung
Membahagiakanku
“Datanglah ke rumahku,” pintamu waktu itu
Itu kata yang kutunggu-tunggu darimu

Ning lembayung biru
Kudatang menyusuri jalan berliku
Meminta izin pada pemilik kasihmu
Saat itu kudapatkan restu
Kau kembali bertanya padaku
“Kenapa aku menyukaimu?”
Aku tak punya alasan untuk itu
Berbisik dalam batinku
Aku hanya digerakkan
Dan melihat mahacinta dalam dirimu

Yogyakarta, 24 Juli 2022

 

Biodata Penulis:

Rudi Antono merupakan seorang jurnalis, penggiat literasi dan kepemimpinan, serta owner Scientia.id. Ia bisa dihubungi melalui facebook dan instagram atas nama: Rudi Antono.

Tags: #Rudi Antono
ShareTweetShareSend
Berita Sebelum

Beragam Kemungkinan Seseorang Tidak Bisa Pegang Omongan

Berita Sesudah

Si Gadis Origami

Berita Terkait

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Puisi-puisi Indri Rahmadani

Minggu, 07/12/25 | 17:48 WIB

Sumber Gambar: Meta AI Rumah Tanpa Pintu Oleh Indri Rahmadani Di kota ini yang jauh dari ragamu Aku belajar berhitung...

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Puisi-puisi Wulan Darma Putri

Minggu, 30/11/25 | 15:51 WIB

Sumber: Meta AI Sehangat Kepulan Kopi Oleh Wulan Darma Putri Dalam getaran cinta Kau mengukir hati yang luka Memberiku segala...

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Puisi-puisi Afny Dwi Sahira

Minggu, 16/11/25 | 19:38 WIB

Menebak Pikiran Amir Oleh: Afny Dwi Sahira Sendu mata Amir rindu Buya Mengingat Buya semasa hidup Peninggalan Buya memenuhi memori...

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Puisi-puisi Delivia Nazwa Syafiariza

Minggu, 02/11/25 | 18:34 WIB

Sumber: Meta AI Penjara Air Oleh: Delivia Nazwa Syafiariza Air pernah jadi kebebasan Sirip pernah menari tanpa batas Lalu datang...

Puisi-puisi Maryatul Kuptiah

Puisi-puisi Maryatul Kuptiah

Senin, 20/10/25 | 00:12 WIB

Etalase Oleh: Maryatul Kuptiah Manusia-manusia berkaca Bertatap ramah, bersenda gurau Bercerita ucapan nenek dahulu Para orang tua mengulum senyum, bibir...

Puisi-puisi Zahrah Ziqro

Puisi-puisi Zahrah Ziqro

Senin, 06/10/25 | 00:11 WIB

Sayap Oleh: Zahrah Ziqro Dari balik jendela kutatap awan biru terbentang Indah sekali seakan-akan memanggilku ke atas sana Kapan sayapku...

Berita Sesudah
Si Gadis Origami

Si Gadis Origami

Discussion about this post

POPULER

  • Afrina Hanum

    Sumbang 12 untuk Puti Bungsu Minangkabau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Skizofrenia antara Bahasa dan Realitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Kata “bapak” dan “ibu” Harus Ditulis dalam Huruf Kapital ?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bentuk-Bentuk Singkatan dalam Surat Resmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Analisis Unsur Intrinsik Naskah Drama “Orang-Orang di Tikungan Jalan” Karya Rendra

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kata Penghubung dan, serta, dan Tanda Baca Koma (,)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fenomena Singkatan dalam Dunia Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Scientia Indonesia

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024

Navigate Site

  • Dapur Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • TERAS
  • EKONOMI
  • HUKUM
  • POLITIK
  • DAERAH
  • EDUKASI
  • DESTINASI
  • LITERASI
    • ARTIKEL
    • CERPEN
    • KLINIK BAHASA
    • KREATIKA
    • PUISI
  • RENYAH
  • TIPS

PT. SCIENTIA INSAN CITA INDONESIA 2024